Pemuda Papua Bentangkan Merah Putih Raksasa, Ucapkan Setia Pada NKRI

Pemuda Papua Bentangkan Merah Putih Raksasa, Ucapkan Setia Pada NKRI

Papua.Santrionline– 1 Mei 1963 adalah momentum kembalinya Papua ke Pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa bersejarah inilah yang pada 1 Mei 2016 lalu diperingati oleh ratusan pemuda Papua di lapangan sepakbola Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom,, Papua.

Kegiatan tersebut dilakukan di perbatasan RI-PNG. Para Pemuda Papua tersebut membentangkan bendera merah putih ukuran raksasa, yakni 120 meter x 80 meter. Para pemuda ini menyatakan kesetiaannya kepada NKRI dan menolak segala aktivitas dan kampanye hitam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Organisasi Papua Barat Merdeka terhadap NKRI. “ULMWP tidak mewakili rakyat Papua, mereka tipu-tipu saja, Kami sudah merdeka bersama NKRI,” ucap Dominggus seorang Pemuda yang turut serta di aksi tersebut.

Masyarakat menyambut antusias aksi Pembentangan Merah Putih dengan ukuran raksasa yang dipimpin Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Keerom, Piter Gusbager. Salah seorang warga, James Kembu yang merupakan anak mantan Panglima OPM Wilayah Keerom mengatakan, pemuda Papua harus bangkit dan menjadi salah satu pilar pembangunan Papua.
“Mari kita pemuda Papua menjadi motor penggerak pembangunan Papua,” ujarnya di Skofro, Papua, Senin 1 Mei 2016.
Ia berharap pemuda Papua jangan hanya terjebak dalam pemikiran politik semata namun lupa membangun daerah sehingga Papua terus terbelenggu dalam ketertinggalan.

“Mari membangun, masalah politik Papua sudah selesai yakni harga mati bagian dari NKRI yang tak terpisahkan,” katanya. Rakyat Papua menurutnya juga tak menuntut referendum seperti yang didengungkan segelintir orang.

“Jangan politisasi Papua dan Papua tidak pernah menuntut referendum. ULMWP tidak pernah mewakili rakyat Papua,”tegasnya. Ia melanjutkan, rakyat Papua tidak mengenal pihak ULMWP. Organisasi itu dianggap hanya NGO asing yang mewakili bangsa Melanesia. “Rakyat hanya ingin merdeka dari keterisolasian, kemiskinan, kebodohan,” paparnya.

Skofro merupakan Kampung basis kelompok OPM pimpinan Lambert Peukikir dan Yan Werare serta sejumlah warga Wamena yang diketahui masih ada keterkaitan dengan kelompok OPM. Skofro merupakan jalur utama menuju perbatasan RI-PNG karena jarak lapangan Skofro dengan PNG hanya pada radius 1 kilometer.

(Datak.co/Abdul Wahab)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemuda Papua Bentangkan Merah Putih Raksasa, Ucapkan Setia Pada NKRI "

Post a Comment