Warga NU Jangan Lari dari Ulama

Warga NU Jangan Lari dari Ulama

Santrionline - Probolinggo, 
Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyampaikan bahwa warga NU hendaknya jangan menjauh dan lari dari ulama, namun berupayalah untuk selalu dekat dengan para ulama. 

Hal tersebut disampaikan peringatan Harlah ke-93 NU yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonomerto bekerja sama dengan Madrasah Diniyah (Madin) Infarul Ghoy Desa Pohsangit Tengah Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/5) malam.

“Ulama sebagai pewaris para Nabi sebagaimana telah banyak pijakan hukum baik Al-Qur’an maupun Al-Hadis yang menjelaskannya,” katanya.

Nahdlatul Ulama menurut Abdul Hadi sangat besar secara kuantitas. Oleh karena itu, hendaknya dibarengi juga dengan besar dan hebatnya kualitas. “Besar barokahnya bagi siapa yang mau berpegang berjuang menjalankan ajarannya yakni Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Menurut Abdul Hadi, NU sebagai salah satu ormas Islam keagamaan seharusnya juga bisa berperan aktif, jangan pasif dalam menyikapi setiap perkembangan. “Di era saat ini banyak sekali tugas yang harus kita mainkan, mulai penanganan merosotnya moral para remaja, paham keagamaan dan aliran hingga penanganan serta pencegahan narkoba perlu kita galakkan dengan memberikan penerangan melalui pengajian umum atau melalui pendidikan diniyah di masyarakat kepada para generasi muda kita,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Syuhada’ Nasrullah. Menurutnya, umat Islam saat ini harus peka sosial, peka bermasayarakat sehingga akan terbangun kebersamaan yang bisa mewujudkan perdamaian.

Sedangkan Habib Qushay Bin Abdullah Assegaf memberikan ceramah sangat detail sekali akan pentingnya peran Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. 

“Ulama adalah bagian terpenting dalam menegakkan amar ma’ruf nahyu anil munkar. Saya menghimbau agar putra-putri warga NU di sekolahkan di pendidikan Islam seperti madrasah diniyah dan pondok pesantren. Harapannya kelak mereka akan menjadi generasi yang bisa mengarahkan umat pada jalan yang benar, mampu menjadi pencerah dalam kehidupan, selamat dunia dan akhirat,” katanya. 

Sementara Ketua MWCNU Wonomerto KH. Muh. Hasan Sidik berharap harlah ini akan membangkitkan ghirah para penjuang NU untuk terus bangkit dalam khidmat kepada Nahdlatul Ulama (NU). Adanya madrasah diniyah tidak lepas dari adanya para pejuang NU sebelumnya.

“Saya sebagai penerima tongkat estafet dari para pendahulu, bersama dengan para pengurus yang lain semoga mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi Nahdliyin di Kecamatan Wonomerto,” katanya.

Peringatan Harlah ke-93 NU ini diawali dengan pembacaan istighotsah bersama-sama. Kegiatan ini diikuti oleh segenap jajaran pengurus mulai dari Tanfidziyah dan Syuriyah mulai dari lembaga dan badan otonom MWCNU Kecamatan Wonomerto.

(nu.or.id/arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga NU Jangan Lari dari Ulama"

Post a Comment