Pancaran Karismatik Sang Ihya 'Ulumuddin


Ihya 'Ulumuddin....
Siapa yang tak tahu kitab monumental yang satu ini ? Saking monumentalnya kitab ini, sanjungan demi sanjungan di berikan oleh ulama - ulama tentang keistimewaan Ihya 'Ulumuddin. Bahkan ulama' sekaliber Imam Nawawi menyebutkan bahwa kedudukan Ihya Ulumuddin hampir menandingi Al quran.
Memang tak bisa di pungkiri bahwa Ihya 'Ulumuddin merupakan kitab yang tidak biasa, karena di dalamnya pun Imam Ghazali mengusung pembahasan fiqih dan tasawuf yang di analisa melalui jalan falsafat. Kendati begitu, sampai detik ini Ihya 'Ulumuddin memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perubahan ummat. Peran penting Ihya 'Ulumuddin pun tak luput dari kekhawatiran Mbah Ma'sum Lasem yang pernah beliau utarakan : " Saya khawatir kalau ada santri yang belum khatam ngaji Ihya Ulumuddin, tapi sudah berani memberikan pelajaran kepada ummat ". Kekhawatiran beliau ini tidak lain dan tidak bukan karena di landasi dengan seberapa pentingnya kitab Ihya Ulumuddin tersebut.
Wa qila, Al magfurlah Mbah Hamid Pasuruan ketika mengajar Ihya Ulumuddin, konon selalu mengangkat lalu meletakkan kitab tersebut di atas kepalanya dalam bentuk rasa ta'dzim setiap beliau hendak berangkat dari rumah menuju majelis untuk memberikan pelajaran.
Tak hanya sampai di situ, Ibnu Harzaham seorang ahli fiqih dari maroko pun turut merasakan kekeramatan Ihya 'Ulumuddin di saat ia berniat membakar Ihya 'Ulumuddin karena mengikarinya. Seketika beliau pun bertemu dengan Rasulullah saw. dalam mimpinya yang kemudian ia di cambuk karena sifat ingkarnya terhadap Ihya 'Ulumuddin.
Dalam perjalananya, Ihya 'Ulumuddin pun memiliki beberapa histori. Salah satunya yang di dawuh kan oleh Mbah Dimyati Rois, bahwa :
1. Pada abad ke 10 Ihya masuk Negara Prancis. Lalu di tahun 1125 Ihya diterjemahkan memakai Bahasa Prancis.
2. Tahun 1190 Tokoh-Tokoh Prancis mendirikan Universitas Bologna.
3. Tahun 1200 Berdiri Universitas Bologna di Prancis, dan salah satu materi utamanya adalah Kitab Ihya.
4. Tahun 1202 Tokoh-Tokoh Inggris di perpustakaan Prancis menemukan Kitab Ihya yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Prancis.
5. Tahun 1204 Ihya diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris.
6. Tahun 1209 Tokoh Inggris ingin berniat mendirikan sebuah Universitas.
7. Tahun 1210 Berdiri Universitas Oxford, dan salah satu materi utamanya adalah Kitab Ihya.
8. Tahun 1234 Alumni Universitas Bologna Prancis membuat Perdata dan Pidana (di Indonesia, Perdata bersumber dari Prancis, Pidana dari Nederland (Belanda), padahal Pidana juga bersumber dari Prancis).
(Rois Faisal Ridho)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pancaran Karismatik Sang Ihya 'Ulumuddin"

Post a Comment