Kenal Kaligrafi Sejak TPQ, Kini Juara di Berbagai Lomba

Jepara, Santrionline ~ Namanya Nusrotuz Zulfa. Siswi MA Walisongo Pecangaan Jepara ini mengenal kaligrafi sejak dirinya masih duduk di bangku TPQ. Di jenjang pendidikan berikutnya, Madrasah Diniyyah (Madin) materi menulis Arab indah itu juga ia dapatkan.

Dari pengalaman belajar ini, puncaknya saat Zulfa duduk di bangku VIII MTs Walisongo Pecangaan berhasil menyabet juara I lomba kaligrafi pada perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Maarif.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu orang tuanya tidak mempunyai darah seni. Tetapi Khoirul Atho dan Umi Kulsum, ayah dan ibunya, senantiasa memotivasinya agar dia menjadi juara.

Di samping orang tua, kakak serta bibinya memotivasinya agar rajin belajar kepada pamannya, Ahmad Jamaluddin yang sudah malang melintang di dunia kaligrafi.

“Ikutlah latihan dengan Pak Lekmu (pamanmu, red),” begitu ajak bibi dan juga kakaknya.

Siswi jurusan IPS itu menceritakan saat masih di MTs ia terpilih dalam seleksi untuk mengikuti lomba. Lantas dia latihan ke rumah pamannya di desa Gemiring, Nalumsari. Saat Jum’at hari libur madrasahnya ia latihan dengan pamannya itu.

Gadis kalem yang memiliki hobi melukis itu hingga tahun 2015 kemarin telah menyabet juara kaligrafi hingga tingkat Provinsi. Juara 2 tingkat Provinsi tahun 2015, juara harapan 3 tingkat Provinsi 2015, juara 2 tingkat kabupaten 2015, juara 2 kabupaten 2014.

Saat duduk di bangku MTs juga pernah menyabet berbagai lomba kaligrafi di tingkat kabupaten. Hingga saat ini dirinya belum merasa puas dengan hasil yang telah diraih.

Di akhir Mei ini dirinya berencana lomba kaligrafi tingkat nasional di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Perempuan yang lahir di Jepara, 10 Oktober 1998 itu memiliki motto pengalaman adalah guru yang terbaik. Sehingga ia terus ingin menambah banyak pengalaman di berbagai lomba.

Selain guru, teman-teman di lingkungan MA Walisongo yang memotivasinya Zulfa juga memiliki teman yang sama-sama memberikan motivasi. Perkenalannya dengan Athi Melia diawali dari kegiatan Porsema saat Zulfa baru di kelas X MA. Waktu itu, Zulfa mewakili MA dan Athi’ pesantren Hasyim Asyari Bangsri.

Dari pertemanan itu berlanjut hingga sekarang. Keduanya saling memotivasi hasil karya baik BBM maupun SMS. Meski menempuh pendidikan di beda madrasah keduanya enjoy saat berkompetisi.

Tahun 2015 lalu di gelaran Porsema ia juara 2 temannya Athi juara 1. Di acara Aksioma dia juara 1 dan Athi juara 2. Sehingga di kesempatan yang lebih tinggi Zulfa mewakili Jepara di cabang Aksioma di Boyolali. Sedangkan temannya mengikuti cabang Porsema di Kebumen.

Hal yang belum tercapai sebutnya menyabet juara di tingkat nasional. “Semoga saya bisa memperoleh juara di tingkat nasional,” harapnya.

(NUonline/ Irma Andriyana)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenal Kaligrafi Sejak TPQ, Kini Juara di Berbagai Lomba"

Post a Comment