Sedikit Tentang Qasidah Burdah

 

Qasidah Burdah,
Puitis, romantis, sastra, lembut.
Mungkin kata-kata tersebut selalu terlintas acapkali kita mendengar kata 'Qasidah Burdah'.
Siapa yang tak mengenal 160 sajak qasidah yang satu ini, karya monumental seorang Waliyul Hisbah Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Sa'id bin Hammad bin Muhsin bin Abdullah bin Shanhaj bin Hilal Ash-shanhaji atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Al-bushiri.
Di pondok-pondok pesantren qasidah ini sangat sering di dendangkan oleh santri-santri, khususnya dalam acara-acara tertentu.

Habib Salim pernah bertutur bahwa dengan kita mempunyai sanad Qasidah Burdah ini, lalu sering mengulang bacaan pada bait :

مولاي صل و سلم دائما أبدا
 
على حبيبك خير الخلق كلهم

(Dalam keadaan berwudlu dan menghadap kiblat) dapat menjadikan wasilah untuk terkabulnya sebuah hajat (dengan izin Allah).

Aslan Mashkadov, yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden Chech bercerita bahwa rahasia kemenangan dalam menundukkan tentara rusia adalah Qasidah Burdah,"Sebelum kami bertolak ke medan tempur, kami duduk dalam lingkaran, lalu bersama-sama mendendangkan Qasidah Burdah" tutur Aslan Mashkadov. 

Dan perlu diketahui bahwa pada saat itu mujahidin hanya berjumlah 837 orang, sedangkan tentara Rusia berjumlah 12.000 orang, lalu dengan wasilah Qasidah Burdah atas izin Allah tentara Rusia yang berjumlah 12.000 orang itu tewas di tangan mujahidin yang hanya brjumlah 837 orang.

Hal yang tak banyak diketahui oleh orang banyak lainnya tentang Qasidah Burdah adalah, dari keseluruhan 160 sajak yang ditulis Imam Al-bushiri ini diakhiri dengan huruf 'Mim'.  Yang mana proses ini merupakan awal penamaan dari qasidah ini, yaitu Qasidah Mimiyah (sebelum diganti nama menjadi Burdah).
Wallahu 'alam
(Rois Faisal .R)

Subscribe to receive free email updates: