Pengkritisan Sepak Terjang Jamaah Tabligh


Almaghfurllah Romo Yai Ahmad Idris Marzuqi, Lirboyo dalam satu sambutan pernah berkata bahwa gerakan ini cukup meresahkan baik di india sendiri, pakistan dan juga di indonesia. Beliau juga mewanti-wanti untuk berhati - hati dalam menghadapi gerakan - gerakan tanpa mau menengok latar belakangnya.
Di satu sisi yang berbeda dalam sebuah kesempatan, Buya Yahya, Al-bahjah berpendapat bahwa gerakan ini berakar dari Syeikh Ilyas yang memiliki aqidah ahlusunnah wal jamaah al maturidiah dan beliau pun secara tidak langsung melegalitaskan adanya gerakan ini.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beliau, guru saya Buya Yahya. Saya ingin mengeluarkan ketidak sependapatan saya atas statment beliau kali ini. Dengan meninjau beberapa point penting.
Gerakan ini sendiri di cetuskan oleh Muhammad Ilyas bin Al-maulawi Ismail (1303 h - 1363 h) yang awalnya syeikh ilyas memulai kiprahnya dngn mngajar di madrasah Madho hir Al-Ulum, lalu syeikh ilyas mencoba berpindah dengan teori tarbiyah methodologi kaum sufi.
Seiring berjalannya waktu syeikh ilyas pun merasakan bahwa apa yang di lakukannya selama ini tidak mendapatkan perkembangan yang signifikan. Dari apa yang beliau rasa, maka syeikh ilyas menciptakan tarekat dan tasawuf baru SESUAI DENGAN MODEL YG IA INGINKAN, dan lahirlah tarekat tabligh.
Point penting !
Seorang amir jamaah tabligh ibu kota new delhi, Muhammad Idris Al-anshori pernah menulis
" Apa yg telah di lakukan oleh umat islam, baik gerakan kolektif maupun perorangan sampai saat ini tidak akan bisa sampai pada tujuan. Dakwah mereka pun sama sekali tidak sesuai dengan metode dakwah yang di ajarkan oleh para nabi "
Coba renungkan !!!
Menurut mereka segenap umat ini terjerumus dalam kesesatan dan menyimpang dari petunjuk nabi. Pertanyaan saya, lantas apa bedanya dengan Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri wahabi) ?
Bahkan syeikh ilyas prnah mengeluarkan pernyataan " menghadiri khataman alquran, wiridan - wiridan memang baik sekali dan telah menjadi tradisi dari para ulama besar. Namun apabila khawatir menyerupai pelaku BIDAH, lebih hati - hati hindari saja. Ketika mengucapkan ash-sholatu wassalamu alaika pun juga sangat mengkhawatirkan apabila di sertai perasaan akan kehadiran rosulullah saw, maka demikian sama sekali tidak di perbolehkan."
lihat makatib hal.90
Coba perhatikan, pernyataan ia ini persis dengan prnyataan - pernyataan kaum wahabi. Bandingkan dngan pernyataan Imam Ghazali di dalam kitab Ihya
" Hadirkan nabi di dalam hatimu sekaligus bayangkan pribadinya yang agung "
Ihya 'Ulumuddin,  juz 1, hal. 129
Pernyataan Imam ghazali ini pun di amini oleh Syeikh muhammad haqqi al-afandi di kitab Khozinatul asror, hal 167 dan Al arif billah sayyid muhammad utsman al mirghani di kitab Aqrab ath-thuruq ila al-haq, hal 14, Dengan di dukung fatwa ibnu hajar al haitami di kitab al fatawi al kubra, hal 9, juz 2.
Dan cukup kiranya pernyataan ulama - ulama ahlu sunnah wal jamaah di atas untuk mempermalukan Pendiri Jamaah Tabligh.
Kecondongan syeikh ilyas terhadap Pendiri wahabi pun di perkuat di dalam kitab Malfudhat ilyas yg oleh kepala redaksi dalam tajuknya mengatakan
" Tidak d ragukan lagi bahwa Muhamad bin Abdul Wahab termasuk tokoh - tokoh islam berpengaruh, penyeru kebaikan, pejuang islam yang gigih dan penentang aqidah - aqidah khurafat dan taqlid - taqlid yg mengandung syirik ".
Seorang ulama sunni di india, Abu muhammad di dalam kitab Kasyfu Asysyubhah an Aljamaah Attablighiyyah menulis :
Mereka (jamaah tabligh) adalah kaum yg sesat, menyesatkan, ahli bidah, dan telah lepas dri ajaran agama yg lemah lembut.
KH. M. Azizi Hazbullah (alumni lirboyo) pun pernah memberikan catatan suplemen untuk mengungkapkan beberapa kelebihan dan kekurangan jamaah tabligh dari berbagai referensi dan investigasi ke beberapa tokoh jamaah tabligh, diantaranya bhwa mereka (Jamaah Tabligh) berpendapat :
1. Tidak boleh berpolitik karena akan menyebabkan kebohongan dan pertengkaran.
2. Tidak boleh nahi munkar tetapi cukup amar maruf, karna amar maruf pada hakikatnya adalah nahi munkar. Selain itu nahi munkar akan berpotensi konflik.
3. Tidak boleh menyebutkan dalil tandzir karna akan menyebabkan orang takut.
4. Tidak boleh berbicara tentang soal khilafiah.
5. Tidak boleh meminta minta.
6. DIHARUSKAN KHURUJ (keliling untuk menyebarkan dakwah mereka)
Oleh sebab itu, mari kita kembali kepada perkataan Al magfurlah Mbah Ya'i Idris Marzuqi untuk selalu mau menengok latar belakang suatu golongan sebelum kita menilainya.
Wallahu 'alam
(Rois Faisal Ridho)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengkritisan Sepak Terjang Jamaah Tabligh"