Membanggakan! inilah 5 Profil Santri yang Berkiprah di Universitas Bergengsi Luar Negeri

Santrionline – Pesantren menjadi salah satu lembaga pilihan orangtua untuk menitipkan anak-anaknya. Secara umum, harapan orangtua menitipkan anak-anaknya di pesantren agar mereka memiliki pengetahuan agama yang mumpuni, akhlak mulia, dan kemandirian hidup.
Namun, tidak jarang juga orangtua yang menganggap pesantren sebagai tempat ‘buangan’. Setelah anak mereka tidak lulus di sekolah-sekolah favorit, baru anak mereka dititipkan di pesantren.
Orangtua yang model kedua ini masih ragu bahwa pesantren dapat menghasilkan bibit unggul yang dapat bersaing di dunia global. Nah, agar Anda tidak ragu-ragu lagi menitipkan anak di pesantren, 5 ilmuwan yang dulu pernah nyantri ini, berkiprah dalam bidang akademik di universitas bergengsi luar negeri.
1. Alwi Shihab

Pria yang memiliki nama lengkap Alwi Abdurrahman Shihab ini lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada Senin, 19 Agustus 1946.
Seperti dikutip Merdeka.com, mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Abdurrahmah Wahid ini, mendapat gelar professor dari Harvard University (1998), menjadi Asisten Professor di Temple University Department of Religion, USA (1993-1995).
Adik M. Quraish Shihab ini pernah nyantri di Darul Hadis, Malang, sebagaimana dikutip dari Alwishihab.com.
2. Nadirsyah Hosen



Nadirsyah Hosen ini adalah  putra Prof. Dr. Ibrahim Hosen. Ayahnya ini pernah menjadi santri K.H. Abdullah Abbas Pesantren Buntet, Cirebon.
Penulis buku Dari Hukum Makanan Tanpa Label Halal Hingga Memilih Mazhab yang Cocokmenjadi Dosen Senior di Fakultas Hukum, Monash University sejak Juli 2015.
Ia mendapat dua gelar master dari dua universitas yang berbeda, University of New England dan Charkes University, seperti dikutip dari Monash.edu.
Selain itu, pria yang aktif sebagai Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) cabang Australia ini, meraih dua gelar doktor dari University of Wollongong, Australia, dan National University of Singapore.
3. Mun’im Sirry

Mun’im pernah merasakan sebagai santri di Pondok Pesantren TMI al-Amien Prenduan Sumenep Madura (1983-1990) di bawah asuhan K.H. Idris Jauhari.
Saat ini, ia tercatat sebagai dosen di Jurusan Teologi, Universitas Notre Dame. Pria asal Madura ini aktif menulis beberapa buku, di antaranya Kontroversi Islam Awal Antara Mazhab Tradisional dan Revisionis.
4. Sumanto Al Qurtuby

Sumanto Al Qurthuby lahir di Batang, Jawa Tengah, pada 10 Juli 1975. Pria kini berusia 40 tahun mendapatkan dua gelar master dari The Eastern Mennonite University’s Center for Justice and Peacebuilding, Virginia, Amerika dan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia.
Pria lulusan sarjana IAIN (UIN) Walisongo, Semarang ini, menjadi salah satu Asisten Professor pada bidang Antropologi di King Fahd University of Petroleum and Minerals Dahran, Saudi Arabia, seperti dikutip dari Mei.edu.
5. Eva Fahrun Nisa Amrullah

Seperti dikutip dari Facebook pribadinya, istri Faried F. Saenong ini aktif berkiprah di berbagai universitas luar negeri, seperti menjadi peneliti di Austrian Academy of Sciences dan Post Doctoral di Universitas Amsterdam.
Ia pernah nyantri di Darunnajah selama 6 tahun. Menurutnya, Pesantren Darunnajah telah mengajarkannya Islam Rahmatan lil ‘Alamin, Islam yang penuh kasih sayang. Islam yang tidak pernah mengkotak-kotakkan santri dan nonsantri. Selain itu, pesantren juga mengajarkannya tetap bekerja sama walaupun berbeda.
(Sumber: DatDut.Com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membanggakan! inilah 5 Profil Santri yang Berkiprah di Universitas Bergengsi Luar Negeri"

Post a Comment