Menyikapi Perbedaan

Santrionline - “Indahnya  perbedaan, kita tahu dan mengerti bagaimana perbedaan itu, kita harus menyikapi itu dengan sikap penghargaan, bukankah perbedaan itu adalah rahmat?
ikhtilafu ummati rohmatun bukan ?

Sadar ga sadar,mau gak mau kita harus menerima perbedaan yang ada disekeliling kita. Kita harus menghargai pendapat yang berbeda itu right?
Seyogyanya kita harus bersikap rendah hati,tawadhu, dan bersikap ramah dan mau menerima perbedaan pendapat itu !
Bukankah imam syafi’I seorang alim ulama besar pendriri madzhab syafi’iyah yang pahamnya mayoritas diikuti oleh warga Negara Indonesia ini pernah berkata “PENDAPATKU MEMANG BENAR,TAPI MASIH ADA KEMUNGKINAN SALAH ! PENDAPAT DIA MUNGKIN SALAH API MASIH ADA KEMUNGKINAN BENAR !
Kita bisa lihat betapa tawadhunya seorang alim tersebut menyikapi perbedaan !
lah kita yang keilmuannya yang masih jauh dari keilmua imam syaf’I sok-so an buat mengklaim bahwa pendapat kitalah yang paling benar !
kita bisa dan boleh saja meyakini pendapat yang kita pegang,tapi kita gak bisa maksa orang buat ikut paham yang kita anut dan kita yakini ! masalah keyakinan itu tentang hati !
so dari perbedaan itu kita bisa mendapatkan ilmu !
INGATLAH,SELALU ADA LANGIT DI ATAS LANGIT !
gak berhak kita buat berlaku sok yang paling benar,kita masih manusia awam,manusia yang penuh dengan dosa ,masih banyak kekeliruan yang sering terjadi dan dialami di antara kita !
HATI-HATI ! jika kita masih bersikeras untuk menganggap pendapat kitalah yang paling benar maka kita akan jatuh ke jurang KESOMBONGAN !
kalau udah sombong HATI-HATI  aja deh !
mana sikap toleransimu?

Tapi berbeda jika dalam masalah Ushul dan akidah ! itu mutlak harus diyakini secara keseluruhan tanpa  adanya pebedaaan  ! karna sangat fatal jika dalam masalah ushul kita berbeda !
dan pada intinya, hargai pendapat orang lain dalam masalah ushul tapi tidak dalam masalah furu’ !
“apa saja masalah USHUL tersebut ?
Masalah ushul adalah masalah yang bersifat sanagat inti karna ini adalah masalah keyakinan dan akidah seperti !

Siapa tuhan kita ?
Apa kitab suci kita ?
Siapa nabi kita ?
Apa dan dimana kiblat kita ?
Dan puasa apa yang kita wajibkan !
itu adalah masalah ushul yang tidak boleh berbeda didalamnya !

adapun masalah furu’ adalah seperti :

Tahlil,urf rajaban,maulidan,dan urf-urf ( kebiasaan baik lainnya)
dan pada masalah ini ada saja orang atau sekelompok golongan yang anti terhadap kebiasaan-kebiasaan NU ( Nahdatul ‘Ulama ) ini.

dan yang harus kita lakukan adalah hargai pendapat mereka tapi ttap pada keyakinan kita !

semoga manfaat !

(Suarapesantren/ Irma Andriyana)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyikapi Perbedaan"

Post a Comment