MALAM NISHFU SYA'BAN

Keabsahan Menghidupkan Ibadah Di Malam Nishfu Sya'ban
~tulisan ini mungkin akan sangat panjang, tapi bacalah semuanya, Insya Allah bermanfaat~

Telah menjadi adat (tradisi) di tengah-tengah masyarakat muslim Indonesia, khususnya masyarakat Betawi yaitu bahwa setiap malam pertengahan bulan Sya’ban, mereka berbondong-bondong sebelum shalat Magrib meramaikan masjid-masjid, mushalla-mushalla, untuk merayakan Lailah Nishfi Sya’ban(malam pertengahan bulan Sya’ban), bulan kedelapan dalam sistem penanggalan bulan Hijriyah.

Mayoritas ulama menyatakan bahwa perayaan malam Nishfu Sya’ban diperingati menjelang bulan Ramadhan. Seakan-akan bulan Sya’ban ini menjadi fase pemanasan beribadah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sebut saja nama Allah Yarhamuh, Prof. Dr. Al-Musnid Sayyid Muhammad Ibn Alawiy Ibn Abbas al-Malikiy mengatakan:

مَنْ عَوَّدَ نَفْسَهُ فِيْهِ بِاْلاِجْتِهَادِ , فَازَ فِي رَمَضَانَ بِحُسْنِ اْلأِعْتِيَادِ .

Artinya:” Siapa saja yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Sya’ban, maka ia akan akan menuai kesuksesan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik di bulan Ramadlan.”

Pengertian Nishfu Sya'ban

Kata Nishfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dinamakan bulan Sya’ban, ( لأنه يتشعب منه خير كثير ) karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak. Sebagaimana di katakan olehRasulullah dalam sabdanya:

عن أنس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : تدرون لم سمى شعبان شعبان لأنه يتشعب فيه لرمضان خير كثير ، تدرون لِم سمى رمضان رمضان لأنه يرمض الذنوب .

Artinya: “ Dari Anas ia berkata: Bersabda Rasulullah, Tahukah kalian mengapa dinamakan bulan Sya’ban? karena bercabang-cabang kebaikan yang banyak padanya bagi bulan Ramadhan.[1] Tahukah kalian mengapa dinamakan bulan Ramadhan? Karena ia membakar dosa-dosa.”[2]

Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata ( شِعب), dengan dibaca kasroh Syin: وهو طريق في الجبل فهو طريق الخيرyaitu jalan disebuah gunung, maka ia berarti jalan kebaikan. Menurut pendapat lain juga berasal dari kata ( شَعب ), dibaca dengan fathah Syin: berarti ( الجبر ),فََيَجْبُرُ اللهُ فِيْهِ كَسْرَ اْلقُلُوبِ yaitu pada malam itu Allah menghibur hati yang keruh.[3]

Dinamakan bulan Sya’ban, juga karena dahulu orang-orang Arab pada bulan tersebut berpencar untuk mencari sumber air. Ada juga yang mengatakan karena mereka berpencar di gua-gua. Dan, dikatakan bulan Sya’ban karena bulan tersebut: شعب أي ظهر بين رمضان ورجب muncul di antara dua bulan yaitu Ramadhan dan Rajab.[4]

Para ulama menamakan bulan Sya’ban dengan beragam nama. (كثرة الأسماء تدل على شرف المسمى ) Banyaknya nama ini mengindikasikan kemuliaan malam tersebut. Syaikh Abu al-Khayr al-Thâliqâniy[5] menyebutkan 22 nama bagi bulan Sya'ban di antaranya:

Ø Lailah al-Mubârakah (malam keberkahan)

Ø Lailah al-Qismah (malam pembagian rizki dan takdir)

Ø Lailah al-Takfîr (malam penghapus dosa)

Ø Lailah al-Ijâbah (malam pengabulan doa)

Ø Lailah al-Hayah (malam kehidupan)

Ø Lailah I’d al-Malâikah (malam hari raya malaikat)

Ø Lailah al-Syafa’ah (malam pertolongan)

Ø Lailah al-Barâah (malam pembebasan)

Ø Lailah al-Shakk (malam dokumentasi)

Ø Lailah al-Jâizah (malam ganjaran)

Ø Lailah al-Rujhân (malam keunggulan)

Ø Lailah al-Ta’zhîm (malam keagungan)

Ø Lailah al-Qadr (malam ketentuan)

Ø Lailah al-Ghufrân (malam ampunan)

Sejarah Di Bulan Sya’ban

Pada bulan Sya’ban, telah terjadi peristiwa dan kejadian penting dalam sejarah perjuangan umat Islam yang tidak boleh kita lupakan sepanjang masa. Di antaranya:

v Perintah pindah Qiblat dari Baitul Maqdis, Palestina ke Ka’bah, Makkah al-Mukarramah.

v Terbelahnya bulan.

v Turun ayat perintah Shalawat

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا .

Imam Abdurrahman ash-Shafury asy-Syafi'i, mengatakan dalam bukunya Nuzhatul Majalis wa Muntakhab an-Nafais, bahwa kataSya'ban (شعبان) itu adalah singkatan. Huruf Syin adalah singkatan dari kata asy-Syaraf (الشرف)yang artinya kemuliaan. Huruf 'ain singkatan dari al-'Uluww(العلو) yang artinya derajat dan kedudukan  yang tinggi, terhormat. Huruf ba singkatan dari al-Birr  (البر)yang berarti kebaikan dan keberkahan. Huruf alif berarti al-Ulfah (الألفة) yakni kasih sayang, dan huruf nun singkatan dari an-Nur(النور) yang artinya cahaya kebenaran.[6]

Jadi orang yang beribadah sebaik mungkin pada bulan Sya'ban ini akan memperoleh lima hadiah tersebut. Apalagi apabila ibadah tersebut dilakukannya pada malamNishfu Sya'ban, lima hadiah tadi tentu akan lebih berlipat lagi.

Menghidupkan malam Nishfu Sya'ban

ketahuilah wahai saudaraku, bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya'ban dengan serangkaian ibadah termasuk perbuatan yang dianjurkan oleh Rasulullah. hendaknya pada malam tersebut kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan ibadah. Mengapa? Lantaran kemuliaan dan keistimewaan malam tersebut yang tidak boleh berlalu begitu saja. Plus malam Nishfu Sya'ban ini datang setahun sekali, yang boleh jadi pada tahun depan kita belum tentu dapat bertemu dengannya. Oleh karena itu, sambut dan isilah dengan serangkaian ibadah sebanyak dan sebaik mungkin seperti berdzikir, berdoa, membaca al-Qur'an, membaca shalawat, membaca surat Yasin, shalat Awwabin atau shalat Tasbih, bershadaqah, bersilaturrohim dan perbuatan baik lainnya. sehingga umur dan waktu kita tidak berlalu begitu saja. Dan di dalam semua itu terdapat fadhilah dan pahala yang besar. Dalam haditsnya Rasulullah bersabda:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ .

Artinya: "Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda: "Apabila sampai pada malam Nishfu Sya'ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena sesungguhnya Allah akan turun ke dunia pada malam tersebut sejak matahari terbenam dan Allah berfirman: "Tidak ada orang yang meminta ampun kecuali Aku akan mengampuni segala dosanya, tidak ada  yang meminta rezeki melainkan Aku akan memberikannya rezeki, tidak ada yang terkena musibah atau bencana, kecuali Aku akan menghindarkannya, tidak ada yang demikian, tidak ada yang demikian, sampai terbit fajar"[7]

Hadis Imam al-Tirmidziy dan Imam Ibn Mâjah menjelaskan:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ .

Artinya: ”Allah turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban, maka Allah memberikan ampunan kepada hambanya lebih banyak dari jumlah bulu-bulu kambing kepunyaan bani kalb.”[8]

Hadis riwayat imam al-Dailami, Imam Ibn Asakir dan imam al-Bayhaqiy:

خَمْسُ لَيالٍ لا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ وَلَيْلَةُ الجُمُعَةِ وَلَيْلَةُ الفِطْرِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ .

Artinya: ” Ada 5 malam yang doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut: yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam I’dul Fitri dan malam I’dul Adhha.”[9]

مَنْ أَحْيَى لَيْلَةَ اْلعِيْدَيْنِ وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ اْلقُلُوْبِ

Artinya:‘’Barang siapa yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Sya’ban, tidaklah akan mati hatinya pada hari di mana hari itu matinya hati.[10]

Di antara keistimewaan bulan Sya’ban adalah diangkatnya atau disodorkan amal manusia untuk dilaporkan kepada Allah. Bulan Sya'ban (termasuk malam Nishfu Sya'ban) adalah malam tutup buku catatan amal, di mana amal seseorang diangkat ke langit dan digantikan dengan buku baru. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya apabila amal kita yang paling akhir ditulis itu adalah amal yang sangat baik. Atau, alangkah lebih baik ketika amal kebaikan kita disetor dan diangkat ke langit, kita dalam keadaan sedang beribadah dan berbuat kebaikan. Telah datang keterangannya dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Usamah Ibn Zaid:

أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ .

Artinya: "Dari Usamah bin Zaid, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.”[11]

Diangkatnya amal manusia bukan hanya terjadi pada bulan Sya’ban, Hanya saja di bulan sya’ban ini dikatakan sebagai penyodoran amal tahunan.Diangkatnya amal perbuatan kita, juga ada yang bersifat harian pada tiap hari senin dan kamis, ada juga yang bersifat mingguan dan ada pula yang bersifat bulanan dantahunan, dan ada juga yang bersifatsepanjang zaman. Telah disebutkan, bahwa malam Nishfu Sya'bantermasuk malam yang istimewa. Karena itu para ulama dan orang-orang shaleh tidak melewatkannya berlalu begitu saja. Mereka lebih mengencangkan lagi tali ibadah dan doanya pada malam tersebut untuk meraih ridha Allah.[12]

Di antara keistimewaan lainnya dari malam Nishfu Sya'ban adalah bahwa pada malam ini, Allah menentukan umur dan rezeki seseorang. Maksudnya, pada malam Nishfu Sya'ban inilah Allah menetapkan siapa-siapa saja yang akan meninggal pada satu tahun ke depan, termasuk menetapkan bagaimana rezeki seseorang pada satu tahun itu.[13]

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Syahin:

عن عطاء بن يسار قال : إذا كان ليلة النصف من شعبان نسخ الملك من يموت من شعبان إلى شعبان وإن الرجل ليظلم ويفجر وينكح النسوان وقد نسخ اسمه من الأحياء إلى الأموات وما من ليلة بعد ليلة القدر وأفضل منها ينزل الله إلى السماء الدنيا فيغفر لكل أحد إلا لمشرك أو مشاحن أو قاطع رحم .

Artinya:“Jika tiba malam nishfu sya’ban malaikat maut menghapus setiap nama orang yang ditakdir akan mati pada sya’ban itu sampai sya’ban yang akan datang, dan sesungguhnya seseorang berbuat kezholiman dan kekejian atau menikahi wanita atau menanam pepohonan padahal namanya telah dipindah dari (catatan) golongan orang-orang yang hidup ke dalam (catatan) golongan orang-orang mati dan tidak ada malam yang lebih mulia setelah malam Lailatul Qadr daripada malam nishfu sya’ban. Allah turun ke langit dunia memberikan ampunan bagi siapa saja kecuali bagi orang yang melakukan kemusyrikan, orang yang memiliki dendam dan orang yang memutuskan tali persaudaraan.”[14]

Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar di antara doa yang harus dipanjatkan pada malamNishfu Sya'ban itu, selain bertaubat, memohon ampun atas segala dosa, juga mohon dipanjangkan umur dan lebih dimudahkan rezeki. Karena, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ajal dan rezeki akan berubah ketentuannya dengan jalan berdoa pada malam  Nishfu Sya'ban ini. Rasulullah dalam salah satu haditsnya mengatakan bahwa seseorang yang sudah tertera namanya termasuk daftar yang akan dicabut nyawanya pada tahun itu, namun karena dengan mengisi ibadah, bersilaturrahim dan berdoa pada malam Nishfu Sya'ban, akhirnya  Allah hapus taqdir ajalnya tadi, dan ia kembali seperti biasa, bahkan bisa menikah, dan melakukan aktifitas sehari-hari.

Di antara hadits-hadits dan riwayat yang mengatakan bahwa malam Nishfu Sya'ban atau bulan Sya'ban ini adalah malam penentuan sekaligus penghapusan ajal dan rezeki adalah seperti di bawah ini. Hanya saja, perlu penulis sampaikan bahwa hadits-hadits tersebut umumnya dhaif dan ada beberapa hadits yang belum sempat penulis lacak perawinya. Namun demikian, hadit-hadits yang berbicara seputar hal itu sangat banyak dan beragam sehingga, hemat penulis, masih boleh kita pakai, paling tidak sebagai fadhailul 'amal (keutamaan Amal), agar kita lebih dapat memanfaatkan malamNishfu Sya'ban ini untuk beribadah kepada Allah.

Persoalan berikutnya adalah bagaimana dengan tradisi mengisi malam Nishfi Sya'ban ini dengan cara berjamaah? Umumnya di beberapa masyarakat muslim, baik di Indonesia, Mesir, Yaman, Irak, Tunisia, Libia, Syiria dan yang lainnya, pada malam Nishfu Sya'banini mereka melakukan dzikir, shalat, berdoa dan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali secara berjamaah. Di kota mesir tradisinya tidak berbeda dengan di negara-negara lain; setelah shalat Maghrib berjamaah, mereka membaca surat Yasin 3 kali, berdoa banyak serta melakukan shalat Tasbih. Persoalannya bagaimana menurut Islam?

Memang pada masa Rasulullah dan para sahabat mengisi malam Nishfu Sya'bandiberjamaahkan ini tidak terjadi dan tidak ada. Namun, sekali lagi, hemat penulis, ini tidak berarti dilarang dan tidak diperbolehkan. Karena sebagaiman telah penulis ketengahkan di atas, bahwa sebagian besar ulama memandang istimewa malam Nishfu Sya'ban ini. Tinggal persoalannya mengenai teknis mengisinya itu; ada yang sendiri-sendiri dan ada pula yang diberjamaahkan. Semua ini hemat penulis sah-sah saja, bahkan apabila dengan diberjamaahkan akan lebih banyak manfaatnya, misalnya yang tidak tahu menjadi tahu atau yang malas menjadi tidak, maka tentu diberjamaahkan lebih baik.

Pelaksanaan mengisi malamNishfu Sya'ban diberjamaahkan ini pertama kali dilakukan oleh ulama tabi'in yang bernama Khalid bin Ma'dan, lalu diikuti oleh ulama tabi'in lainnya seperti Makhul, Luqman bin Amir dan yang lainnya.  Bahkan terus berlanjut dan menjadi tradisi ulama Syam dan Bashrah sampai saat ini.

Meski tidak dilakukan pada masa Rasulullah dan para sahabatnya, penulis lebih condong untuk mengatakan tidak mengapa dan tidak dilarang. Tidak semua yang tidak dipraktekkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya menjadi sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Selama ada hadits dan qaidah umum yang membolehkan, maka mengenai teknis, apakah diberjamaahkan atau sendiri-sendiri, semuanya diserahkan kepada masing-masing dan tentu diperbolehkan.

Hal ini sebagaimana tradisi takbir berjamaah pada malam hari raya. Hal ini tidak dilakukan pada masa Rasulullah saw dan para sahabatnya. Rasulullah dan para sahabat hanya melakukannya di rumah masing-masing. Tradisi berjamaah membaca takbir pada malam Hari Raya ini pertama kali dilakukan oleh seorang ulama tabi'in yang bernama Abdurrahman bin  Yazid bin al-Aswad. Dan tradisi ini pun sampai saat ini masih diberlakukan dan diamalkan hampir di seluruh negara-negara muslim.

Demikian juga dengan shalat Qiyam Ramadhan diberjamaahkan. Rasulullah hanya melakukannya satu, dua atau tiga malam saja secara berjamaah. Setelah itu, beliau melakukannya sendiri. Dan hal ini berlaku juga sampai masa khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq serta pada permulaan khalifah Umar bin Khatab. Setelah Umar bin Khatab masuk ke sebuah mesjid dan menyaksikan orang shalat Qiyam Ramadhan sendiri-sendiri, akhirnya beliau melihat alangkah lebih baiknya apabila diberjamaahkan. Sejak itu, beliau menunjuk sahabat Rasulullah yang bernama Ubay bin Ka'ab untuk menjadi imam pertama shalat Qiyam Ramadhan diberjamaahkan. Tradisi ini juga berjalan dan terus dipraktekkan sampai sekarang ini.

Namun tradisi Nishfu Sya’ban belakangan ini digoyang-goyang dan di gebuk dengan gebukan keras oleh kelompok yang mengklaim dirinya Islam puritan (murni). Kekhusyu’an dan ketenangan masyarakat terusik dengan adanya keterangan-keterangan yang sifatnya menyudutkan dan tendensius (kecendrungan) dengan menyatakan bahwa: ”segala sesuatu yang berbau tradisi seperti kumpul-kumpul di tempat-tempat ibadah membaca Yasin, membawa air pada malam Nishfu Sya’ban itu sebagai TBC (Takhayyul, Bid’ah dan Churafat).”

        Pendapat tersebut adalah pendapat orang yang ilmunya masih cetek. Laksana buah masih pentil belum mateng, jadi masih sepet campur getir. Pendapat yang sama sekali tidak mencerminkan kapasits keilmuan yang biasanya arif dan proposional dari sosok orang-orang yang menamakan dirinya ulama. Lebih-lebih ia mengeluarkan fatwa untuk menutup masjid-masjid dan mushalla-mushalla pada saat malam Nishfu Sya'ban. Orang seperti ini disebut dalam al-Qur'an sebagai orang yang memiliki sifatQatur yakni orang yang dirinya enggan melakukan kebaikan dan juga melarang orang lain untuk melakukan kebaikan. Kata orang Betawi "Udah kaga mau ngaji, malah ngatain orang ngaji". Umpama ente kaga suka dengan perayaan Nishfu Sya'ban, ente jangan ngatain orang musyrik ama sesat segala dong.!!!

Keabsahan hukum pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban

1) أسنى المطالب في أحاديث مختلفة المراتب : للشيخ عبد الرحمن بن محمد بن درويش الحوت البيروتي . ص :585 (دار الفكر 1991)

وبالجملة فعدة ما ورد في ليلة نصف شعبان يدل على فضلها, كما ذكره اهل العلم , واما قراءة سورة يس ليلتها بعد المغرب والدعاء المشهور فمن ترتيب بعض أهل الصلاح من عند نفسه, قيل هو البوني ولا بأس بمثل ذلك .

Artinya: ” Kesimpulannya adalah seluruh khabar yang datang menjelaskan keistimewaan malam Nishfu Sya’ban, hal itu memberikan indikasi atas keutamaan malam tersebut. Sebagaimana para ulama telah menyebutkannya. Adapun pembacaan surah Yasin pada malam Nishfu Sya’ban yang dilakukan setelah shalat Maghrib dan juga pembacaan doa yang masyhur, maka itu semua merupakan susunan yang dibuat oleh orang-orang baik dari diri mereka sendiri (bukan perintah Rasulullah). Ada yang mengatakan hal itu disusun oleh Syaikh al-Buniy. Dan tidak mengapa (tidak ada masalah) apabila amalan tersebut dilakukan.”

2) كنز النجاح والسرور في الأدعية التي تشرح الصدور : للشيخ العلامة عبد الحميد قدس . ص : 57 (مطبعة المدني 1969)

وقد جمع دعاء مأثور مناسب للحال خاص بليلة النصف من شعبان مشهور, يقرأه المسلمون تلك الليلة الميمونة فرادى وجمعا في جوامعهم وغيرها يلقنهم احدهم ذلك الدعاء او يدعو وهم يؤمنون كما هو معلوم . وكيفيته : تقرأ أولا قبل ذلك الدعاء بعد صلاة المغرب سورة يس ثلاثا .
Artinya:"Sungguh telah dikumpulkan doa Ma'tsur yang terkait konteks khusus dengan malam Nisfu Sya'ban. Doa tersebut dibaca oleh muslimin pada malam yang diberikan anugrah secara sendiri-sendiri dan berkelompok di masjid Jami' dan lainnya. Seorang dari mereka mentalqinkan (menuntun) doa tersebut dan jamaah mengikutinya atau ada juga salah seorang yang berdoa dan jamaahnya mengaminkan saja sebagaimana umumnya. Caranya: Pertama Surat Yasin dibaca 3 kali setelah shalat Maghrib sebelum membaca doa."

3) مجموعة الردود الشاملة : للشيخ العلامة محمد ابراهيم محمد سالم . ص : 320

واما قراءة يس ثلاث مرات كما هو معروف في احياء هذه الليلة فالأصول العامة تؤيده ففي الحديث الشريف المروي عند مسلم وغيره عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ . وروي أيضا أن أبا هريرة رضي الله عنه جاء لأهل السوق وهم في عملهم فقال لهم انتم هنا وميراثُ محمد صلى الله عليه وسلم يُقسمُ في المسجد ؟ فتركوا سلعهم وجاءوا فوجدوا أقواما يقرأون القرأن جماعات جماعات .
Artinya:"Adapun pembacaan surat Yasin 3 kali sebagaimana diketahui orang dalam menghidupkan ibadah pada malam Nishfu Sya'ban itu berdasarkan dalil umum yang menguatkannya. Hadis riwayat Imam Muslim dan Imam yang lainnya sanadnya dari Abu Hurayrah dari Rasulullah bersabda:"Tidaklah berkumpul satu kaum di salah satu rumah Allah, di mana mereka membaca al-Qur'an, menderas al-Qur'an melainkan turun kepada mereka ketenangan dan mereka dinaungi oleh rahmat dan para malaikatpun mengelilingi mereka dan Allah menyebut-menyebut mereka kepada malaikat yang berda disisi Allah. Diriwayatkan juga sesungguhnya Abu Hurayrah datang kepada penghuni pasar yang sedang sibuk dengan kerjaan mereka. Abu Hurayrah berkata:"Wahai penghuni pasar kalian sedang di pasar sedangkan di masjid ada warisan Rasulullah sedang dibagikan? Maka dengan segera para penghuni pasar meninggalkan barang dagangan mereka dan mereka datang dan menemukan kumpulan orang yang sedang membaca al-Qur'an secara berkelompok."

4) فتح الملك المجيد المؤلف لنفع العبيد  :للشيخ العلامة أحمد الديربي الشافعي . ص : 23

(ومن خواص سورة يس) كما قال بعضهم أن تقرأها ليلة النصف من شعبان ثلاث مرات ألاولى بنية طول العمر والثانية بنية دفع البلاء والثالثة بنية الاستغناء عن الناس .

Artinya:"Di antara Khasiat surat Yasin, sebagaimana sebagian ulama mengatakan: Engkau baca surat Yasin 3 kali pada malam Nishfu Sya'ban. Yasin pertama dengan niat panjang umur. Yasin kedua, dengan niat terhindar dari bala. Yasin ketiga, dengan niat hidup kaya (tidak tergantung dengan orang lain)."

Banyak tulisan-tulisan yang terlihat berat sebelah dan membodohi umat karena banyak isi dari pembahasan perayaan malam Nisfu Sya’ban tidak dibahas secara tuntas dan seimbang. Seperti kitab-kitab berikut:

ü Kitab ( السنن والمبتدعات ) karya Syaikh Ahmad Ibn Muhammad Abdus Salam al-Shuqairiy.

ü Kitab ( تسليح الشجعان بحكم الاحتفال بليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Aqil Ibn Muhammad al-Maqthiriy al-Yamaniy.

ü Kitab ( موسوعة السنن والمبتدعات ) karya Syaikh Said Yusuf Mahmud Abu Aziz.

Selanjutnya, mohon maaf, sebelum anda ikut-ikutan mengatakan bahwa perayaan malam Nishfu Sya’ban itu Bid’ah sesat. Atau juga sebelum Anda terkecoh dengan ucapan seorang tokoh agama di satu kampung yang berfatwa kepada jamaahnya: "Siapa saja yang melakukan Nishfu Sya'ban akan mati dalam keadaan Suul Khatimah, kufur dan musyrik." Wal Iyadzubillah…

Atau juga Anda memang orang yang fanatik kepada seorang tokoh agama di kampung Anda, maka mulai sekarang singkirin fanatik itu ke comberan. Ada baiknya anda pelajari terlebih dahulu secara mendalam dalil-dalil yang disebutkan oleh para ulama dan Anda harus memperbanyak literatur untuk memperkaya wawasan agar pandangan Anda tidak picik dalam menyikapi fenomena Nishfu Sya’ban. Jangan hanya Anda membaca buku-buku, majalah dan kitab-kitab yang menggebuk perayaan malam Nishfu Sya’ban. Anda juga kudu longokin kitab-kitab yang menjelaskan argumen para ulama yang membolehkannya. Sebab, Kitab-kitab karangan ulama sangat banyak.[15]

Anda jangan terlalu percaya diri dengan pengetahuan yang picik mengatakan kitab ente baca yang paling benar. Laksana orang belanja anda hanya baru belanja di satu toko kecil yang terbatas isinya. Anda belum pernah belanja di tempat pusat perbelanjaan besar. Yang kalau kita mencari susu saja rak susunya sangat panjang, aneka susu dapat kita dapat di sana. Dari susu Ibu hamil, ibu menyusui sampai susu orang lanjut usia dan bahkan susu orang yang mau mati juga ada.

Tidak usah anda tergesa-gesa mengatakan bahwa perayaan Nishfu Sya’ban tidak ada dalilnya. Masih sangat banyak referensi yang belum Anda ketahui untuk Anda baca. Kalau Anda agak luas membaca refrensi dan literatur yang banyak, anda akan salahkan pendapat Anda. Memang, tabiat manusia akan selalu menolak sesuatu yang belum ia ketahui. Sebagaimana dikatakan oleh para ulama:

الْمَرْءُ عَدُوُّ مَا جَهِلَ

Artinya; “Seseorang itu menjadi musuh (menolak), akan seseuatu yang ia tidak ketahui.”[16]

Di antara kitab-kitab yang sangat perlu anda baca dan anda pahami yaitu:

ü Kitab ( ماذا في شعبان ) karya Allamah kabir Sayyid Muhammad Ibn Alawiy Ibn Abbas al-Malikiy al-Hasaniy.

ü Kitab ( حسن البيان ) karya Syaikh Abdullah Ibn Muhammad Ibn al-Shiddiq al-Ghumâriy (W.1413 H).

ü Kitab ( فتح الرحمن في فضل ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Hasan Syarsyar al-Syafiiy.

ü Kitab (التبيان في بيان ما في ليلة النصف من شعبان  ) karya Syaikh Mula Ali al-Qariy.

ü Kitab (العرائس الحسان في شرح فضائل ليلة النصف من شعبان ) karya Sayyid Husain Ibn Salim al-Dajjâniy.

ü Kitab ( تحفة الاخوان في قراءة الميعاد في رجب وشعبان ) karya Syaikh Ahmad Ibn Hajjaziy al-Fasyaniy.

ü Kitab ( لطائف المعارف فيما لمواسم العام من الوظائف )  karya Syaikh Ibn Rajab al-Hambaliy

ü Kitab  (الكلمات الحسان في فضائل ليلة نصف شعبان )karya Syaikh Hasanayn Muhammad Ali Makhluf al-Adawiy.

ü Kitab (بهجة الاخوان في فضل ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Muhammad Ibn Abdurrahman Ibn Ubayd al-Mahalliy.

ü Kitab (تحفة اليقظان في ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Manshur al-Thablawiy (W. 1014 H)

ü Kitab (عقد المرجان في فضيلة ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Nuh Ibn Mushtafa al-Qanawiy (W. 1070 H)

ü Kitab (نصيحة اهل الايمان في فضل ليلة النصف من شعبان ) karya Rajab Ibn Muhammad al-Imraniy

ü Kitab (هداية المنان في فضائل ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Ali Zaynal Abidin al-Ajhuriy (W. 1066 H)

ü Kitab (تحلية الشبعان في ما روي في ليلة النصف من شعبان) karya Syaikh Muhammad Ibn Thulun al-Dimasyqiy (w. 953 H)

ü Kitab (ضوء البدر في إحياء ليلة عرفة والعيدين ونصف شعبان وليلة القدر ) karya Syaikh Abdurrahman Ibn Abi Bakar al-Suyuthiy

ü Kitab (الدر العالي الشان على ليلة النصف من شعبان ) karya Ahmad al-Suhaymiy

ü Kitab (ياقة الريحان فيما يتعلق بليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Muhammad Ibn Muhammad al-Labban al-Iskandariy

ü Kitab (منح المنان بفضائل النصف من شعبان ) karya Syaikh Ibrahim Ibn Ali Ibn Hasan al-Saqa.

ü Kitab (فيض المنان في شرح فضل ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Muhammad Ibn Ali al-Bakriy al-Syafiiy (W. 1007 H)

ü Kitab (عرائس الحسان في شرح فضائل ليلة النصف من شعبان ) karya Najmuddin al-Ghaithiy (w..

ü Kitab (هطال وابل الامتنان فيما يقال ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Mushthafa Ibn Kamaluddin Ali al-Bakriy.

ü Kitab (مواهب الكريم المنان في الكرم على ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Muhammad al-Barkawiy al-Hanafiy

ü Kitab ( فضل النصف شعبان ) karya Syaikh Muhammad Ibn Ismail al-Yamani (w. 609 H)

ü  Kitab ( منحة الرحيم الرحمن في بعض ما ورد في ليلة النصف من شعبان ) karya Syaikh Mahmud Ibrahim al-Bahrayniy

ü Kitab  ( فضائل ليلة نصف شهر شعبان ) karya Syaikh Salim Ibn Muhammad al-Sanhuriy al-Malikiy (w. 1015 H)

ü kitab (ليلة النصف من شعبان في ميزان الإنصاف العلمي وسماحة الإسلام) karya Syaikh Zakkiy Ibrahim.

Masih banyak lagi deretan nama ulama papan atas yang memiliki karya ilmiah terkait dengan pembahasan tersebut. Di antara mereka: Syaikh al-Ajhuriy al-Malikiy, Syaikh Abul Hasan al-Shiddiqiy, Muhammad Habibullah al-Syanqithiy, Syaikh Muhammad al-Hafiz al-Tijani, Syaikh Imran al-Syadzilliy, Syaikh Muhammad Habibullah al-Rayyaniy dan lain-lain.

Risalah yang alfaqir kumpulkan ini merupakan perasan dari berbagai kitab-kitab di atas. Mudah-mudahan risalah ini memiliki fungsi ganda sebagai ”Siku-Siku”sekaligus ”Gula-Gula”. Anda yang sudah mengamalkan perayaan Nishfu Sya’ban akan lebih keker (mantap) dalam mempraktikkannya mengingat dalam risalah ini terdapat berbagai isyarat dalil-dalil yang menganjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah yang bersumber dari Nabi, sahabat ataupun para ulama. Adapun Anda yang sampai saat ini masih alergi dengan perayaan malam Nishfu Sya’ban baik karena belum paham atau kemalasan, semoga setelah membaca risalah ini akan terangsang untuk mengikuti dan merasakan manfaatnya. Paling tidak, menjadi wawasan yang mencegah Anda dari latah mengucapkan ”Bid’ah, sesat, kufur dan musyrik” kepada orang yang mengamalkannya.

Kaifiyat Pembacaan Yasin

v Baca al-Fatihah dan Surat Yasin dengan niat mudah-mudahan Allah memberikan panjang umur, sehat afiat dalam thaat dan ibadah serta istiqamah dalam kebaikan.

الفَاتِحَةَ اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُطِيْلُ اَعْمَارَنَا فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ , وَيُوَفِّقُنَا لِكُلِّ عَمَلٍ مَرْضِيٍّ وَالطَّاعَةِ , وَيَجْعَلُنَا مِنْ عِيَالِ السَّلاَمَةِ , وَيَحْفَظُنَا وَيَرْعَانَا بِالرِّعَايَةِ التَّآمَّةِ , مَعَ الْهُدَى وَالتَّوْفِيْقِ , وَاْلأِسْتِقَامَةِ وَالتَّصْدِيْقِ . اَلْفَاتِحَة ...
Kemudian membaca surat Yasin, setelah surat Yasin membaca doanya.

v Baca al-Fatihah dan Surat Yasin dengan niat Allah jauhkan diri kita dan keluarga dari bala, fitnah dan mushibah serta Allah berikan kepada kita keluasan rizqi yang halal, berkah bagi kita dan keluarga.

الفَاتِحَةَ اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنِيَّةِ اْلقَبُوْلِ , وَتَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَمَأْمُوْلٍ , وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا وَبِنِيَّةِ أَنَّ اللهَ الْكَرِيْمَ يَفْتَحُ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ , وَيُفَقِّهُنَا فِي الدِّيْنِ , وَيَرْزُقُنَا كَمَالَ اْلاِخْلاَصِ وَاْليَقِيْنِ , وَيَرْزُقُنَا اَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ وَبَنَاتٍ صَالِحَاتٍ , وَاْلعِصْمَةَ مِنَ اْلأَفَاتِ وَالْعَاهَاتِ , ويَجْعَلُنَا مُيَسَّرِيْنَ فِي اْلأَرْزَاقِ الطَّيِّبَاتِ الْمُبَارَكَاتِ , وَمُرْتَفِعِيْنَ فِي الْمَرَاتِبِ وَالدَّرَجَاتِ . وَبِنِيَّةِ اَنَّ اللهَ يَدْفَعُ اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَاْلأَمْرَاضَ وَاْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ . اَلْفَاتِحَة ...
Kemudian membaca surat Yasin, setelah surat Yasin membaca doanya.

v Baca al-Fatihah dan Surat Yasin dengan niat Allah jadikan hati kita kaya dengan perangai baik, jauh dari hasud, dengki, riya, takabbur dan ujub serta mohon ketetapan iman dan Islam serta khusnul Khatimah (akhir hidup yang baik).

الفَاتِحَةَ اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُصْلِحُ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبَنَا مَعَ الْبِرِّ وَاْلاِحْسَانِ , وَيُثْبِتُ لَنَا اْلاِسْلاَمِ وَاْلاِيْمَانِ , بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ امْتِحَانٍ , بِجَاهِ سّيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ , وَيَحْفَظُنَا مِنْ شَرِّ اَهْلِ الزَّمَانِ , وَفِتْنَةِ الشَّيْطَانِ , وَحَسَدِ اْلاَهْلِ وَالْجِيْرَانِ , ويَجْعَلُنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ وَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهُ , ويَخْتِمُ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ . اَلْفَاتِحَة ...
Kemudian membaca surat Yasin, setelah surat Yasin membaca doanya.

Perhatian: Bagi para jamaah yang hadir pada perayaan malam Nishfu Sya'ban secara berjamaah yang berhalangan untuk membaca surat Yasin, maka hendaknya ia membaca surat al-Ikhlash, sebanyak-banyaknya. Agar ia tidak menyia-nyiakan waktu yang memiliki keutamaan tanpa berdzikir dan berdoa kepada Allah.

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Atau ia membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Syaikh Abdul Hamid Qudus dalam kitab Kanzun Najah Was Sururhalaman 65 mengatakan siapa yang membaca dzikir ini di malam Nishfu Sya'ban sebanyak (2375) kali, maka dengan izin Allah Taala, ia akan diberikan perlindungan dari bala sampai tahun akan datang.

[1] Dalam keterangan hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas ia berkata: ” Aku pernah didatangi oleh orang Yahudi dan ia bertanya kepadaku: Wahai Ibn Abbas, tahukah engkau mengapa dinamakan bulan Rajab? Lalu aku menjawab: Karena pada bualan Rajab ( يترجب خير كثير ) menjadi agung macam-macam kebaikan dan bulan Rajab juga disebut bulan ( الأصم ) yang berarti keras. Karena pada bulan ini, para malaikat mengeraskan suara dalam mensucikan Allah. Lihat; Hasan Ibn Abi Thalib al-Khallal, Fadhâil Rajab, (Dar Ibn Hazm 2005) h. 8.

[2] Ali al-Hindiy, Kanzul Ummâl Fi Sunan al-Aqwâl Wa al-Af’âl, vol. 8 (Muassasah al-Risalah 1981) h. 591. no: 24293.

[3] Muhaddist al-Haramayn Sayyid Muhammad Ibn Alwiy Ibn Abbas al-Malikiy, Mâ Dzâ Fî Sya’bân, (2001) h. 3.

[4] Badr al-Ayniy, Umdah al-Qâriy Syarh Shahih al-Bukhâriy, vol. 11 (Beirut: Dar al-Fikr 1990) h. 82.

[5] Syaikh Abu al-Khayr al-Thâliqâniy, nama lengkap beliau adalah Ahmad Ibn Ismail Ibn Yusuf al-Thâliqâniy. Beliau seorang ulama besar, ahli tafsir, hadis, fiqh dan tasawwuf yang berafiliasi dalam Mazhab Imam Syafii. Beliau dilahirkan di kota Qazwin pada tahun 512 H. Wafat pada tahun 590 H.

[6] Syaikh Abdurrahman al-Shafuriy, Nuzhatul Majalis Wa Muntakhabun Nafais, (Dinamika Jakarta 1990) h. 159.

[7] Riwayat Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunannya hadis no: 1378

[8] Bani kalb adalah satu kabilah arab yang memiliki kambing paling banyak pada zaman itu. Sebuah kinayah (ungkapan) Rasulullah, bahwa Pada malam tersebut sangat banyak hamba-hamba pilihan yang mendapat ampunan dari dosa-dosa kecil mereka.

[9]  Imam al-Bayhaqiy dalam kitab Sua'b al-Iman hadis no: 3713, Imam Abdur Razzaq dalam kitab Mushannaf hadis no: 7927.

[10] Ali al-Hindiy dalam kitab Kanzul Ummal hadis no: 24107

[11] Riwayat Imam Nasaiy dalam kitab Sunannya hadis no: 2317, Imam Ahmad dalam Musnad hadis no: 20758.

[12] Dihikayatkan bahwa bangsa jin mu'min, kelompok binatang buas, burung-burung dan ikan-ikan di laut, mereka melakukan puasa pada pertengahan bulan Sya'ban. Lihat: Syaikh Abdurrahman al-Shafuriy, Nuzhatul Majalis Wa Muntakhabun Nafais, (Dinamika Jakarta 1990) h. 157.

[13] Syaikh Ahmad Shawiy al-Malikiy mengatakan bahwa: "awal mula catatan ajal dan rizki makhluq Allah tulis di Lauhil Mahfuz pada malam Nishfu Sya'ban dan Allah memberikan catatan itu kepada 4 malaikat (Jibril, Mikail, Israfil dan Azrail) pada malam Qadar (lailatul Qadar). Lihat Tafsir al-Shawiy juz 4 (Beirut: Darul Fikr 1994) halaman 76.

[14]  Imam Jalaluddin al-Suyuthiy menyebutkan dalam kitab al-Jami' al-Kabir hadis no: 44314.

[15] Ketika Islam di bawah pemerintahan Khalifah al-Mu’tashim Billah. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, cucunya Jengis Khan. Pada waktu itu, tentara Mongol dengan kejam membantai rakyat Baghdad, dan menurut sejarah, kota Baghdad terendam oleh darah setinggi lutut, dan semua buku-buku koleksi perpustakaan Islam, di buang ke sungai Tigris (Dijlah). Karena sangat banyak, kitab-kitab para ulama yang dibuang ke sungai sampai membentuk seperti sebuah jembatan, dan air sungai berubah menjadi hitam karena tinta yang luntur.

[16] Ali Ibn Muhammad al-Mawardiy, Adab al-Dunya Wa al-Din, (Beirut: Dar al-Fikr 1990) h. 22.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MALAM NISHFU SYA'BAN"

Post a Comment