Ketika Cucu Syaikh Abdul Qadir Jailani Ditanya Tentang Karamah Kakeknya

Indonesia kembali diberkahi dengan berkunjungnya seorang ulama besar cucu Syaikh Abdul Qadir Jailani Asyayid Assyarif Muhammad Fadhil Jailani al-Hasani, beliau adalah seorang ulama besar yang lahir di desa Jimzarok tahun 1954 M, di provinsi Qurtalan Timur, Turki dan saat ini beliau tinggal di Istambul . Beliau tumbuh dalam asuhan kakeknya Assayid Assyarif al-Quthb al-Kamil Syekh Muhammad Siidiq Jailani al-Hasani, dan ayahandanya Assayid Assyarif Allamah Syekh Muhammad Faiq Jailani al-Hasani. Beliau dibawa oleh kakeknya ke sebuah desa yang bernama Tilan yang terkenal dengan para ulama-ulama dan pembesar sadah Jailaniah saat ia berusia 2 tahun.

Kemudian  Asyayid Assyarif Muhammad Fadhil Jailani al-Hasan diasuh oleh kakeknya sampai usia 13 tahun, dan kakeknya lah yang mengirim beliau ke kota Madinah al-Munawaroh. Dan pada umur tersebut, beliau kembali ke kota Jimzarok

Di kota kelahirannya tersebut itu beliau memulai penilitiannya terkait karya-karya Syekh Abdul Qodir al Jailani pada tahun 1978 M dan pada beberapa kota-kota lain sampai tahun 2002 M. Dan sampai saat ini beliau terus mencari dan meneliti karya Syekh Abdul Qodir al Jailani.

Beliau telah berkunjung ke 50 perpustakaan resmi dan puluhan perpustakaan lainnya di lebih dari 20 negara, dan terus berkunjung ke negara-negara tesebut lebih dari 20 kali. Sampai saat ini beliau telah menemukan 17 kitab dan 6 manuskrip (termasuk Kitab Tafsir Jailaniyah) dan mensyarahnya dengan menghasilkan sekitar 9752 lembar selain tafsir dan karya lain yang hilang yang tidak ditemukan di dunia ini selain dari usaha beliau.

 

Ada hal yang sangat menarik ketika Sayyid Fadhil Jailani al-Hasani kembali Berkunjung di Indonesia akhir bulan Desember 2017 . Kejadian yang sangat menarik tersebut ditulis dalam akun Facebook Abdi Qurnia Djohan, seorang Ulama muda yang tinggal di Depok Jawa Barat. Sa’at  KH. Abdi bertemu   Asyayid Assyarif Muhammad Fadhil Jailani al-Hasan , KH. Abdi bertanya kepada Syaikh Syarif Fadhil al-Jilani tentang karamah-karamah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Namun setelah ditanya, Sayyid Fadhil tidak menjawab, Sayyid Fadhil hanya tersenyum.

 

” beliau tidak mau menjelaskan dan hanya tersenyum” Tulis KH. Abdi dalam akun Facebooknya.

Setelah tersenyum Sayyid Fadhil kemudian menuturkan bahwa diantara karamah adalah mampu menjalankan semua sunnah Rasulallah SAW.

“Beliau hanya katakan bahwa di antara karamah adalah mampu melaksanakan semua sunnah Rasulullah sholla Allàhu alayhi wa sallam.” Ungkap KH. Abdi Qurnia Djohan

 

Seperti yang sudah kita ketahui, Syaikh Abdul Qadir Jailani adalah seorang ulama yang sangat terkenal. Beliau bukan hanya terkenal di mana ia tinggal, Baghdad, Irak saja. Tetapi hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia mengenalnya. Hal itu dikarenakan kesalihan dan ilmunya yang demikian tinggi dalam bidang ajaran Islam, terutama dalam bidang tasawuf. Name beliau sebenarnya adalah Abdul Qadir. Beliau juga dikenal dengan berbagai gelar atau sebutan seperti; Muhyiddin, al Ghauts al Adham, Sultan al Auliya, dan sebagainya. Abdul Qadir Jailani masih keturunan Rasulullah SAW. Ibunya yang bernama Ummul Khair Fatimah, adalah keturunan Husain, cucu Nabi Muhammad Saw. Jadi, silsilah keluarga Syaikh Abdul Qadir Jailani jika diurutkan ke atas, maka akan sampai ke Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib. Abdul Qadir Jailani dilahirkan pada tahun 1077 M. Pada saat melahirkannya, ibunya sudah berusia 60 tahun. Ia dilahirkan di sebuah tempat yang bernama Jailan. Karena itulah di belakang namanya terdapat julukan Jailani. Penduduk Arab dan sekitarnya memang suka menambah nama mereka dengan nama tempat tinggalnya.

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
182
Bagikan ke:

Komentar

komentar