Makan Siang Bersama Kiyai Bisri



Kyai Bisri Mustofa
Pasca Gestapu, Kiyai Bisri Mustofa menjadi anggota MPRS. Pagi-pagi sekali beliau menyambangi Habib Chaidar (Penulis buku biografi Kiyai Nawawi Banten) di Lasem.
“Ayo ikut aku, ‘Yik!” “Yik” singkatan dari “Sayyid”, sebuatan yang lazim bagi santri Jawa untuk dzurriyyah Kanjeng Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.
“Kemana?”
“Pagi-pagi begini sarapan sate di Juwana enak, ‘Yik!”
Siapa mau nolak traktir?
“Ya aku ganti pakaian dulu”.
“Nggak usah! Sarapan saja kok ganti pakaian”.
Maka diangkutlah Habib Chaidar yang belum mandi dengan pakaian lusuh yang belum ganti sejak dipakai tidur semalam dengan mobil Datsun milik Kiyai Bisri.
Usai sarapan,
“Sekalian cari buah di Ngembal ya, ‘Yik! Sedang musim duku ini!”
‘Yik Chaidar mandah saja dibawa ke Ngembal, Kudus.
“Di Sayung ada warung kopi Arab! Suwwedeep!”
‘Yik Chaidar dilarat ke Sayung, Demak.
Usai ngopi hari menjelang siang.
“Sekalian cari makan siang, ‘Yik!”
Mobil berjalan terus ke Barat, ‘Yik Chaidar asyik melayani obrolan Kiyai Bisri. Baru belakangan ‘Yik Chaidar kaget ketika menyadari mereka sudah sampai Batang.
“Lho! Aku ini mau kamu bawa kemana?”
“Di Tegal ada warung gule Arab! Huwwenaakk!”
“Urusan makan saja kok dari Lasem sampai ke Tegal itu terus mau sampai mana lagi?”
Kiyai Bisri nyengir,
“Aku sih mau ke Jakarta. Ada sidang MPRS”.
“Lho!” ‘Yik Chaidar mendelik, “lha aku gimana?”
“Kalau mau, ayo ikut ke Jakarta”.
“Nggak bisa! Aku ini sudah nggak mandi, pakaian juga dari kemaren, nggak bawa ganti…”
“Ya gimana lagi?”
“Atarkan aku pulang!”
“Ya nggak bisa to! Masak sudah sampai sini aku disuruh mbalik? Sidangnya kan besok pagi!”
‘Yik Chaidar geleng-geleng kepala sambil tak henti-hentinya bersungut-sungut.
Sesudah makan siang di Tegal, ‘Yik Chaidar setuju diberi sangu buat ngebis pulang sendiri ke Lasem.
:-)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makan Siang Bersama Kiyai Bisri"

Post a Comment