Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal

Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal



Santrionline - Jombang, 
Budaya menulis kini kian marak di kalangan santri, bukan hal yang tabuh lagi santri menjadi penulis. Hal inilah yang menjadi harapan besar dari Pusat Studi Pesantren (Center Of Pesantren Studies) agar muncul penulis-penulis handal dari kalangan santri.
 
Jum'at (6/5) pagi, alumnus workshop kepenulisan yang diadakan Pusat Studi Pesantren sekitar bulan yang lalu di Hotel Yusro Jombang menggelar pertemuan di Aula Madrasah Aliyah I'dadiyah Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah santri dari berbagai pondok peantren yang beragam berdatangan untuk memantapkan skill kepenulisan santri. Mereka di antaranya beberapa pesantren asal Kabupaten Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Malang dan Gresik.

Ahsani, santri asal Al Islahiyah Singosari Malang mengatakan bahwa agenda kali ini adalah pengumpulan naskah dari para santri untuk disetorkan ke pihak Pusat Studi Pesantren dan akan dibukukan menjadi sebuah karya tulis santri.

"Karya ini meliputi puisi, esai, dan opini santri, yang akan diterbitkan oleh Pusat Studi Pesantren," tuturnya.

Sebelumnya, kata dia Pusat Studi Pesantren memberikan tempo waktu satu bulan untuk pengumpulan naskah tulisan karya masing-masing santri. Namun tak semuanya santri bisa menyelesaikan naskah tulisan yang berbentuk buku dalam jangka satu bulan. Hanya dua santri yang bisa merampungkan naskah tersebut dengan sempurna. Mereka adalah Faris santri asal Al Amin Mojokerto dan Exma santri asal Al urwatul Wustsqo Jombang.

Ia menambahkan bahwa misi perkumpulan para santri tersebut juga untuk menyuarakan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin baik di media sosial maupun di media online. Pihaknya berkomitmen agar kabar berita media Islam tak dikuasai oleh golongan Islam radikal.

"Kaderisasi menulis harus tetap berlangsung di dunia santri, oleh sebab itu kami juga akan komitmen melakukan pelantihan menulis di pesantren kami masing-masing," tambahnya.

Project kedepan, para santri akan mempersiapkan program "Santri Exchange" yakni pertukaran santri lintas pesantren di Jawa Timur agar tradisi silaturahmi antar santri tetap lestari.

(Nu.or.id/Arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal"

Post a Comment