Syekh Ahmad al-Munayyir dan Perempuan Yang Mati Kehausan

Syekh Ahmad al-Munayyir adalah seorang syekh, imam, ahli ilmu dan ahli ibadah, zahid, kekasih allah yang mengenali allah. Nama lengkapnya adalah Syamsuddin Abu Abdullah al-Munayyir. Beliau berasal dari Bilbis dan dan wafatnyanya di al-Khanka. Beliau adalah seorang murid dari Syekh Ibrahim al-Matbulli. Selama 30 tahun permulaan belajarnya, setiap siang ia membaca Al-Quran langsung tamatan, setiap malam satu tamatan, sehingga sehari semalam membaca dua tamatan. Beliau juga belajar kepada syekh Kamaludin, Imam Madrasah al-Kalimiyyah di Mesir.

Beliau berhaji setiap tahun, dalam perjalanan haji, ia biasa memberi minum orang-orang, setiap tahun ia membawa makanan, kain, gula, sabun, jarum dan benang untuk penduduk mekah dan madinah. Sehingga mereka biasa menyambut syekh jauh sebelum tiba.

Syekh Ahmad al-Munayyir tinggal di Zawiyah (asrama)nya di Bilbis di Provinsi Mesir Timur. Lalu beliau pindah di al-Khanka di Provinsi al-Qalyubiyyah untuk menempati zawiyahnya disana. Dalam peristiwa perpindahan beliau, ada kisah mencerahkan yang menunjukkan sifat kekasih Allah dan akhlak serta watak manisnya.

Pada suatu hari, terbetik kabar bahwa seorang tertimpa kehausan di pedalaman al-Khanka di Qulyubiyyah. Ia memiliki seorang anak. Saking hausnya perempuan itu wafat. Ketika syekh mendengar kabar ini,beliau pergi kesana, meminta orang untuk menunjukkan perempuan ini wafat.

Ketika tiba, ia menggali sumur, duduk dan memberi minum orang-orang dengan niat pahalanya diberikan kepada perempuan itu. Dan ia membangun gubuk dekat situ. Ia pindah bersama istrinya dan tinggal di gubuk ini hingga ahir hayatnya. Ia terus memberi minum orang-orang sebagai amal untuk Allah.

Segera, mulailah kaum sufi mengunjungi tempat ini, mulai tinggal dan membangun rumah, sehingga tempat ini menjadi sebuah desa. Syekh lantas membangun sebuah asrama, mengatur makanan di asrama ini agar para pengunjung dan musafir dijamu makan. Akhirnya, orang-orang mengunjungi tempat ini dari setiap tempat, lalu makan, minum dan mendapat jamuan mulia.

Syekh selalu berkata,”selama ada sesuap di asrama ini, maka bala’ yang datang dari arah timur akan tertolak dari penduduk Mesir.

Raf’ A’lam al-Nashr bi-Dzikr Auliya’ Mishr, h.304

Baca Juga : Imam Al-Bushiri dan Sholawat Burdahnya

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar