EDISI RINDU GUS DUR





Abdurrahman Wahid  ( Gus Dur ) adalaah salah satu cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama yaitu Hadrostus Syech Hasyim As'ari dan merupakan Rais Akbar Nahdlatul Ulama. Gus Dur sebagai mantan presiden Republik Indonesia Ke 4, sangat disukai masyarakat dengan anehdot dan humor terutama dalam kalangan santri Indonesia dan dunia.

Humor gusdur mengalihkan setiap kemapanan makna, sebuah kebenaran yang harus ditanggapi secara serius, menuju celah-celah, kontradiksi, dan ironi hingga membuatnya menjadi parodi yang selalu terlihat getir dan menertawai perilaku sehari-hari. ketika kita renungkan, humor Gus Dur jadi "daya tarik" tersendiri yang mencerminkan keuniversalan makna dan kedangkalan nilai kemanusiaan kita. lontaran "sarkub" misalnya, menjadi sebuah gugatan, yang lebih dari sekedar protes yaitu pesan tentang keabsurdan kehidupan dunia ini. terutama dunia kiai dan kepesantrenan. 

Seorang Kai yang baik menurut Gud Dur , adalah yang bersedia melayani. bersedia menjadi pelayan umat, bukan minta dilayani. kalau ada Kiai minta yang minta dilayani, bukan kiai namanya, tetapi bendoro atau priyayi. jangan dianggap enteng tugas kepelayanan kiai itu. Yang berhak menganggap enteng tugas Kiai hanyalah para kiai sendiri. untuk membuktikan kepada dirinya bahwa dia mampu menghadapi tantangan yang ada. caranya, ya, dengan humor tadi. Kalau tidak bisa, berabe. Jebol. Lalu ada teori, humor semacam katarsis. bertumpuk persoalan kiai dan pesantren itu kalau tidak dilepaskan melalui humor, lalu mau dikeluarkan pakai apa, Bom?.

Begitu juga persoalan-persoalan mendasar lainnya yang berkaitan dengan bangsa dan negara. salah satu bentuk ekspresi selera humor yang telah hilang itu kini menjelma Bom dan kekerasan lainnya. Bom bunuh diri atau bentuk kekerasan lainnya itu antara lain timbul karena pelaku tidak mampu bikin humor lagi. mampet pikirannya bumpet. tidak bisa jalan lagi. nalarnya  ndak berfungsi, yang fungsi emosi. lha, agama koq pake dengkul yaa rusaklah. agama itu akal, bukan dengkul, nah humor itu produk dari yang berakal. Humor untuk menginspirasi orang untuk tafakkur. produktif. sedangkan kekerasan merusak. (kh)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "EDISI RINDU GUS DUR"

Post a Comment