Syekh Ramadhan al-Buthy: Pemurnian Islam = Membuang/Menghapus Syariat Islam Yang Sudah Ada



Santrionline- Sumedang, dimasa sekarng banyak orang orang meneriakan kembali kepada Al-Quran dan Sunnah.. dan melabeli selain kelompoknya dengan sebutan ahlu bid'ah , sesat sampai kafir..
padahal yang mereka labeli dengan label yang buruk itu, punya Al-Quran juga dirumah rumah mereka dan sering dibaca dan diamalkan isinya, juga gak jarang punya kitab kita Hadist di lemari lemari mereka... dan mengaji kepada para Kiyai ataua Habaib yang mempunyai Ilmu Agama yang mempuni.. dan kalau kita mau baca sejarah sejak jaman Rasulullah Saw, lanjut kepada jaman Khalifah , lanjut kepada jaman tabi'in, dan seterusnya sampai zaman kita ini Islam sudah sangat terjaga dari segala macam fitnah, dan baru sekitar tahun 1300 Hijriah (1300 tahun setelah Rasulullah Wafat) , ada kaum / kelompok yang menggadang gadangi pemurnian Islam... tanpa ktia ketahui jelas siapa mereka dan siapa guru guru mereka , apakah punya sanad sampai kepada Rasulullah apa tidak..

jadi apa makna dibalik seruan mereka tersebut?

Syekh Ramadhan al-Buthy akan menjelaskannya kepada kita, selamat membaca:

Kamu akan mendapati orang-orang yang perhatiannya terhadap Islam seolah melebih para Rasul, atau terkadang melibihi para siddiqin. Mereka mengajak untuk kembali kepada Islam.

Tapi apa yang mereka katakan? "Wajib untuk memperbarui Islam, wajib untuk memperbarui fikih Islam..."

Ucapan tersebut adalah sebagai ganti dari "Islam itu sudah tidak relevan lagi, kita harus membuangnya, dan seyogyanya kita menggantinya dengan aturan yang baru..."

Namun jika kalimat ini yang diucapkan maka akan menyebabkan kemarahan umat Islam.

-Syekh Ramadhan al-Buthy (1929-2013)

Alfatihah il ruhi Syekh Ramadhan al-Buthy...

(arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syekh Ramadhan al-Buthy: Pemurnian Islam = Membuang/Menghapus Syariat Islam Yang Sudah Ada "

Post a Comment