[OPINI] Cinta Kepada Rasulullah Tanda Keimanan

dulu awal ada tabung gas kan lumayan banyak kecelakaan....jadi dibagikanlah poster2 dan pamflet2 cara pasang dan hal2 yang harus diperhatikan terkait kompor gas, agar mencegah kecelakaan gas meledak.
setiap kita dengan khusu' mempelajarinya dan berusaha memahami semaksimalnya agar bisa mengamalkan bimbingan sang pembuat pamflet itu dengan benar....dan bisa dipastikan semua tawadhu mempelajarinya ngga ada yang mau ambil resiko pakai hawa nafsu, grin emoticon . ngga ada yang mau ambil resiko salah memahami dan kemudian salah mengamalkan lalu meledak gasnya.
tapi apakah kita cinta pada pembuat pamflet dan poster itu? boro2 cinta tau siapa yang bikinnya juga ngga. Pembuat pamlet itu hanyalah seorang dari percetakan yg nulis ulang dari yang punya ilmu.....yang punya ilmu aja ngga kenal apalagi pegawai percetakaan yang nulis.....dia ngga berarti apa2 bagi kita....
jadi "taat" SAJA bukanlah tanda2 cinta, apalagi cuman taat lahir.....karena taat itu bisa banyak motivasinya.....bisa banyak keadaan hati yang melatar belakanginya....
orang senang ngerayain ulang tahun anaknya, itu karena dia bersyukur dan bahagia mengingat saat anaknya lahir k dunia ini, saat anak hadir k hidupnya....makanya orang ngga ada yg ngadain perayaan kelahiran untuk anak orang...kalau ikut ngerayain ulang tahun anak orang juga ya sebagai undangan, karena ikut bahagia sama yg punya hajat yaitu orang tuanya yang asli mencintai anaknya.....
yang pasti perayaan ulang tahun orang yg dia anggap biasa2 aja tidak akan berarti apa2 bagi dirinya...apalagi kalau dia benci maka ultah yang bersangkutan akan dia benci juga...
apakah kalau cinta harus ngadain acara ulang tahun buat anak kita? ngga juga, ngga wajib...kalau anak ada disekitar kita sih kayanya ga terlalu perlu, saya beum pernah sekalipun adain perayaan ulang tahun untuk anak2 saya...tidak merasa butuh aja, bukan anti atau apapun....setiap hari mereka ada disamping saya ko..
sekarang balik k cinta tadi, cinta hakiki itu ngga terbatas saat dia kasih manfaat di dunia aja sama kita, ngga terbatas saat dia hidup di dunia ini, ngga sebatas dia bisa dilihat mata. lalu saat dia udah duluan ke alam barzah lalu kita move on dari cinta kepadanya, hilangkan dia dari ingatan kita dan cari orang2 baru pengganti dirinya.....
cinta hakiki itu, cinta ruh itu akan selalu tersambung melampaui perpisahan jasad.....malah dijaga agar ngga putus dengan segala macam cara.....maka ketaatan dengan hati yang tersambung, yang ingat terus, yg rindui berkumpul dengan yang ditaatilah yang ketaatannya syah disebut sebagai tanda2 dari cinta.
lalu siapa rasulAllah bagi kita? hanya sebagai pembawa pesan yg tidak ada artinya karena yg penting adalah pesannya saja bagi kita seperti posisi tukang bikin poster petunjuk buat make tabung gaskah? jka demikian maknanya beliau bagi kita, jangan terlalu PD klaim ketaatan kita sebagai tanda2 cinta kita pada beliau....
Aswaja sejak memasuki jaman bidah, yaitu jaman yg ngga ada dijaman rasulAllah masih hidup, yaitu jaman absennya beliau dari pandangan mata ini...
mencoba mengingat beliau dan mesnyukuri beliau wujud di dunia ini setiap saat dan setiap waktu...jadi maulud itu emag memperigati dan mengenang serta mensyukuri saat beliau dikirim oleh Allah untuk kami, namun dilakukannya adalah sepanjang tahun....ini pengetahuan umum bagi aswaja, bahwa setiap saat pasti ada acara maulud dimuka bumi ini.....sementara yang bulan rabiul awal (ngga harus tanggal 12 nya) adalah untuk syiar aja, diumumin ke kahalayak ramai......kalau yg setiap hari saking biasanya udah terjadwal jadi udah otomotasi aja bagi yang mau hadir....
jadi pernyataan, 'apa gunanya mauludan sekali setahun tapi ngga taat pada beliau' sangat menelanjangi hati dan kebodohan diri ....mempertontonkan ujub karena merasa lebih taat dari aswaja, ujub karena merasa udah paling puncak cinta k rasulAllah padahal bisa jadi ketaatan yg dilakukani tanpa ruh(tanpa cinta), hanya seperti taat kita pada poster petunjuk pasang tabung gas,....
yang pasti hukum cinta itu, dan pasti di iyain dengan cepat bagi orang yang paham cinta karena emang pernah punya cinta di hatinya terhadap apapun juga adalah
" orang akan mencintai siapapun yang mencintai orang/hal yang dia cintai"
kalau ketemu orang asing yg sama passionnya(mau artis, mau hobi, atau gaya hidup dsb) dengan kita pasti hati kita akan tandai dia sebagai orang yg spesial, bahkan kadang ngerasa kaya saudara lalu rame bicarain hal2 yg dicintai itu....
lah lihat orang cinta k rasulAllah, tapi hati dengki hati marah, itu tanda2 apa? smile emoticon ......
kenapa merasa begitu terserang orang lain muliain, pengen pupuk cinta k rasulAllah sallahualaihi wasalam dengan berbagai cara yang bukan maksiat? dari mana datangnya rasa ngga PD itu? sampai perlu jelek2in orang lain, padahal orang ga peduli kalian mau ikut atau ngga, padahal klaim diri paling cinta dan paling taat juga akan diterima dengan senang hati, asal ga melangkah lebih jauh wujudkan rasa "paling" itu dengan nyela dan kritik cara orang mendapatkan sambungan dan wujudkan rasa dihatinya yg tidak dengan cara maksiat.....
bukan klaimmu yg bikin orang marah, bukan karena engkau ngga mau ikut yg bikin orang ngga terima, tapi akhlak burukmu saat wujudkan insecure di hatimu yang kekanak-kanak an yang mengganggu.....
Dari Anas r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya."
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

sumber:  https://web.facebook.com/diah.listyani/posts/10208089496628200

(arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "[OPINI] Cinta Kepada Rasulullah Tanda Keimanan"

Post a Comment