PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH, PESANTREN MENJADI BASIS PENTING MASA DEPAN

Pengembangan Ekonomi Syariah, Pesantren Menjadi Basis Penting Masa Depan

Santrionline - Surabaya, Jawa Timur

Tercatat kurang lebih enam ribu pondok pesantren ada di Jawa Timur, dengan jumlah santrinya sekitar satu juta orang lebih. Angka ini menjadi angka potensial dalam perkembangan ekonomi syariah untuk kemajuan perekonomian nasional di masa depan. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dalam sambutannya di acara yang bertajuk 3rd Indonesia Shari'a Economic Festival (INSEF), di Surabaya. Wakil Gubernur yang akrab dipanggil Gus Ipul ini menambahkan, badan usaha milik pesantren semisal Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), dan badan usaha yang lain, telah menunjukkan progres yang luar biasa, terutama dalam soal manajerial. "Ini akan terus kita dorong untuk ke depannya, terutama soal peningkatan pembiayaan dan inovasinya, untuk kemandirian pesantren sendiri, dan demi kemajuan perekonomian nasional", ujar Gus Ipul, Kamis malam, 27/10/2016.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo menyampaikan, ekonomi syariah semakin menunjukkan perannya dalam ekonomi Indonesia. Hal ini ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir dengan bertambah banyaknya jumlah bank syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, badan usaha syariah, dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) yang permodalannya berbasis syariah, serta badan-badan usaha yang ada di pondok pesantren. "Bank Indonesia sudah bekerja sama dengan 31 pesantren besar se-Indonesia dalam upaya mengembangkan ekonomi syariah", kata Agus Martowardojo dalam sambutannya.

Kalangan pesantren pun menyambut baik pelibatan santri dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Salah satu santri Ponpes Al Fithrah Surabaya, Abdurrohman, mengaku antusias mengikuti acara demi acara yang digelar dalam acara pembukaan INSEF kali ini. Abdurrohman juga menceritakan, bahwa di pesantrennya sendiri sudah ada BMT yang berkembang pesat sejak setahun yang lalu. "Saya sangat senang pondok kami diundang untuk hadir di acara ini. Saya berharap, agar pesantren terus diperhatikan. Dan ke depannya mudah-mudahan ada lagi badan usaha lain di pondok yang didukung pemerintah, terutama tentang kewira-usahaan khusus untuk santri," tandas Abdurrohman.

Sekedar diketahui, pembukaan 3rd INSEF yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia ini juga dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution, dan berbagai kalangan yang terlibat dalam perekonomian syariah di Indonesia. Rangkaian kegiatan INSEF tahun 2016 dilaksanakan mulai 25 Oktober sampai 30 Oktober, di Grand City Mall Surabaya. Event ini menggelar acara-acara menarik semisal pameran bisnis syariah, seminar internasional, panggung seni budaya Islami, fashion show, taushiyah, dan lain-lain.

(Reporter : Ahmad Zamroni Fauzan)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH, PESANTREN MENJADI BASIS PENTING MASA DEPAN"

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH, PESANTREN MENJADI BASIS PENTING MASA DEPAN
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di ekonomi syariah

    ReplyDelete