Singapura Belajar Islam NUsantara Kepada NU

JAKARTA | Santrionline- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA bertemu dengan _Deputy Prime Minister_ Singapura, H.E. Teo Chee Hean di Jakarta, Rabu (08/03/2017).  Beberapa isu global dan kawasan ASEAN dibahas termasuk corak Islam Nusantara.

"Kami minta pandangan NU tentang Islam di Indonesia dan secara global," kata Wakil Perdana Menteri Singapura di awal sambutan dalam pertemuan tersebut.

Kiai Said Aqil pun menjelaskan bahwa inti dari Islam Nusantara adalah menghargai perbedaan.
"Islam yang dalam kesehariannya hidup saling menghormati dan menghargai perbedaan, moderat dan toleran," kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said Aqil, butuh kekuatan nalar dan ilmu keislaman dalam mengimplementasikan
prinsip NU tersebut.
"Contohnya saya, karena basic pesantrennya yang kuat, maka tetap berperilaku santri meski sekolah di tempat Wahabi," ujar Kiai Said Aqil.

Mendengar penjelasan Kiai Said, Wakil Perdana Menteri Singapura mengharapkan adanya pertukaran pemikiran Islam antara NU dengan Singapura. Teo juga berharap ada program pertukaran ustadz/ustadzah dan pertukaran pemuda untuk  bisa menyiarkan Islam yg _rahmatan lil alamin._

"Kami sangat menghargai nilai-nilai yang dimiliki NU, karena itu Singapura siap melakukan kerjasama yang erat dengan NU," kata Teo. (ANW/KSF/DAN/AW)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Singapura Belajar Islam NUsantara Kepada NU"

Post a Comment