Lombok Menggelar konfrensi Internasional Kontra Terorisme dan Sekterianisme bersama ulama Internasional

 

Santrionline ~Lombok. Konferensi Internasional Kontra Terorisme dan Sektarianisme, yang diadakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, resmi ditutup Wakil Menteri Luar Negeri RI, Prof. Dr. Abdurrahman Fahri, di Hotel Sentosa, Senin (01/08/2016). Penutupan kegiatan yang dihelat sejak tanggal 30 Jul 2016 tersebut dihadiri juga Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Muhyiddin Junaidi, MA dan Dewan Pimpinan MUI Prof. Dr. Yunahar Ilyas.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal Rabithal Al Alam Al Islami, Prof. Dr. Abdullah Bin Abdul Muhsin At-Turki serta ulama dari 12 negara di dunia. Konferensi tersebut terlaksana atas kerjasama antara MUI dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Saat itu, Sekjen Rabithal Al Alam Al Islami menjelaskan isu radikalisme dan sektarianisme merupakan isu global yang harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama para ulama islam di dunia. Karena itu, dia menolak dengan keras, segala kejadian teror yang menimpa dunia Islam pada saat ini, yang mengorbankan nyawa dan merendahkan kemanusiaan, namun masyarakat internasional diam dan tidak bertindak apapun terhadap segala kejadian ini. Maka, dia menuntut agar pelaku-pelaku teror atas umat Islam dapat dibawa ke hadapan pengadilan internasional, dan diadili atas perbuatannya
Selain itu, Abdullah Bin Abdul Muhsin juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Yang Terhormat Ir. H. Joko Widodo, beserta jajaran pemerintahannya. Hal yang sama juga disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, atas perhatian yang besar kepada pelaksanaan konferensi tersebut dan kesediaan presiden membukanya.
 
 

Sementara itu, Gubernur NTB menyampaikan konferensi tersebut menguatkan islam yang benar, yang sangat bertentangan dengan terorisme dan sektarianisme. “Justru Islam mengajak dan menyeru serta menawarkan perdamaian. Islam juga tidak ada hubungannya dengan sektarianisme, karena sektarianisme itu sebenarnya hal-hal primordial yang tidak perlu dikembangkan,” jelas Gubernur saat itu. Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Gora tersebut menjelaskan perbedaan suku, agama, ras dan golongan justru untuk saling mengenal, saling mengisi dan saling belajar.
Menyinggung soal Pembukaan MTQ oleh Presiden, Joko Widodo, Gubernur menyampaikan terima kasih atas dipercayakannya NTB sebagai tuan rumah MTQ sekaligus tuan rumah pelaksanaan konferensi internasional Ulama Islam dunia tersebut. Saat itu, Gubernur menyinggung salah satu kesenian tari kolosal yang dihadirkan pada saat pembukaan MTQN tersebut.
“Kami sengaja menampilkan budaya tersebut sebagai sebuah keunikan, bahwa Islam di Nusa Tenggara Barat ini ada sejarahnya. Islam datang membawa perubahan yang sangat signifikan. Islam membawa cara pandang yang sugguh sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya,” jelas Gubernur di hadapan ratusan peserta konferensi tersebut.
Karena itu, Gubernur berharap terus ada perbaikan apabila terjadi kekurangan dan kelemahan dalam perubahan tersebut.
Sementara itu, Konferensi tersebut menghasilkan setidaknya sembilan rekomendasi, yang dicetus oleh peserta konferensi. Sembilan rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Kepada Muslim World League, agar mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia.
  2. Membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh Konferensi ini, terdiri atas Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Muslim World League
  3. Menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme yang terjadi di Asia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah beberapa negara Islam, bekerjasama dengan masyarakat internasional. Muslim World League diharapkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang tepat di dalam hal ini, bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten
  4. Mendukung pengajaran agama di negara-negara Asia, dengan mengembangkan sistem pembelajaran, atau mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk menutupi kebutuhan masyarakat, dan memenuhi keperluan terhadap tenaga-tenaga pendidik atau imam-imam masjid yang mampu untuk menjelaskan tentang bahaya sikap radikal dan sektarian, serta mengukuhkan sikap moderat sebagai bagian dari ajaran Islam, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam QS al-Baqarah (02)/ 143
  5. Mengajak para ulama Islam agar menjalankan peran dan tanggungjawab mereka, untuk mengarahkan pemuda-pemuda umat dengan pemahaman yang benar tentang jihad, takfir, wala’ dan bara’ (loyalitas dan anti loyalitas), kedaulatan negara, kewajiban taat kepada pemimpin dan larangan melakukan makar, atau segala yang berkaitan dengan permasalahan seperti ini
  6. Meluruskan metodologi dakwah, sesuai konsep Islam, yaitu mendahulukan sikap bijaksana, dan pengajaran yang baik. Mengajak para pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan di negara-negara Asia untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial Islam untuk mengadakan pelatihan-pelatihan imam dan dai
  7. Membentuk forum komunikasi antar sesama lembaga Islam dalam tingkat internasional yang bertujuan untuk menyatukan segala potensi yang dimiliki, di bawah koordinasi Muslim World League, dan bekerjasama dengan institusi-institusi terkait. Forum ini diharapkan untuk melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi secara berkala, untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi ancaman terorisme, dan sektarianisme di Asia
  8. Membantu kaum muslim minoritas, khususnya di bidang pendidikan, agar dapat terhindar dari sikap ekstrim, atau tindakan radikal dan konfrontasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, sehingga dapat lebih produktif untuk memberikan perbuatan yang terbaik bagi negaranya, dan membuktikan kesempurnaan agama Islam bagi orang lain
  9. Mewujudkan perbaikan yang menyeluruh terhadap kondisi umat Islam, sehingga mampu memperlihatkan identitas keislaman yang utuh, dan memenuhi keperluan masyarakat di dalam memerangi kerusakan. 
Source: humasntb(dot)id


Subscribe to receive free email updates: