Di Jawa Tengah, Ribuan Pemuda Dibaiat Banser dalam Sepekan

Fenomena antusias masyarakat untuk bergabung menjadi keluarga besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor melalui Barisan Ansor Serbaguna (Banser) beberapa waktu terakhir demikian membanggakan.

Padahal belum lama ini Banser sedang dilanda cobaan, dicaci bahkan diserang berbagai fitnah. Namun hal tersebut ternyata tidak mengurangi masyarakat terutama para pemuda untuk mengabdikan diri berjuang menegakan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) melalui Banser.

PJ Kasatkorwil Banser Jawa Tengah, Muchtar Ma’mun mengungkapkan, sebenarnya kaderisasi maupun penerimaan anggota baru melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser setiap akhir pekan selalu digelar di berbagai daerah di Jateng. Meski saat ini disebut sedang sangat massif.

“Terkait masifnya fenomena masyarakat yang ingin bergabung menjadi Banser, menurut saya tidak mengejutkan sama sekali dan tidak menjadi fenomena baru buat kami,” katanya, Senin (5/11). Karena dari dulu sampai sekarang minat masyarakat yang ingin gabung jadi benteng NU, benteng NKRI, benteng para kiai sangat tinggi, lanjut Naga Bonar, sapaan akrabnya.

“Seperti saya sendiri yang memang sejak masih sekolah sudah gabung di Banser, saya alumni Diklatsar tahun 1998,” sambungnya.

Dari data yang dimiliki Satkorwil Banser Jateng, pada Diklatsar Banser periode 2 hingga5 November 2018 terdapat sejumlah 1.223 kader baru dibaiat menjadi Banser.

Jumlah tersebut tersebar di 6 kabupaten di Jateng, antaralain Tegal (275 peserta) dinyatakan lulus, Kendal ada 280 peserta dinyatakan lulus, Rembang 54 peserta dinyatakan lulus, Klaten ada 210 peserta dinyatakan lulus. Demikian pula di Banyumas ada 129 peserta dinyatakan lulus, Semarang ada 275 peserta dinyatakan lulus.

Menurutnya, masifnya pemberitaan dan beredarnya fitnah terhadap Banser di media sosial beberapa waktu terakhir, tidak berpengaruh sama sekali terhadap minat masyarakat mengabdi di NU melalui Ansor Banser.

“Masyarakat sudah semakin dewasa dan tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana emas mana loyang. Apalagi di tahun-tahun politik seperti sekarang, masyarakat sudah sangat paham dan tidak mudah untuk diprovokasi dengan fitnah keji,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, Fahsin M Fa’al, mengungkapkan, bahwa masih besar dan makin masifnya masyarakat untuk bergabung dalam keluarga besar Ansor Banser menunjukan kepercayaan umat tidak goyah.

Baik terkait gerakan untuk menegakan ajaran Aswaja An-Nahdliyyah, melaksanakan amar makruf nahi munkar, maupun kesetiaan Ansor Banser untuk tetap tulus ikhlas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita diwarisi keislaman dan keindonesiaan oleh para ulama, maka akan kita kawal selamanya,” kata dosen IAIN Salatiga yang juga kandidat doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

“Dan perlu ditegaskan, Ansor Banser dicaci tidak tumbang dipuji tidak terbang, karena pegangan kita adalah satu yaitu ikhlas,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)

 

SUMBER : NU ONLINE

Loading...
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar