Isi Kemerdekaan dengan Kembali ke Pesantren

Pacitan, Santrionline - Sejarah mencatat peran besar ulama dan para santri dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tidakdiragukan lagi. Banyak pahlawan dan tokoh nasional lahir dari kalangan pesantren. Maka sudah selayaknya bila kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia ini diisi dengan kembali belajar di pesantren. Sebab dari pesantrenlah semangat meraih kemerdekaan digelorakan. Terbukti dengan adanya pernyataan Resolusi Jihad NU pada tahun 1945.Hal ini disampaikan oleh Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi Attarmasi saat menjadi inspektur upacara pengibaran bendera HUT Republik Indonesia ke 71 di Pesantren Tremas Pacitan, Rabu (17/8). “Sebagai wujud mensyukuri kemerdekaan. Kami mengimbau untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kembali ke pesantren. Audah ila pesantren, yaitu dengan belajar, belajar, dan belajar di pesantren. Sebab masa depan bangsa Indonesia ini ada di pundak para santri pesantren,” tuturnya.Katib Syuriyah PBNU itu menyebut,  para santri pesantren adalah generasi masa depan. Negara Indonesia sampai kapanpun masih membutukan peran besar santri pesantren. Semangat kemajuan dan persatuan bangsa harus tetap digelorakan dari dalam pesantren. Pesantren, sambungnya, adalah satu-atunya tempat yang mengajarkan arti pentingya cinta tanah air, yang diwujudkan dengan perbuatan dan kerjanyata untuk kemaslahatan bangsa Indonesia.“Para santri adalah generasi-generasi emas yang akan memimpin bangsa ini kedepan,” tegasnya.Pengasuh pesantren Tremas Pacitan itumelanjutkan, walaupun saat ini dunia global tengah diguncang berbagai macam persoalan, namun para santri tidak boleh terpengaruh dan harus tetaptenang dan Istiqamah belajar di Pesantren. Sehingga kelak para santri dapat meneruskan perjuangan para ulama, seperti mereka yang ikut memerdekakan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan dan kebodohan.Lebih jauh Kiai Luqman menjelaskan, bila negara kesatuan republik Indonesiaingin sepenuhnya utuh, maka semangatmemiliki  dan mencintai tanah air harus tertanam dalam jiwa setiap warga negaranya. Kalangan pesantren harus tetap berada di depan dan bersatu padudalam menghadapi setiap gangguan yang mengancam keutuhan negara Indonesia tercinta ini.“Para ulama, kiai, dan kalangan pesantren dalam perkumpulnya telah sepakat bulat, sangat mendukung, sangat mengapresiasi, dan menyatkaanbahwa Pancasila dan dan undang-undang dasar 1945 adalah final sebagaiazaz negara ketuan republik Indonesia,”pungkasnyaRangkaian peringatan HUT RI ke 71 di pesantren Tremas Pacitan dimulai sejakselasa malam (16/8), para santri dengankhusyu mengikuti pembacaan Nadhan Asma’ul Husna, melaksanakan Shalat sunnah tasbih dan melakukan Istighasah yang dipimpin oleh KH Asif Hasyim.Sementara itu, upacara pengibaran bendera yang digelar di halaman Masjidpesantren Tremas Pacitan itu berlangsung dengan khidmat. Ribuan santri beramai-ramai mengenakan sarung. Usai upacara, para santri kemudian menerbangkan balon udara dan menggelar aneka perlombaan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan.

(Nuonline/ Irma Andriyana)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Isi Kemerdekaan dengan Kembali ke Pesantren"

Post a Comment