Ustadz Ahmad Sarwat Lc., MA, Kuatnya Umat Islam

Hasil gambar untuk ahmad sarwat
Santrionline-Suemdang, Ustadz Ahmad Sarwat Lc., MA merupakan seorang Ustadz mantan salafi wahabi yang menemukan kesegaran dalam beragama dalam ajaran Aswaja, pembahasan Beliau selalu memberikan pencerahan bagi kita atas segala paham wahabi yang merajalela , selamat membaca: 

Umat Islam adalah umat yang amat kuat. Sejarah membuktikan di berbagai belahan dunia, seringkali umat Islam terpaksa harus menghadapi gempuran yang maha dahsyat. Namun acapkali terbukti bahwa meski bertubi-tubi menjalani masa penjajahan yang panjang, generasi umat Islam tetap saja tumbuh.

Jagoan Quraisy Masuk Islam
Awalnya, salah satu musuh besar Rasulullah SAW adalah Umar bin Al-Khattab yang masih belum mendapat hidayah. Umar saat itu adalah ancaman dan musuh dakwah paling berbahaya. Bahkan kalau tokoh kafir lain masih rada malu-malu memusuhi Rasulullah SAW, Umar justru nekad menghunuskan pedang berjalan menuju rumah Rasulullah SAW khusus untuk terang-terangan membunuhnya.

Saat itu tidak ada yang bisa menghalangi Umar untuk membunuh Rasulullah SAW. Dan Umar menjadi makhluk paling berbahaya di Mekkah terhadap dakwah nabi. 

Tetapi atas hidayah Allah SWT dan doa Rasulullah SAW, ternyata Umar sadar dan masuk Islam, bahkan malah menjadi tokoh besar Islam yang berjasa menyebarkan Islam ke tiga peradaban besar, Romawi, Persia dan Mesir.

Selain Umar juga kita mengenal tokoh lain seperti Khalid bin Al-Walid. Dia ini juga tokoh yang paling berbahaya buat dakwah, Sebab kepiawaiannya dalam strategi perang sempat membuat pasukan muslimin kocar-kacir di medan Uhud. Hamzhah pamanda Nabi SAW pun gugur sebagai syuhada dalam perang Uhud.

Namun pada akhirnya, Allah ingin menguatkan umat Islam dengan masuknya Khalid ke dalam barisan muslimin. Dan sejak itu Khalid selalu menjadi ujung tombak penyebaran Islam di berbagai peperangan.

Semua ini menujukkan bahwa umat Islam itu umat yang amat kuat dan dilindungi langsung oleh Allah lewat berbagai cara yang Allah kehendaki.

Bangsa Mongol Masuk Islam
Bangsa Mongol terkenal bangsa yang suka membantai dan membunuh lawan-lawannya, tidak terkecuali negeri Islam di masa pemerintahan Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. 

Bangsa Mongol menyerbu Bani Abasiyah dan mengempur habis ibu kotanya, Baghdad, sehingga menjadi rata  dengan tanah. Sungguh perisitwa itu sangat memprihatikan. Awalnya kita mengutuk bangsa Mongol ini karena telah menghancurkan umat Islam.
Tetapi Allah punya skenario yang tidak diduga-duga. Tidak sampai 100 tahun kemudian, justru bangsa Mongol ini malah pada masuk Islam. Dan akhirnya, kekuatan Islam bangkit lagi justru di tangan bangsa Mongol yang dulunya musuh umat Islam. 

Bangsa Indonesia Dijajah 4 Abad
Secara logika, seharusnya kalau suatu bangsa muslim sudah dijajah oleh bangsa lain yang kafir, maka Islam akan musnah dan lenyap dari negeri tersebut.

Tetapi meski bergonta-ganti penjajah, Islam di Indonesia tidak pernah musnah. Padahal penjajah kafir itu bergantian menjajah Indonesia, mulai dari Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Semua ikut andil dalam menghancurkan umat Islam Indonesia.
Alih-alih musnah, justru akhirnya kita malah mendapatkan kemerdekaan, dan para penjajah itu pergi tunggang-langgang. Kita pun berdiri sebagai sebuah negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. 

Bayangkan, sebuah negeri dijajah oleh bangsa kafir bergantian sepanjang 4 abad, yang awalnya terpecah-pecah dari berbagai kesultanan kecil-kecil, tetapi begitu merdeka malah bersatu dan menja negeri berpenduduk Islam terbesar di dunia. 

Dan yang menarik, jumlah pemeluk Islam di Belanda, Inggris dan Jepang hari ini semakin banyak saja. Pusat-pusat Keislaman (Islamic Center) di negeri-negeri itu setiap hari sibuk menerima penduduk yang menyatakan diri masuk Islam.

Ternyata Allah SWT berkehendak lain, semua penjajah itu akhirnya pergi, dan umat Islam masih tetap eksis, bahkan malah semakin berakar kuat. Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil?

Dengan beberapa kejadian penting di atas, lantas pelajaran apa yang bisa kita tarik untuk kita ambil dan kita kaji bersama?
1. Pertolongan Allah di Atas Segalanya
Kita harus selalu percaya akan adanya pertolongan dari Allah SWT kepada umat Islam. Sudah tidak terhitung jumlah musuh yang memusuhi agama Islam, tetapi kita tetap punya Allah SWT yang senantiasa akan melindungi hamba-hamba-Nya.
Maka kita tidak usah terlalu menghiraukan segala macam ancaman dan ketakutan yang seringkali dihembus-hembuskan. Misalnya, nanti Islam di Indonesia akan hancur dan dikuasai oleh pihak-pihak kafir, atau Islam di Indoensia akan tinggal nama saja.

Jangankan sekedar dipimpin oleh pemimpin beragama Islam tetapi dianggap sekuler, dipimpin oleh Belanda yang 100% kafir pun kita pernah mengalaminya. Semua bentuk penjajahan sudah pernah kita lewati lebih dari 4 abad. Dan Islam masih ada di Indonesia. 
Di negeri kita ini, siapapun yang berkuasa, tidak akan pernah merebut agama Islam dari hati penduduknya. Maka itu, sesungguhnya penguasa dan kekuasaan nyaris sama sekali tidak pernah bisa mengubah warna Islam di Indonesia. 

Tidak mentang-mentang penguasanya dari kalangan islamis, lantas agama Islam jadi maju dan berkembang. Sebaliknya, tidak mentang-mentang penguasanya kafir, lantas agama Islam jadi bubar dan hancur.

Sejarah telah membutktikan betapa kuatnya bangsa Indonesia dalam beragama Islam. Semua itu karena faktor Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Melindungi dan Membela hamba-hamba-Nya. 

2. Musuh Allah Bisa Berubah Jadi Pembela Allah
Jangan terlalu terkecoh untuk memusuhi secara pribadi siapa pun yang pernah jadi musuh Islam. Sebab kalau Allah SWT berkehendak memberinya hidayah, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi hidayah itu.

Dan ketika hidayah itu datang, kita harus ikhlas menerimanya. Mereka yang kafir 100% dan dengan tegas dan terang-terangan menjadi musuh Allah, tiba-tiba malah masuk Islam dan justru menjadi pejuang agama Allah.

3. Pemimpin Islam
Kalau dalam keadaan dijajah dan dipimpin oleh orang kafir saja umat Islam masih bertahan, apalagi pemimpinnya masih beragama Islam, tentu saja posisi Islam akan tetap aman dan tidak terancam.

Bahwa ada pemimpin muslim yang kental beragama dan ada yang kadar keislamannya biasa-biasa saja, tentu tidak harus menjadi titik keributan. Begitu juga masalah aliran paham politik yang berbeda-beda, tentu tidak perlu menyeret-nyeret dan membawa nama kepentingan umat Islam.
Siapa pun pemimpin itu, apakah termasuk orang yang masih satu kelompok aliran politik dengan kita, atau mereka yang kita anggap aliran politiknya bukan dari kelompok kita, tidak harus menjadi faktor yang membuat kita harus saling bermusuhan dengan sesama muslim. 

Sebab tugas utama kita sebagi muslim sudah bukan lagi bagaimana membesarkan aliran politik kelompok kita dan menghabisi aliran politik kelompok lain. Dan aliran politik kelompok lain itu tidak selalu bisa disejajarkan dengan ancaman terhadap umat Islam. 
Boleh saja sebuah aliran politik Islam tertentu merasa terancam dengan keberadaan lawan-lawannya di panggung politik, yang dianggapnya sebagai musuh berbahaya bagi kepentingan politiknya. Tetapi kurang tepat ketika lawan politiknya didudukkan sebagai lawannya umat Islam secara keseluruhan yang harus diperangi atas nama agama.

Sebab agama Islam tidak diturunkan untuk dijadikan sebagai modal untuk perang antar kepentingan aliran politik. Ayat Al-Quran dan hadits nabi SAW terlalu suci untuk diseret-seret masuk ke dalam kancah pertarungan politik praktis.
Silahkan saja bertarung dalam politik, tetapi tidak perlu membawa-bawa kepentingan umat Islam, apalagi berdalih kalau bukan diri saya yang membela agama Islam di negeri ini, pasti Islam sudah bubar dan lenyap.

Wah, pahlawan sekali . . .
Ahmad Sarwat, Lc., MA

(arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ustadz Ahmad Sarwat Lc., MA, Kuatnya Umat Islam"

Post a Comment