Belajar, Thoriqoh Yang Paling Utama

 

Thoriqoh...
Sebuah kata yang mungkin tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Kata thoriqoh sendiri mempunyai terminologi, "Jalan yang ditempuh seorang hamba menuju ridlo Allah".
Namun dewasa ini, kata thoriqoh mengalami distorsi bahwasannya thoriqoh dapat dipresentasikan hanya dengan melakukan dzikir-dzikir. Padahal dengan melihat definisi diatas, thoriqoh bisa dilakukan dengan berbagai bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri menuju ridlo Allah (tak terkecuali). Seperti apa yang tertuang dalam konteks kitab Hidayatul Adzkiya',

لكل واحد منهم طريق من طرق # يختاره فيكون من دا واصلا
كجلوسه بين الأنام مربيا # وككثرة الأوراد كالصوم الصلا

 
Masing-masing dari mereka mempunyai thoriqoh yang dipilih untuk mencapai ridlonya, seperti duduk mengajar, memperbanyak wiridan, puasa, dan shalat.

Jadi sudah sangat jelas, jika semua bentuk ibadah yang bertujuan untuk mencapai ridlo Allah bisa disebut sebagai "thoriqoh".  

Namun dalam realitasnya, dari berbagai metodologi-metodologi thoriqoh, Thoriqoh Ta'lim wa Ta'allum (belajar dan mengajar) memiliki tempat istimewa di antara lainnya. Hal ini telah diberitakan jauh-jauh hari oleh Nabi saw. seperti dalam perkataan beliau pada saat Rasulullah menuju majelis, lalu beliau menjumpai dua kelompok majelis (Majelis dzikir dan majelis yang membicarakan ilmu),

كلا المجلسين إلي خير أما هؤلاء فيدعون الله تعالى وأما هؤلاء فيتعلمون ويفقهون الجاهل، هؤلاء أفضل بالتعليم أرسلت ثم قعد معهم. (رواه ابو عبدالله بن ماجه)

Kedua majelis ini sangat bagus sekali, yang ini berdoa kepada allah sedangkan yang satunya lagi belajar dan menjadikan pandai orang bodoh. Dan mereka yang belajar ini lebih utama ! Karena aku diutus untuk mengajar manusia. (Kanjeng nabi pun langsung duduk bersama majelis ahlul ilmi).
Senada dengan sabda Nabi saw. Syeikh Nawawi Al-bantani didalam kitabnya, Nihayatuzzain menulis,

(قوله وطلب علوم شرعية الخ) فالإشتغال بالعلوم أفضل من الإشتغال بالأذكار والنوافل ولوكان من العوام فحضوره مجالس العلم أفضل من الإشتغال بالأوراد

Menyibukkan diri dengan berbagai ilmu lebih utama daripada menyibukkan diri dengan dzikir-dzikir atau ibadah-ibadah sunah, meskipun seseorang tergolong awam. Mengahadiri majelis ilmu lebih baik baginya.
(Nihayatuzzain)

Dengan bersandar pada referensi-referenai diatas, diantara thoriqoh-thoriqoh yang paling utama ialah Thoriqoh Ta'lim wa Ta'allum. Setidaknya ada beberapa indikasi yang mendorong kenapa hal yang demikian menjadi sangatlah utama :

- Manfaat sebuah ilmu akan dapat dirasakan oleh orang banyak, sedangkan manfaat ibadah hanya dapat dirasakan oleh perindividu
- Ilmu mempunyai posisi vital dalam setiap ibadah
- Berbeda dengan ibadah, ilmu akan selalu abadi sepanjang masa

Akhirul kalam, otomatis dengan memasukkan anak, sanak keluarga, kerabat, atau yang lainnya ke pondok pesantren berarti kita sudah mencapai sebuah "thoriqoh" yang paling afdhol (utama).
Wallahu 'alam

Subscribe to receive free email updates: