Janganlah suka Membid'ahkan dan Mengkafirkan orang

Pada suatu hari Abu Wawan yang hendak pergi melanjutkan studi S2 nya di kampus ternama di Ibu Kota. di tengah jalan Abu wawan berpapasan dengan Kang Dollah yang hendak pergi menghadiri Maulid Nabi di Kampung sebelah , Kang Dollah adalah Pemimpin majelis ta'lim dan Guru ngaji anak-anak di sebuah surau (mushola) kecil di Kampung yang kebetulan satu kampung dengan Abu Wawan, Masa Mudanya Kang Dollah bisa dikatakan dihabiskan di pesantren...belasan tahun Kang Dollah menimba ilmu di pesantren, dan sekarang Kang Dollah mengabdi kepada masyarakat dengan ilmunya yang telah ia dapat sewaktu di pesantren .. Kang Dollah menyapa lebih duluan kepaada Abu Wawan....

Kang Dollah : Assalamu'alaikum yaa Abu....

Abu Wawan : Wa'alaikumsalam Kang.

Kang Dollah : Mau kemana mas Abu, koq barang bawaannya banyak banget..??..mau saya bantuin??

Abu Wawan : Syukron..syukroon..syukron , ana Mau lanjutin studi S2 di Kota, Alhamdulilah kang, ana kemarin lolos seleksi dan diterima di kampus ternama di Ibu Kota... antum mau kok jalan sendirian...

Kang Dollah  : Alhamdulillah.. semangat yaa ..mas Abu, semoga kelak ilmu yang engkau dapatkan bisa bermanfaat bagi seluruh umat manusia..., ini mau menghadiri acara Maulid Nabi di kampung sebelah, kebetulan kemarin saya diundang untuk menghadiri...                           

Abu Wawan  : Loooh Kok menghadiri maulid nabi Kang, nieeh yaaah kang ana kasih tau...kata Ustad ane pas ana ngaji di kampus dulu, bahwa semua Ibadah yang tidak pernah dikerjakan oleh Nabi adalah Bid’ah!!!...Jadi seperti Tahlilan, Maulid Nabi dan Istighotsahan itu  bid’ah semua, dan setiap bid’ah itu sesat !!...dan Neraka tempatnya...                                                    

Kang Dollah : Oooh ...jadi setiap ibadah yang tak pernah dikerjakan oleh nabi itu bid’ah ya mas ..??..kalau begitu..saya, Kiai saya, kamu dan Ustad kamu nanti sama-sama di neraka  semua, karena kita ini pelaku bid’ah semua.                                                              

Abu Wawan   : Jangan begitu dong antum kang...jangan asal nuduh antum..amalan ana dan ustad ana  itu sudah sesuai dengan Quran dan Hadist, jadi gak ada yang bid’ah.                         

Kang Dollah : eee.. tunggu dulu mas abu, kemarin saya lihat mas abu berzakat fitrah dengan beras, saya lihat juga Ustad mas Abu melakukan Umrah Ramadhan, dan juga sering khutbah dengan bahasa Indonesia. Padahal seumur hidup Nabi tidak pernah berzakat fitrah dengan beras, mengerjakan Umrah di bulan Ramadhan, dan berkhutbah dengan bahasa  Indonesia.                                                                                  

Abu Wawan : (sabil berkata dlm hati - waduuh...benar juga ini Kang Dollah..kayaknya saya harus cepat-cepat pamit ), Maaf banget nie kang ana famit duluan takut ane ketinggalan  angkutan yang ke kota...
                                      
Kang Dollah : .. Oh yaa... Silahkan mas Abu, Hati-hati yaah ...semoga selamat sampai tujuan

Abu Wawan    : Asslaamu’alaikum...

Kang Dollah : Wa’alaikumsalam ...brooh ...

Beruntung sekali kita dijadikan ummat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang Rouuf, Nabi yang Rohiim. Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin. Nabi yang punya prinsip " Buat Mudah jangan buat sulit!". "Gembirakan jangan kau takut-takuti". "Dekati! Jangan buat lari!". "Yassiru wa laa Tu'assiruu!", "Bassyiru wa laa tundziru!" ....

Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah anda ..., golongan yang punya kebiasaan unik tapi sangat tidak menarik, yaitu membid'ah-bid'ahkan, menyesat-nyesatkan bahkan mengkafir-kafirkan saudaranya sendiri.

Coba lihatlah bagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus. Seperti contoh berikut terjadi di zaman Rasulullah SAW.

Perihal tentang makmum masbuk yg hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali anda yang hobi membid'ahkan.

Awal mula seorang disebut makmum masbuk adalah ketika pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang bernama Mu’adz bin Jabal, sosok pengikut Rasulullah yang taat kepada ajarannya . Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?, kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam. Sehingga jama'ah terlihat kurang teratur. Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal yang terlambat jama'ah. (diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud)

Mu'adz bin jabal langsung mengikuti gerakan Nabi, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal. Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah SAW. Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah SAW. Lalu bagaimanakah Rasulullah SAW menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Apakah Nabi SAW mengatakan seperti perkataan anda, " Engkau melakukan ibadah menurut kreasimu sendiri! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... tidak !!! sekali lagi tidak !!! bahkan Rasulullah SAW kemudian berkata, " sesungguhnya Mu'adz telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz!" . dan hingga sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal.

Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu. Banyak sunnah-sunnah yang membuat sejuk, membuat tentram, membuat damai, memberi motifasi? .... Tapi entahlah mengapa anda hanya berkutat pada sunnah sekitar celana dan janggut saja. Anda terlalu serius pada hadits 'kullu bid'atin dholalah' hingga lupa ada hadits “ Man sanna fil islami sunnatan hasanatan falahu ajruha wa ajru man `amila biha” (Kholis)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Janganlah suka Membid'ahkan dan Mengkafirkan orang"

Post a Comment