Pola Hidup di Pesantren Ubah Jalan Hidup Remaja Ini

Way Kanan, Santrionline - Munir adalah salah satu contoh dari kalangan remaja umumnya. Sebelum menjadi santri ia adalah remaja yang memiliki masa lalu suram. Ia kerap melakukan tawuran dan melakukan hal negatif lainnya. Namun setelah menjadi santri banyak perubahan terjadi pada dirinya.

"Saya sekarang pandai membaca Al-Qur'an, dan sering mengikuti setiap perlombaan sholawat. Saya sudah meninggalkan hal-hal negatif yang pernah saya lakukan. Dukungan dari keluarga dan orang-orang saya sayangi salah satu hal yang membuat saya berubah," ujar Munir saat diwawancarai Santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016, GP Ansor Way Kanan di Gunung Labuhan, Jumat (27/5).

Paisal Munir lahir di Banyuwangi, Kabupaten Lampung Utara. Ia pernah bersekolah di SD 2 Negara Ratu Sungkai Utara, SMP 5 Sungkai Utara, SMK 2 Nusantara Kota Bumi jurusan Otomotif. Namun, setelah masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) ia berhenti bersekolah di SMK 2 Nusantara akibat pergaulan yang salah dan kurangnya perhatian dari keluarganya.

Munir pernah menjadi santri di Pesantren Wali Songo, Kota Bumi, An-Nur Kota Bumi, Al-Mubarok Negara Ratu yang semuanya berada di Kabupaten Lampung Utara, kemudian Assidiqiyah 3 Karawang, Assidiqiyah 9 Lampung Tengah, sebelum di Assidiqiyah 11 Assidiqiyah 11 asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi.

"Alasan utama saya mondok adalah sebelum meninggal, ibu berpesan kepada saya untuk menjadi santri. Setelah tinggal di pesantren menjadi santri, saya berubah menjadi baik," ujar Munir.

(NUonline/ Irma Andriyana)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pola Hidup di Pesantren Ubah Jalan Hidup Remaja Ini"

Post a Comment