Ucapannya Menjadi Kenyataan

Almaghfurlah Habib Munzir bin Musawa pernah bertutur :

Dahulu ada seorang aktifis senior yang jatuh sakit parah. Kebetulan pada saat itu Habib Umar bin Hafidz sedang melaksanakan umrah. Akhirnya aktifis ini pun dibawa ke Jordan untuk di operasi karena sakitnya yang terlalu parah. Namun setelah berikhtiar dengan di operasi ia pun wafat, walaupun sudah dipakai kejut jantung berkali kali ia tetap tak lagi bernafas dan jantungnya berhenti.

Ia pun di dorong ke kamar mayat untuk selanjutnya di urusi, temannya yang menemaninya pada saat itu menangis ketika melihat aktifis itu didorong ke kamar mayat dengan posisi kedua telapak kakinya agak tersingkap, maka temannya tersebut menelepon Guru Mulia, Habib Umar bin Hafidz di medan umrah untuk memberi kabar dan mengutarakan rasa bela sungkawa atas kematian temannya yang aktifis itu. Dengan sekejap guru mulia, Habib Umar bin Hafidz menjawab tegas dengan satu kata, "TIDAK !!!" seketika pada saat itu Habib Umar pun langsung menutup teleponnya.

Ucapan beliau yang saat mengatakan TIDAK itu dalam kejap waktu yang sama si ibu jari si mayit temannya tersebut bergerak dan akhirnya ia pun hidup kembali. Subhanallah,,,

Kejadian itu sekitar 4 tahun yang lalu dan si aktifis itupun hingga kini masih sehat wal afiah. Ucapan TIDAK itu merupakan salah satu keramat kemuliaan dari Wali Allah swt, yaitu membangkitkan yang mati kembali. Guru mulia kita bukan sembarang guru, bagaikan paduan sosok samudera syariah, samuderah dakwah, samudera ibadah, samudera makrifah dan haqiqah.

Karamah beliau yang sangat menonjol adalah Istiqamah beliau yang sangat luar biasa, beliau sangat menjaga amal ibadah yang sekecil kecilnya dan tak mau lepas dengan sunnah dimanapun dan kapanpun, beliau shalat ba'diyah jika tak memungkinkan maka shalat ba'diyah di mobil, dzikir selepas shalat masih diteruskan sambil di kendaraan, bahkan di Pesawat pun beliau masih tak mau lepas membaca Alqur'annya. Beliau adalah seorang shalih dan menjaga minimal 5 Juz bacaan Alqur'an setiap malam dalam tahajjudnya, beliau tetap memperbuatnya walau dalam safar. Suatu waktu saat dalam perjalanan dakwah yang sangat teramat melelahkan, yaitu 12 acara dihari itu, maka ketika semua yang bersama beliau masuk istirahat (kebetulan tempat istirahat beliau bareng jamaah, tidak terpisah sebagaimana biasa). Maka ketika semua orang rebah seakan tanpa nyawa karena kelelahan, seorang dari mereka bangun dan melihat diantara beberapa orang yang bergelimpangan tak beraturan itu ada sosok yang berdiri dengan mendekatkan Alqur'an ke mata beliau dengan penerangan yang sangat redup. Beliau membacanya dengan pelahan dalam shalat tahajjudnya, demikian hingga dekat waktu adzan subuh, baru beliau selesai dari shalat dan munajat, lalu rebah beberapa menit menanti adzan subuh.

Banyak lagi karamah beliau merupakan ketaatan yang sangat sulit diikuti kecuali oleh orang orang yg dimuliakan Allah untuk mendapatkannya.


Sumber : www.majelisrasulullah.org / Rois Faisal .R

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ucapannya Menjadi Kenyataan"

Post a Comment