Dikira Terorist ternyata 'Telorist'

Ujang bertanya sama Otong.

"Kang tahu tidak, kemarin seorang pemuda asal Brebes ditangkap polisi ketika berjalan di dekat pusat perbelanjaan dan membawa tas bermuatan yang cukup berat?" tanya Ujang.

"Tidak, Kang. Kok di TV dan medsos enggak ada yang memberitakan tentang itu? Mungkin itu hoax."

"Tapi..." lanjut Ujang sambil menampakan mimik wajah serus.

"Tapi apa, Kang?" tanya Otong penasaran.

"Tapi, setelah memeriksa ketat isi tas, polisi mendapatkan barang yang bukan ia curigai."

"Emang isinya apa?"

"Telor asin, yang akan didrop ke warung-warung. Kini pemuda tersebut ditetapkan sebagai 'teloris'," jelas Ujang sambil ketawa. (Ahmad Rosyidi)
Antara Teroris dan Teloris
Tejo dan Ujang suatu kali sedang ngobrol serius tentang bom di Sarinah di serambi pesantren. Tiba-tiba Ujang bertanya sama Tejo.

"Kang tahu tidak, kemarin seorang pemuda asal Brebes ditangkap polisi ketika berjalan di dekat pusat perbelanjaan dan membawa tas bermuatan yang cukup berat?" tanya Ujang.

"Tidak, Kang. Kok di TV dan medsos enggak ada yang memberitakan tentang itu? Mungkin itu hoax."

"Tapi..." lanjut Ujang sambil menampakan mimik wajah serus.

"Tapi apa, Kang?" tanya Tejo penasaran.

"Tapi, setelah memeriksa ketat isi tas, polisi mendapatkan barang yang bukan ia curigai."

"Emang isinya apa?"

"Telor asin, yang akan didrop ke warung-warung. Kini pemuda tersebut ditetapkan sebagai 'teloris'," jelas Ujang sambil ketawa.

(Nu.or.id/Arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dikira Terorist ternyata 'Telorist'"

Post a Comment