"Aku Mencium Wanita Lain"

"Aku Mencium Wanita Lain"
Oleh : M. Nasirul Haq

Maafkan aku ning, hari ini aku telah mencium wanita lain. Terserah apa engkau memanggilku setelah ini, sebagai pengkhianat atau tak berpegang teguh pada janji setia.

Namanya Khadijah, gadis cantik berwajah arab itu telah membuatku terlena. Maafkan aku telah menaruh hati kepadanya.

Saat itu dia sedang diantarkan ayahnya ke kamar ku. Lantas ayahnya pergi ada urusan mendadak dan akan kembali setengah jam lagi. Khadijah terpaksa ditinggal berduaan denganku.

Khodijah begitu cantik. Lelaki mana yang memandangnya tidak tertarik. Senyum manis, berkulit putih bermata bundar yang berbinar. Ana rona kemerahan di kedua pipinya. Pertemuan sepintas itu telah membuatku jatuh cinta.

Saat itu dia menangis haru. Aku berusaha membujuknya. Dia enggan untuk berhenti. Aku pegang kedua tangannya. Tangisnya sedikit reda. Ayahnya tak kunjung datang. Aku memeluknya perlahan. Kepalanya tersender di bahu kiriku, sedangkan tangannya aku genggam erat. Ku usap air matanya sambil memeluk badannya. Tak seberapa lama, tangisan itu pecah lagi dalam pelukanku.

Aku coba tidurkan dia namun dia tetap menangis. Aku coba berikan sentuhan di pipinya namun dia tetap saja menjerit.

Maafkan aku ning. Hari ini aku telah memeluk dan mencium wanita lain, Khadijah. Dia begitu cantik dan menarik. Usianya baru setahun persis. Giginya pun belum tumbuh. Ayahnya adalah dosen kami, tadi dia menitipkan Khadijah kepadaku karena urusan mendadak. Maafkan aku ning. Walaupun aku jatuh cinta pada Khadijah tetap tak kan mengalahkan cintaku padamu. Aku mencintai Khadijah sebagai putri kecil yang mungil yang wajib disayangi.

Di Lembah Cinta, Tarim - Yaman.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""Aku Mencium Wanita Lain""

Post a Comment