Lestarikan Tradisi Pesantren, PKB Helat Lomba Baca Kitab Kuning

Surabaya - Santrionline-Untuk melestarikan khasanah tradisi keilmuan di pondok pesantren lingkungan Nahdlatul Ulama, yaitu membaca kitab kuning, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa dan Garda Bangsa menyelenggarakan Musabaqoh Qiro'ah Kitab Kuning (MQKK) tingkat nasional, yang babak penyisihannya dilaksanakan di daerah oleh masing-masing Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB. Tak ketinggalan, begitu pula di Jawa Timur. Ahmad Tamim, Ketua Panitia MQKK di Jawa Timur kepada Santrionline via telepon menyatakan, babak penyisihan Jatim diselenggarakan mulai tanggal 2 sampai 7 April 2016, sebelum nantinya para pemenang tingkat provinsi akan dikompetisikan di tingkat nasional, pada pertengahan April besok. MQKK di Jatim dilaksanakan secara bergiliran di lima pondok pesantren, antara lain di PP Bumi Sholawat-Sidoarjo, PP As Sadad-Sumenep Madura, PP Sidogiri-Pasuruan, PP Lirboyo-Kediri, dan PP Darussalam-Banyuwangi.

"Masing-masing babak penyisihan di lima ponpes tersebut akan menjaring empat pemenang, dua peserta putra, dua peserta putri. Total dua puluh lima pemenang tingkat Jawa Timur akan diboyong ke Jakarta, bersaing dengan santri-santri lain dari dua puluh provinsi se-Indonesia", ujar pria yang akrab dipanggil Gus Tamim ini. Animo pendaftar, kata Gus Tamim, cukup antusias. Hal ini tercermin dari pendaftar yang sudah hampir mencapai hampir dua ratus santri dari berbagai pesantren di Jatim. termasuk pula antusiasme itu ada pada salah satu ponpes yang mengusulkan tiap titik penyelenggaraan babak penyisihan, menghasilkan delapan orang pemenang.

Disamping menyampaikan informasi tentang perkembangan jumlah peserta, Gus Tamim juga menjelaskan kitab yang dibaca dalam MQKK adalah kitab Ihya 'Ulumuddin karya Imam Al Ghozali. "Kitab ini kami pandang sebagai kitab yang sangat populer, sekaligus kitab yang kerap dibaca pada jenjang akhir pendidikan di pesantren. Sehingga kami terinspirasi melombakan membaca kitab ini, sekaligus beserta membaca makna dan penjelasannya", tukas Ahmad Tamim yang juga anggota DPRD Jatim, pada 30/03/2016.

Sementara itu, Sekretaris Panitia MQKK tingkat Jatim, Junaidi Abdillah, ketika ditemui Santrionline di kantor DPW PKB Jatim menekankan, agar para santri pendaftar menyertakan ijazah pesantren atau surat rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren. Usia pesertapun dibatasi, kata Junaidi, antara usia 17 hingga 25 tahun. Lomba ini memberi hadiah berupa umroh dan tabungan total ratusan juta rupiah, untuk menggairahkan para santri agar makin rajiin mengasah ilmu. Disamping dua puluh lima pemenang tingkat Jatim dilombakan ke tingkat nasional, rencananya pemenang ketiga dan harapan satu dari masing-masing lima lokasi penyelenggaraan MQKK Jatim, akan dilombakan sendiri oleh DPW PKB Jatim di PP Denanyar-Jombang. "Kami masih memberikan kesempatan kepada rekan-rekan santri untuk segera menghubungi panitia di kantor DPW PKB Jatim, atau di lima pesantren penyelenggara lomba di Jatim. Pendaftarannya terakhir tanggal 2 April 2016", tambah Junaidi yang juga alumnus PP Nurul Jadid-Paiton Probolinggo ini.

(Reporter : Zamroni)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lestarikan Tradisi Pesantren, PKB Helat Lomba Baca Kitab Kuning "

Post a Comment