MASIH YAKIN TANPA ULAMA MADZHAB, KITA INI BISA HIDUP DENGAN DAMAI ?

Coba saja anda artikan Ayat Quran yang menganjurkan jual beli Khamr yang ini,

وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا

” Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik “

Coba kalau kita orang awam langsung mengartikannya ? Quran kok malah
ngajarin Bisnis minuman Keras ? apa ngk jd mabok2 an semua sekarang ?

Nah kalau yang kurang tau pasti begitu, tp ini simple Ayat ini turun di
awal2 pensyari’atan, jadi memang para Shahabat saat itu ya Mabok Mabok
an, Khomr/Minuman Keras di masa itu masih HALAL jadi saat itu ngk
masalah.

Tapi perlahan lahan setelah itu Khomr ini di HARAMkan,
meskipun belum seluruhnya, nah yaitu Ayat ke dua yang turun tentang
Khomr ini ” jangan kamu sholat kalau dalam keadaan mabuk “,
nah ini di haramkan cm kalau menjelang sholat, kalau sudah selesai sholat ngk papa lagi 😀
, nah di kisahkan kalau Sore-sore para sahabat Nabi ini mau mabok, krn
nanggung nanti dulu, krn dikit lg maghrib, abis maghrib ntr dulu ini mau
isya’ nah sebahis isya baru lah mabok lagi krn subuhnya masih lama.

Nah ini di awal2 pensyari’atan masih begini.
Lalu kemudian setelah di Madinah Ayatnya turun,

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ
عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan
mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk
perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan itu) agar kamu
beruntung. “

yang kemudian mengharamkan Khomr dll secara Total !!.
Tapi kalau orang ngk ngerti Ilmu Fiqh, tidak ngerti madzhab, ngk ngerti
kaidah, dia main pakek-pakek aja Ayat yang pertama yang sudah di hapus
oleh Ayat kedua dan di hapus lagi oleh Ayat ketiga, Ayat pertama itu
main di pakek pakek juga jadinya.

Makanya sangat salah kalau
orang mengatakan kembali pada Quran saja, tidak perlu pakai metodologi,
karna dia tidak tau ini Ayat konteksnya apa, in i Ayat turunnya kapan,
masih berlaku apa tidak ?. Di situlah pentingnya adanya Ulama, adanya
Madzhab.

Jadi pemikiran yang membuat kita mengasingkan Ulama
itu harusnya pemikiran yang kudu di tolak, tapi sayannya orang sekarang
susah di ingatkan, sudahlah awam, tidak mau ikut Ulama2 Madzhab yang
sudah Shohih. jadi maunya apa ?

Islam itu luas, hukumnya
buanyak dalam problematika dunia ini. Jangan cuma ribut bid’ah-bid’ah
jadi vokalis kesana kesini yang malah di bahas terus, belajar yang
banyak. Ulama 4 di ikutin, pilih yg mana aja semuanya benar, lazimnya di
indonesia ini Imam Syafi’i.

Semoga Bermanfaat.
Penulis Asli : Ust Ahmad Sarwat LC

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *