Rektor Universitas Al-Qarawiyyin Maroko: Kami Siapkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

 

Subang, SANTRIONLINE
Konflik
yang berkepanjangan di beberapa negara Timur Tengah membuat Universitas
Al-Qarrawiyin Fez, Maroko dilirik oleh publik. Pihak kampus juga
terdorong untuk membuka program beasiswa bagi pelajar asing termasuk
santri asal Indonesia yang berkeinginan kuliah di luar negeri.

Demikian
disampaikan oleh Rektor Universitas Al-Qarawiyyin Prof Dr Mustofa
Najieb dalam pembukaan pengajian bulanan Asmaul Husna di Pesantren
Attawazun, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Ahad (7/8).

“Indonesia
dan Maroko sangat dekat, selain ada kesamaan paham Islam Ahlus sunah
wal jama’ah pemerintah kedua negara ini telah menjalin hubungan yang
begitu erat,” kata Prof Mustofa Najieb yang diterjemahkan oleh Zainul
Arifin, salah seorang pengajar di Pesantren Attawazun.

Secara
legalitas Universitas Al-Qarawiyyin berada di bawah naungan Kerajaan
Maroko dan kurikulum pendidikannya memadukan ilmu agama seperti aqidah,
syariah, tasawuf, tafsir dan juga ilmu umum seperti filsafat, teknologi
informasi, kedokteran, sosiologi, kimia, dan lain sebagainya.

“Syarat
untuk mendapatkan beasiswa di Universitas Al-Qarawiyyin adalah harus
hafal 30 juz, namun untuk pelajar asing ada dispensasi. Mereka cukup
hafal lima juz, sudah berpeluang mendapatkan beasiswa,” tegasnya.

Syarat
selanjutnya adalah harus menguasai dasar-dasar Bahasa Arab karena
bahasa pengantar di kampus itu adalah  Bahasa Arab. Dengan menguasai
Bahasa Arab mahasiswa menjadi mudah berkomunikasi dan mudah mempelajari
kitab rujukan di sana.

“Jika kedua persyaratan itu dianggap
menguasai, alurnya selanjutnya adalah registrasi dan mengikuti seleksi
yang sudah ditentukan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian
Agama. Mereka yang lulus akan mendapatkan beasiswa full dan uang saku
minimal 50 dolar,” ujarnya.

Al-Qarawiyyin adalah universitas
tertua di dunia yang didirikan sejak tahun 859 masehi. Di antara
alumninya yang menjadi tokoh dunia adalah Ibnu Khaldun dan Ibnu Rusyd.
Masing-masing menjadi tokoh dunia yang ahli di bidang sosiologi dan
filsafat. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Bagikan ke:

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *