Gus Mus: Dakwah Harus Bedakan Mengajak, Memerintah dan Melarang

Gus Mus: Dakwah Harus Bedakan Mengajak, Memerintah dan Melarang
 
Kudus, SANTRIONLINE
Mustasyar
PBNU KH A. Mustofa Bisri mengatakan, belakangan ini masyarakat
Indonesia mengalami krisis semangat berdakwah (ruhud dakwah). Sehingga
yang terjadi saling menyerimpung terhadap mereka yang berbeda pandangan.

“Karena
krisis ruhud dakwah, orang berbuat sesukanya. Ada orang sesat disikat,
ada yang tidak cocok disikat. Ini tidak benar,” tandas kiai yang akrab
Gus Mus pada pengajian umum dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah
Kudus, Jawa Tengah Sabtu (6/8).

Gus Mus mengatakan banyak orang
yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah
dengan amar ma’ruf nahi mungkar, padahal keduanya sanagat berbeda.

“Dakwah
itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi
mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara ajak, perintah dan
larangan,” terang pengasuh Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang.

Di
hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan Qudsiyyah Jl KHR Asnawi
hingga meluber ke jalan ini, Gus Mus lebih banyak mengungkapkan
keteladanan perjuangan pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi. Menurutnya,
Kiai Asnawi memiliki semangat berdakwah mengikuti Sunan Kudus warisan
pemimpin agung Nabi Muhammad SAW.

“Ruhud Dakwah yang
dikembangkan Kiai Mbah Asnawi dan ulama lainnya membuat ajaran Sunan
Kudus ataupun Wali Songo masih berlaku hingga sekarang,” ujarnya.

Gus
Mus menuturkan saat Nabi Muhammad berdakwah di Thoif mendapat lemparan
batu, tapi tidak melakukan pembalasan. Bahkan malaikat marah kemudian
meminta Nabi agar berdoa kepada Allah supaya orang tadi diberi balasan.
Namun Nabi hanya berdoa supaya orang melemparinya mendapat hidayah.

“Nabi
Muhammad dalam berdakwah mampu mengajak tokoh-tokoh kafir seperti
Ikrima bin Abu Jahal, Abu Sufyan, Hindun dan lainya bisa masuk Islam.
Seandainya tidak memiliki ruhud dakwah, Nabi tidak mampu membuat mereka
masuk Islam,” tegas Gus Mus.

Kiai yang dikenal sebagai penulis
dan pelukis ini juga menegaskan, ruhud dakwah yang dilakukan Wali Songo
yang diwarisi para ulama termasuk KHR Asnawi, Islam bisa berkembang
mayoritas di tanah air Indonesia.

“Dulu Mbah Asnawi mengajak
orang masuk surga kelak, sekarang orang malah seakan ingin mengangkangi
surga. Lainnya disuruh di neraka,” kata Gus Mus menyidir..

Dalam
pengajian bertema “Meneladani kearifan KHR Asnawi” ini, Gus Mus
mengungkapkan tiga keteladan yang dimiliki pendiri NU asal Kudus ini.
Disamping memiliki ruhud dakwah, Mbah Asnawi juga mempunyai kecintaan
ilmu pengetahuan terutama ilmu agama dan selalu berjiwa keindonesiaan.

Usai
mauidhah hasanah, Gus Mus didaulat mengucapkan “selamat satu abad
Qudsiyyah” di atas kanvas. Gus Mus melukis kaligrafi lafal bismillah
yang disertai tulisan dirgahayu satu abad Qudsiyyah. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *