AHLI HADITS PEREMPUAN NUSANTARA

Yang namanya ulama jaman dulu itu, masalah pendidikan perempuan tidak mau kalah dengan kaum laki-laki. Bukan cuma ulama dari luar, Ulama Nusantara pun sangat tahu pentingnya pendidikan bagi perempuan. Sehingga tak ayal, jaman dulu sering terdengar perempuan yang menyandang gelar Syaikhah (Guru besar perempuan) yang keilmuannya sangat diakui dunia. Bahkan jadi rujukan populer para santri di seluruh dunia.


Mbah Ginanjar Sya'ban, dalam desertasinya mengungkapkan sebuah fakta unik yang cukup membuat kita kagum. Merujuk pada riset yang bertajuk Daurun Nisaa’ Fil ‘Inaayati Bis Shohihaini (riwaayat) Minal Quruunir Robii’ Hijri Hattal Quruuni Robi’ ‘Isyril Hijri (Peran Perempuan Dalam Melestarikan Kitab Shahih Bukhari-Muslim [Dengan Transmisi] Sejak Abad ke-4 hingga 14 H), karya Shafiyya Idris Fallata dari Universitas Jordan, tahun 2010. Dari riset tersebut ditemukan data penting. 

Salah satu dari sedikit ulama perempuan yang disebutkan di buku tersebut (ulama perempuan ahli hadits sepanjang abad ke-4 H sampai 14 H) adalah seorang ulama perempuan asal Nusantara, tepatnya dari Palembang. Ulama perempuan tersebut adalah Syaikhah Fathimah, puteri dari Syaikh ‘Abdus Shamad Al Falambani Syaikhah Fathimah adalah satu dari tiga ulama perempuan ahli hadits di abad ke-14 H (19 M). Ketiga ulama perempuan ahli hadits tersebut adalah : 
  1. Syaikhah Ummatullah binti Abdul Ghani Al Dahlawi (Delhi, India);
  2. Syaikhah Fathimah binti Abdus Shamad Al Falimbani (Palembang, Nusantara), dan ;
  3. Syaikhah Fathimah binti Ya’qub Al Makki (Mekkah).


Mereka itu semua, muhaddithah yang menjadi rujukan orang dalam mencari sanad hadits dua kitab shohih, yaitu kitab Bukhori dan Muslim. Dan seperti yang kita tahu, tidak sembarangan orang bisa menjadi muhaddits yang bisa jadi rujukan orang dalam mengampu hadits, terutama shohihain. Nah, jadi jangan tanggung-tanggung dalam menuntut ilmu bagi kaum perempuan atau yang punya anak perempuan. Kaum perempuan juga harus pintar dan cerdas. Jangan pernah mau dicekoki ideologi rusak lalu mau saja disuruh demo teriak-teriak sambil bawa anak.

Karena perempuan juga punya potensi dan hak untuk bisa menjadi pewaris keilmuan yang sangat berharga bagi kehidupan di masa depan. Dan itu lebih berguna bagi bangsa, agama dan manusia pada umumnya.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "AHLI HADITS PEREMPUAN NUSANTARA"

Post a Comment