Habib Luthfi: Apakah Kalian Rela Indonesia Pecah?

Sampai sekarang Habib Luthfi bin Yahya masih bertanya-tanya siapa penerus salah satu Wali Songo yakni Sunan Kudus yang dahulu menjadi juru damai luar biasa.

Melihat kondisi saat ini, ia mengkhawatirkan adanya kesempatan oknum-oknum bangsa lain yang hendak memecah belah bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Mohammad Luthfi bin Yahya saat menghadiri Halal bi Halal Nusantara di Majlis Ta’lim Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Sabtu (28/07) kemarin.

“Tinggal pertanyaannya cuma satu kepada anda semua, apakah Indonesia dipecah belah kalian ridha?” tanya Habib Luthfi kepada ribuan jamaah yang hadir.

“Tidak….,” jawab serentak jamaah.
“Jawab yang tegas!” pinta Habib.
“Tidaaak…..” sorak jamaah semakin kencang.

“Harusnya begitu. Ini namanya teriakan fanatisme yang merasa memiliki republik ini. Silahkan Pilpres jalan, tapi Indonesia tetap Indonesia. Boleh berbeda baju, tapi tidak berbeda Indonesia,” tegas Habib Luthfi.

Menjelang Hari Raya Qurban atau Idul Adha Habib Luthfi mengingatkan masyarakat tentang kisah Sunan Kudus yang pada waktu itu berperan menghindari masyarakat lokal daerah Kudus dari segala perpecahan. Terutama saat menghadapi Idul Qurban di mana umat Islam akan menyembelih sapi.

Hal ini sebab pada satu sisi, saat itu ada agama yang memposisikan sapi menjadi hewan kehormatan atau dikeramatkan. Kalau Sunan Kudus jadi memotong sapi, kerajaan yang dipimpin oleh Pangeran Poncowati akan tersinggung.

“Agar dapat diselesaikan dengan damai, Sunan Kudus mengeluarkan kebijakan untuk tidak memotong sapi. Sunan Kudus tidak mengharamkan sapi,” paparnya.

Habib Luthi memuji kehebatan Sunan Kudus menghindari bentrokan dan menjaga persaudaraan. Pada suatu ketika, Pangeran Poncowati datang menanyakan apakah itu ajaran Islam? Akhirnya Poncowati memeluk Islam dan menyerahkan wilayah kerajaan itu kepada Sunan Kudus.

“Bijaksananya Sunan Kudus, lokasi itu dibangun masjid yang sekarang dikenal dengan masjid Menara Kudus,” pungkas Habib Luthfi.

 

 

Sumber NU Online

Loading...
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Bagikan ke:

Komentar

komentar