Tafsir Surat Ali Imran Ayat 28

Tafsir Ali Imran ayat 28 dalam kacamata Syeikh Ali Muhammad Shobuni (Mukhtashor Tafsir Ayatil Ahkam, hal. 120) :

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ (آل عمران : ٢٨)
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali Karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan Hanya kepada Allah kembali (mu). Katakanlah : "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

- Motif turunnya ayat
(سبب النزول)

نزلت هذه الآية الكريمة في شأن قوم من المؤمنين كان لهم أصحاب من اليهود كانوا يوالونهم فقال لهم بعض الصحابة : اجتنبوا هؤلاء اليهود واحذروا مصاحبتهم لئلا يفتنوكم عن دينكم ويضلوكم بعد إيمانكم فأبى أولئك النصيحة.
وبقوا على صداقتهم ومصاحبتهم لهم فنزلت الآية الكريمة (لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ) الآية.
Ayat ini turun saat kaum mukmin merajut tali kasih dan berteman dengan kaum yahudi. Kemudian sebagian sahabat berkata :
"Jauhilah orang-orang yahudi dan takutlah berteman dengan mereka agar tidak ada fitnah dari mereka terhadap agamamu serta agar mereka tidak menyesatkan keimananmu".
Maka kaum mukmin pada saat itu tidak mendengarkannya dan tetap merajut pertemanan dengan orang-orang yahudi. Lalu turunlah ayat,
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ

- Ayat yang menunjukkan atas keharaman berkasih sayang terhadap orang-orang kafir.
(الآيات الدالة على تحريم موالاة الكافرين)

وفي هذا المعنى الذي ذكرناه وهو حرمة موالاة الكافرين نزلت آيات كثيرة منها ما هو خاص بأهل الكتاب ومنها ما هو عام للمشركين نكتفي بذكر بعض هذه الآيات الكريمة
Dan didalam makna ini yang saya tuturkan ialah keharaman berkasih sayang dengan orang-orang kafir. Telah turun banyaknya ayat yang salah satunya tentang ke kolektifan atas ahlul kitab dan tentang ke generalan atas kaum musyrikin.

١. قال تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ (المائدة : ٥١)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi kekasih ; sebagian mereka adalah kekasih bagi sebagian yang lain.

٢. وقال تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ (الممتحنة : ١)
Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu menjadikan musuhku dan musuhmu sebagai kekasih sehingga kamu sampaikan kepada mereka karena rasa kasih sayang.

٣. وقال تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (المائدة : ٥٧)
Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang yang beriman.

٤. وقال تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا (آل عمران : ١١٨)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi kekasih orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.

٥. وقال تعالى : لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ (المجادلة : ٢٢)
Kamu (muhammad) tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya.

- Apakah diperbolehkan memberi kekuasaan dan mempekerjakaan orang-orang kafir didalam urusannya orang-orang islam ?
هل تجوز تولية الكافر واستعماله في شؤون المسلمين ؟

استدل بعض العلماء بهذه الآية الكريمة على أنه لايجوز تولية الكافر شيأ من أمور المسلمين ولاجعلهم عمالا ولاخدما كما لايجوز تعظيمهم وتوقيرهم في المجلس والقيام عند قدومهم فإن دلالته على التعظيم واضحة وقد أمرنا باحتقارهم
Sebagian ulama beristidlal atas ketidak bolehannya memberi kekuasaan terhadap orang-orang kafir untuk mengurusi urusan-urusan orang muslim. Dan ketidak bolehan menjadikan mereka sebagai pekerja. Sepertihalnya mengagungkan dan memuliakan mereka didalam majelis dengan berdiri dalam keadaan ketika mereka mendatangi. Karena sesungguhnya kita telah diperintah untuk merendahkan mereka,
 إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ (التوبة : ٢٨)
Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis

قال ابن العربي : وقد نهى عمر بن الخطاب أبا موسى الأشعري بذمي كان استكتبه باليمن وأمره بعزله.
Ibnu arabi berkata : Sayyidina Umar bin Khatab sesungguhnya melarang Abu Musa Al-Asy'ary yang menjadikan seorang kafir dzimmi sebagai juru tulis di Yaman. Beliaupun memerintahkan Abu Musa untuk memecatnya.

قال (الجصاص) : (وفي هذه الآية ونظائرها دلالة على أن لا ولاية للكافر على المسلم في شيء وأنه إذا كان الكافر ابن صغير مسلم بإسلام أمه فلا ولاية له عليه في تصرف ولا تزويج ولا عيره، ويدل على أن الذمي لايعقل جنابة المسلم وكذلك المسلم لايعقل جنابة لأن ذلك من الولاية والنصرة والمعونة).
ومما يؤيد هذا الرأي ويرجحه قوله تعالى
Dan didalam ayat yang serupa atas petunjuk terhadap ketidak adaannya kekuasaan untuk orang kafir terhadap orang muslim. Dan ketika seorang kafir memiliki anak muslim sebab ibunya yang muslim, maka tidak ada wewenang kepada si kafir untuk mentasharufkan dan menikahkan anaknya yang muslim. Ayat tersebutpun memberi petunjuk terhadap ketidak adanya diyat ketika seorang kafir melukaiorang islam atau sebaliknya. Karena masalah pembayaran diyat termasuk dalam sebagian permasalahan kekuasaan dan pertolongan. Hal ini pun di perkuat oleh firman Allah surat An-nisa ayat 141 :
وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا
Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk orang-orang beriman.

Wallahu 'alam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tafsir Surat Ali Imran Ayat 28"

Post a Comment