Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November


Pesan Moral
Berpecah adalah Musuh Utama Ukhuwah: Jaga Ukhuwah untuk
Indonesia yang Aman dan Damai
Bismillahirrohmanirrohim 
Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kepada Allah SWT,
Indonesia terus berkembang menjadi sebuah negara yang hidup berdasarkan kepada
nilai-nilai luhur bangsa dimana masyarakatnya dapat hidup aman-tenteram saling
menghormati, dan rukun berdampingan secara harmonis antara satu dengan yang
lainnya.
Hari ini, Indonesia
dikenal publik Internasional sebagai negara yang patut dijadikan percontohan
dan teladan, terutama dalam menjadikan faktor kebhinnekaan (keanekaragaman)
justru sebagai kekuatan. Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia telah berhasil
meletakkan hubungan agama dengan negara secara ideal.
Agama tidak lagi
dipertentangkan dengan negara. Nilai agama melebur dengan budaya lokal yang
baik, melahirkan spirit wathoniyah (nasionalisme yang tumbuh subur dengan
berkembangnya nilai keagamaan). Sebagaimana yang disampaikan Hadlratussyaikh KH
M. Hasyim Asy’ari, pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama yakni:
حب
الوطن من الإيمان
“Cinta tanah air adalah bagian dari Iman”
Tidak begitu halnya
yang terjadi di beberapa negara, terutama di negara-negara Teluk ataupun di
negara-negara sekuler.
Hari ini
negara-negara teluk seperti Irak, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Yaman dan
lainnya, memasuki suatu babakan baru yang disebut sebagai
“failed-state”, negara gagal, diakibatkan keliru menerapkan hubungan
agama dan negara, sehingga keduanya dipertentangkan satu sama lain yang
akibatnya menimbulkan kekacaubalauan.
Ratusan ribu bahkan
jutaan manusia menjadi korban atas peperangan yang timbul akibat
kesalahpahaman. Sementara di negara-negara sekuler yang hanya mengedepankan
rasionalitas tanpa agama justru melahirkan titik balik suatu peradaban yang
tidak lagi “memanusiakan manusia”.
Dewasa ini, kita
tengah menghadapi suatu diskursus publik yang luas, terutama dalam penyikapan
masyarakat atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan
Seribu, yang menimbulkan kontroversi di hampir seluruh kalangan. Bahkan
sebagian kalangan mengatasnamakan “Aksi Bela Islam II” akan menggelar
aksi besar tanggal 4 November mendatang.
Mencermati eskalasi
dan perkembangan keadaan terkini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),
bersama ini menegaskan:
1.  Mari jaga
persatuan dan kesatuan bangsa. Pererat tali silaturahim antar komponen
masyarakat. Berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama
kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil, dan
makmur. Jaga Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan setanah air)
dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia), agar
Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.
واعتصموا
بحبل الله جميعا ولاتفرقوا
 “Berpegang
teguhlah kalian semua pada tali Allah, dan jangan berpecah-belah (QS:
Ali-Imran, 103)”
2.  Kepada
seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro-aktif turut menenangkan
situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak
ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang
penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagaimana
menjadi keputusan jamiyyah NU.
3.  Mengimbau
kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai
dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku, agar dapat memenuhi rasa
keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Upaya
ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya yang cenderung menimbulkan
kegaduhan dan anarki.
4.  Kepada para
pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau
agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga
kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan
NKRI.
5.  Mari
tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa semoga Indonesia selalu diberi
kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari
Allah SWT.
اللهم
أنت السلام ومنك السلام وإليك يعودالسلام فحينا ربنا بالسلام وأدخلنا الجنة
دارالسلام
حسبناالله
ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصي
Jakarta, 28 Oktober
2016/27 Muharram 1438
وَاللهُ
الْمُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ
وَالسَّــــــــــــــلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
DR KH Ma’ruf Amin
Rais Aam PBNU
KH Yahya C. Staquf
Katib Aam PBNU

Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA
Ketua Umum PBNU

DR HA. Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jenderal PBNU

(Red:
Fathoni/NUOnline)
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *