Keunikan Pesantren Qothrotul Falah Lebak Banten


Santrionline - Selalu ada saja kesan positif dari setiap lembaga, pembelajaran, metode, atau apapun yang ada di setiap pondok pesantren. Kali ini tentang pondok pesantren qothrotul falah lebak, podok pesantren yang sudah lama ini berdiri sejak tahun 1971 Masehi KH. Syatibi.Yang menarik dari pesantren sederhana ini adalah pada tradisi literasinya. Mungkin banyak pondok-pondok yanghebat dalam masalah yang berbeda, namun setiap pesantren pasti mempunyai kelebihan tersendiri yang mencirikan keunikan atau perbedaan dari psantren-pesantren lainnya.Literasi mempunyai peran sangat penting dalam mencerdaskan pendidikan bangsa. 

Pesantren yang biasa di sebut QF ini adalah pesantren yang mempunyai lingkup cukup  luas dan patut diperhitungkan. Pelopor dari literasi ini di pimpin oleh KH.Nurul Huda ma’arif, salah satu guru sekaligus dzurriyath yang ada di pesantren ini.Pergaulannya yang cukup luas bisa membawa pesantren ini melesat cukup cepat menembus dunia literasi.

Pesantren ini sudah mencetak beberapa buku pribadi milik pesantren. Semua itu dipersambahkan dari santri untuk santri, dan nantinya dihibahkan kepada pesantren.Ada beberapa komunitas unik yang ada di pesantren ini, seperti :GILA ( Gali Ilmu Langsung Aksi )Komunitas ini baru berdiri beberapa tahun silam, didirikan oleh KH.Nurul Huda ma’arif sendiri. Komunitas inididirikan berdasarkan inisiatif beliau yang ingin sekali mengembangkan dan memperluas wawasan para santri. 

Komunitas ini tidak bisa dimasuki oleh sembarang santri. Mungkin bisa dibilang komunitas ini hanya untuk orang-orang pilihan atau orang-orang tertentu. Bisa dibilang juga bahwa komunitas ini adalah komunitas yang khusus dan untuk orang-orang khusus.

Porsi belajarnya berbeda. Ada pembuatan-pembuatan karya tulis, atau apapun saja yang dapat mengembangkanprestasi, wawasan, dan keilmuan para santri. Komunitas ini adalah komunitas yang mengharuskan para anggotanya membaca buku di waktu tertentu dan jika adailmu yang didapat dari bacaan tersebut maka si santri harus segera menerapkan dan menyebarkannya ke santri-santri lain, agar lebih bermanfaat.TRIPPING/Triple-Ing (Reading, Speaking, Writing)Komunitas ini masih bersangkutan dengan komuunitas di atas (GILA). Orang-orang yang menggeluti tripping ini semuanya bisa di sebut orang gila, tapi bukan berarti gila sungguhan. 

Mereka melakukannya semata-mata untuk menggali ilmu lalu langsung aksi. Setelah membaca (reading) maka santri bisa berbicara, atau bisa juga disebut muhadhoroh (speaking). Setelah itu bisa menuliskan apa yang si sanri dapat ke dalam bentuk artikel atau apapun saja yang bisa dibaca oleh orang lain. Maka dari sisi ini literasi mempunyai peran yang cukup penting dalam pembentukan karakter atau pengembangan wawasan santri melalui doktrin-doktrin yang ada dalam buku atau tulisan yang dibaca.NUN (Nahdahtul ‘Ulumi Nahwi)Komunitas ini ditujukan kepada santri yang hobi ataumenyukai kajian kitab kuning. 

Mungkin bisa dibilang lebih ingin mendalami agama beserta ilmu alatnya melalui kitab-kitab kuning seperti awamil (amil), jurumiyah, imrithi, qo’idah sorofiyah, nadzom maqsud, alfiyah, jauharul maknun, dan lain sebagainya. Komunitas ini mempunyai waktu khusus tertentu untuk mengadakan pembelajaran atau bimbel khusus mendalami kitan kuning beserta ilmu alatnya.GSP (Gerakan Santri Peduli)Komunitas ini didirikan mandiri oleh para pengurus. 

Komuintas ini hanya bergerak di bidang kepedulian para santri saja terhadap lingkungan atau terhadap lingkungan masyarakat sekitar pesantren atau juga tehadap orang lain di luaran sana yang membutuhkan.GSI (Gerakan Semut Ibrohim)Komunitas ini bergerak di bidang shodaqoh untuk para guru. Mungkin filosofisnya begitu unik, tapi tujuannya sangatlah mulia. 

Setiap harinya santri yang mau menyisihkan uang jajan bisa menyumbangkan sisanya sebesar lima ratus rupiah untuk para guru yang nantinya guru tersebut akan diberangkatkan umroh dari hasil uang itu.Dan guru yang dipilih juga adalah guru yang berprestasisekaligus aktif untuk memajukan pendidikan di pondok pesantren.Itu beberapa komunitas yangada di pondok pesantren Qothrotul Falah ini. 

Semoga bisa memotivasi kita dan santri lain untuk meniru gerakan-gerakan komunitas mereka. []Fauzan Mauludi, Ahad 31 juli 2016.*~Tulisan ini adalah bagian darilaporan program Santri Exchange, program pertukaran santri yang digagas oleh Pusat Studi Pesantren untuk menghubungkan santri satu pesantren dengan pesantrenlain.
(Suara Pesantren/ Irma Andriyana)

Subscribe to receive free email updates: