Polri : Jenazah Siyono tak Berbau Hanya Mitos

Jakarta.Santrionline- Jenazah Siyono tidak berbau hanya mitos. Hasil visum tim Polri menyatakan, kondisi mayat terduga teroris itu sudah tidak utuh.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan ada isu jenazah Siyono tidak bau dan utuh saat diautopsi tim dari Pengurus Pusat Muhammadiyah. Menurut Anton, isu itu hanya propaganda dari pendukung Siyono.

"Padahal visum dari dokter (jenazah Siyono) bau. Tidak ada yang istimewa dan aneh. Ini hanya memunculkan mitos seolah dia orang suci dan diistimewakan," kata Anton di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Anton mengaku mengatakan hal tersebut apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Dia meminta fakta kematian Siyono tidak diputarbalikkan sehingga menimbulkan opini menyesatkan.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi juga membantah isu tersebut. Menurut Arthur, kondisi tubuh Siyono rusak beberapa hari setelah meninggal.
Dia menunjukkan foto yang menggambarkan daging pembungkus tengkorak sudah tidak ada. Arthur yakin jaringan otak Siyono pun hancur dalam lima hingga tujuh hari setelah kematian.

"Jadi, bekas perdarahan di kepala pun mungkin sudah tidak ada. Tidak ada yang kami tutupi dari jenazah Siyono," tegas Arthur.

Saat pelaksanaan visum, Arthur mengatakan, semua orang yang hadir menggunakan masker. Ini menandakan jenazah Siyono sudah mengalami pembusukan. "Pembusukan pasti akan ada bau," ujar dia.
Penyebab kematian Siyono menimbulkan tanda tanya. Siyono ditangkap Densus 88 usai salat Magrib di masjid samping rumahnya di Dukung Brengkungan, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Selasa 8 Maret.

Keluarga mendapat kabar Siyono meninggal, Jumat 11 Maret. Versi Mabes Polri, Siyono mengembuskan napas terakhir usai berkelahi dengan seorang pengawal saat dibawa untuk menunjukkan bunker penyimpanan senjata di Prambanan, Jawa Tengah.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan menduga Siyono mengalami kekerasan. Komisioner Kontras Putri Kanesia mengatakan, Suratmi, istri Siyono, melihat banyak lebam di tubuh suaminya.

"Bagian mata, pipi, dari paha hingga betis lebam. Tulang hidung dan jari kaki patah dan Suratmi tidak menerima rekam media terkait kematian suaminya," kata Putri.
PP Muhammadiyah dan Komnas HAM mendampingi advokasi kematian Siyono. Atas kejanggalan tersebut, Minggu 3 April, tim dokter dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengautopsi jenazah Siyono di Pemakaman Dukuh Brengkungan, Desa Pogung.

Foto :Anggota Brimob berjaga di sekitar tempat pemakaman saat proses autopsi jenazah Siyono, Minggu 3 April 2016. Antara Foto/Aloysius Jarot Nugroho

Sumber: http://m.metrotvnews.com/read/2016/04/05/508715

Red : Abdul Wahab

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Polri : Jenazah Siyono tak Berbau Hanya Mitos"

  1. Kalo manusia sipil melawan sendirian dg gerombolan pasukan elit yg dibanggakan kaum tertentu di negara ini, masa harus dilawan sampai mati....????????
    BAGAIMANA DENGAN OPM DAN RMS yg jelas2 sejak lama memberontak NKRI ini....??????, belum koruptor yg bergentayangan di mana mana.
    Sepi di berita bukan berarti tdk ada ancaman....

    ReplyDelete
  2. Berita Dumai banyak yg Simpang siur, yg benar dikatakan salah dan sebaliknya, yg sdh jelas warna merah dikatakan hitam. Ada pihak2 yg suka nkri rusuh

    ReplyDelete