Memfitnah NU Seolah Mendukung PKI, Alfian Tanjung Akan Dikepung Jika Masuk Cianju


Pamflet Tabligh Akbar Konsorsium dan Surat Keberatan NU Cianjur

  Cianjur.Santrionline– Tabligh Akbar yang diadakan oleh Konsorsium Ormas
Islam Plus di Masjid Agung Cianjur, Jawa Barat pada 21 Februari 2017,
berbuntut panjang. Pasalnya, acara bertajuk “Selamatkan Umat Islam dari
Komunis” yang mengahadirkan Alfian Tanjung itu berisi ujaran kebencian
kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut keterangan yang didapatkan Dutaislam.com langsung dari Ketua
PCNU Kabupaten Cianjur, KH M Choirul Anam MZD, dalam ceramah tersebut,
Alfian Tanjung menggunakan pembelokan opini sehingga NU dianggap
pendukung gerakan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru.

Isi ceramah menurut Kiai Anam intinya begini, “presiden kita yang
ketujuh itu benar-benar komunis. Ciri-ciri komunis itu membuat kebijakan
sepihak, misalnya penetapan hari Buruh, hari Pancasila 1 Juni, dan hari
Santri. Ini yang tidak berdasar,” kata Kiai Anam.

Alfian Tanjung tambah ngawur dengan menyatakan kalau menyatunya NU dalam
gerakan Nasakom (Nasionalisme, Agama dan Komunisme) ala Sokerano adalah
dalil bahwa dari dulu NU itu sudah bekerjasama dengan komunis. Ia
mengatakan itu tanpa menerangkan sejarah pembasmian PKI oleh NU dan
Ansor.

“Nah, salah satu contoh gerakan PKI gaya baru yang di back up oleh NU
itu adalah refleksi hari lahir PKI ke-90 yang yang diselenggarakan oleh
PCNU Kendal,” begitu kata Kiai Anam menirukan inti fitnah keji Alfian
Tanjung kepada jamaah NU yang rata-rata Muslimat NU itu.

Menurut Alfian Tanjung, NU mendukung gerakan PKI. “Nasakom gaya baru itu
menurut Alfian Tanjung adalah PDIP sebagai PKI nya, sementara agamanya
itu PKB karena PKB adalah basisnya NU,” tandas Kiai Anam yang asli
Malang tersebut.

Marasa difitnah atas provokasi Alfian Tanjung, Pengurus NU Cabang
Cianjur mengajukan surat keberatan kepada MUI Kabupaten Cianjur. Dalam
Surat bernomor 407/PC/A-1/D-06/II/2017 itu, Alfian Tanjung disebut telah
melakukan provokasi kepada jamaah seolah-olah NU Pendukung Gerakan
Kebangkitan PKI.

NU Cianjur juga memohon kepada penyelenggara acara, yakni Ahmad Yani
agar legowo mengundurkan diri dari Sekeretaris MUI Cianjur. Jika tidak,
maka pengurus NU yang menjabat pengurus MUI Cianjur akan mengundurkan
diri. Diketahui, Ahmad Yani sekum MUI itu adalah wahabi ektrim yang anti
NU.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur, KH M Choirul Anam MZD, ceramah
Alfian Tanjung telah mengakibatkan banyaknya jamaah ibu-ibu Muslimat NU
ikut terhasut tanpa tabayun.

“Laporan di empat kecamatan; Cipanas, Pacet, Cianjur Kota dan Cibeber,
ibu-ibu Muslimat tidak mau lagi mengenakan seragam Muslimat karena takut
dituduh PKI,” terang Kiai Anam kepada Dutaislam. Itulah yang disebut
Kiai Anam membuat NU marah. “Coba Alfian Tanjung datang ke Cianjur, saya
kepung itu,” tegasnya.

Dulu, terang Kiai Anam, kalau mengadakan pengajian, konsorsium
mengirimkan muballigh masing-masing ormas. “Pak Hasyim Mudazi dulu juga
pernah turun, sekjend Persis, sekjend Muhammadiyah juga turun. Enak jaga
ukuwah. Belakangan ini muballihnya dari luar. Yang kemarin NU tidak
diajak berembug apalagi diundang tapi isinya menyerang NU,” imbuhnya. [dutaislam.com/ aw]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *