Tuntunan Allah dan Rasulnya Ketika Menghadapi Orang Jahat Oleh Habib Munzir Almusawa





Al-Habib Munzir Almusawa :

Kita ketahui bagaimana sifat lemah lembut Allah subhanahu wata’ala terhadap orang-orang yang zhalim dan jahat, yang diantaranya adalah Fir’aun. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa orang yang paling jahat adalah Fir’aun, namun pendapat lain mengatakan bahwa orang yang
 paling jahat adalah Abu Lahb, karena Allah subhanahu wata’ala melaknat Abu Lahb dua kali dalam satu ayat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
( المسد : 1 )
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa”. ( QS. Al Masad : 1 )

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
(فصلت : 34 )
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Balaslah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, hingga di saat itu orang yang terdapat permusuhan denganmu seakan-akan ia adalah teman yang sangat setia”.

Ayat diatas menjelaskan bahwa tidaklah sama antara kemulian dan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kehinaan yang dianut dan diajarkan oleh Abu Jahl. Namun ketika ia (Abu Jahl) mencaci nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah subhanahu wata’ala memerintah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membalasnya dengan balasan yang lebih baik, hingga seakan-akan balasan itu mucul dari orang yang berteman dengannya.
Adapun pendapat yang mengatakan bahwa Fir’aun adalah orang yang paling jahat, karena ia mengaku sebagai tuhan, sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wata’ala :

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى
( النازعات : 24 )
“Berkata (Fir’aun): “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. ( QS. An Naazi’aat : 24 )

Akan tetapi bagaimana sikap Allah subhanahu wata’al terhadap Fir’aun, dimana nabi Musa dan nabi Harun As diutus kepada Fir’aun bukan diperintah untuk membinasakannya karena telah mengaku sebagai tuhan, namun Allah memerintahkan kepada nabi Musa dan nabi Harun untuk mengajaknya beriman kepada Allah serta bertutur dengan ucapan yang lemah lembut kepadanya, sebagaimana firmanNya :

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
(طه : 44 )
“Maka berucaplah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau merasa takut”. ( QS. Thaha : 44 )

Allah subhanahu wata’ala Maha Mengetahui bahwa Fir’aun tidak akan beriman , meskipun bermacam-macam musibah telah Allah turunkan untuknya dan para pengikutnya yang diantaranya berupa air lautan berubah menjadi darah, keluarnya hewan dari dalam bumi dan lainnya namun Fir’aun tetap saja membangkang dan tidak beriman, sehingga Allah menenggelamkannya ke dalam lautan. Peristiwa tersebut terjadi jauh sebelum diutusnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, namun Allah subhanahu wata’ala menceritakannya di dalam Al qur’an, karena Allah ingin menunjukkan dan memberi pengajaran kepada hamba-hambaNya akan sifat lemah lembut Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-hamba yang dimurkaiNya. Demikian indah perintah Allah subhanahu wata’ala kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyamapaikan dakwah kepada manusia. Yang juga termasuk makhluk yang paling jahat adalah iblis, dimana iblis adalah makhluk yang paling dimurkai Allah subhanahu wata’ala, dan iblis dapat mengajak hamba-hamba Allah untuk menjadi pengikutnya dan bersamanya di tempat yang dimurkai Allah subhanahu wata’ala. Meskipun demikian ketika iblis berdoa dan meminta kepada Allah maka Allah subhanahu wata’ala mengabulkan permintaannya, sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wata’ala:

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
( ص: 79 )
“ Iblis berkata: “Ya Tuhanku, undurlah (siksaku) sampai hari mereka dibangkitkan”. ( QS. Shaad : 79 )

Kemudian Allah subhanahu wata’ala menjawab, sebagaimana firmanNya:
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ ، إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ
( ص : 80-81 )

“ Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh (diundur), sampai hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)”. ( QS. Shad : 80-81 )

Lalu iblis pun berkata, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ، إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
( ص: 82-83 )

“ Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka”.( QS. Shad : 82-83)

Allah Maha Mengetahui jika siksa iblis itu diundur maka ia akan menggoda keturunan Adam, namun karena sifat lemah lembut Allah subhanahu wata’ala maka dikabulkanlah permintaan iblis tersebut. Sehingga diantara manusia ada yang menjadi pengikut iblis dan diantara mereka ada yang menjadi pengikut sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kita semua mencintai dan merindukan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang bisa kita perbuat hanyalah bersalam dan bershalawat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam kehidupan di dunia kita tidak bisa hidup bersama beliau, namun semoga kelak di hari kiamat kita bersama sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan bersama iblis dan para pengikutnya, maka jauhkan sifat-sifat iblis dari hati kita.

---------------------------------
Alfatihah untuk almarhum Habibana Munzir bin Fuad Almusawa, semoga Allah angkat derajatnya di akhirat..
----------------------------------

Wallahu'alam

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa Shobihi wasalim

(Fp.
Para Pecinta Ulama Habaib Was Sholihin/Arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tuntunan Allah dan Rasulnya Ketika Menghadapi Orang Jahat Oleh Habib Munzir Almusawa"

Post a Comment