Kesaksian Sang Guru Mulia Terhadap Habib Munzir Almusawa

Munzir bin Fuad Almusawa,
Sesungguhnya kota Tarim telah menyaksikan duduknya Munzir bin Fuad Almusawa alaihi rahmatullah selama 5 tahun. Dan setiap mata menyaksikan bahwa ia bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh untuk kembali kepada allah, selain itu siang dan malam pun menyaksikannya.

Kadang dibeberapa malam aku pulang dengan terlambat dan ia sedang berdiri dengan tenang sebagaimana keadaannya ketika solat, ketika berada di majelis-majelis. Ia juga berjuang bersungguh-sungguh dan bertawadlu serta mendengarkan nasehat dan berusaha menerapkan didalam dirinya, lalu bersungguh-sungguh untuk melaksanakan nasehat tersebut sampai akhirnya allah menunjukannya kepada umat, sehingga ia memegang bendera dari panji-panji dakwah ilallah dengan izin dan petunjuk dari allah yang pada akhirnya allah memberi hidayah melaluinya kepada banyak hamba-hambanya.

Kemudian dibentuklah majelis-majelis yang mengingatkan dan memperingati untuk meneruskan mereka yang telah lalu (para sholihin) di negeri tersebut (Indonesia), sehingga berkumpullah 20ribu, 30ribu, hingga 40ribu jamaah, yang mana ketika mereka berkumpul dalam beberapa perayaan jumlah mereka tak kurang dari 100ribu hingga 200ribu. Aku pun telah hadir di beberapa perkumpulan ketika kunjunganku dan lapangan tersebut penuh dengan jamaah yang tidak mungkin jumlah tersebut ditemukan pada perkumpulan pemerintah atau lainnya. Itu semua karena "SULTHONUL QULUB/SANG RAJA DARI SANUBARI" (panggilan Habib Umar kepada Habib Munzir) dengan cahaya keimanan mengajak yang lain sehingga merekapun menyambutnya.

Banyak diantara mereka yang sebelumnya tidak pernah solat menjadi orang yang menjaga sholat ditambah lagi dengan berjamaah dan solat sunnah rawatib, mereka dahulunya sering bermabuk-mabukkan menjadi orang yang menjauhinya dan menjadi orang yang mengharapkan cangkir-cangkir dari dzikir kepada allah dan cangkir-cangkir hubungan dengan Rasulullah. Tak sedikit dari jamaahnya selalu bergetar menyebut nama Rasulullah dengan bershalawat kepadanya dan merindukan perjumpaan dengan beliau. Diantara mereka ada yang menangis, ada yang pingsan, ada yang khusu', ada yang bertaubat, ada yang mengamalkan nasehat-nasehat, ada yang bergetar, ada yang berdiri, ada yang duduk.

Aku telah menyaksikan apa yang kusaksikan dari mereka dan allah memilihnya untuk kembali kepadanya pada umur 40 tahun dan insyaallah munzir telah masuk kedalam kelompok (orang yang diridloi allah) dan masuk kedalam perkumpulan mereka. Ini semua hanya merupakan persoalan-persoalan yang hanya dihitung didalam umur-umur panjang atau pendeknya, akan tetapi hal yang terpenting adalah keadaan ditempat pembangkitan kelak dan keadaan ketika menghadap kepada yang maha tinggi dan maha besar.

(Rois Faisal .R)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kesaksian Sang Guru Mulia Terhadap Habib Munzir Almusawa"

Post a Comment