Kisah Sayyidatuna Sarah dan Raja yang Dzolim





Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Sayyidatuna Sarah alaiha salam (istri Nabiyullah Ibrahim as). Ketika Nabiyullah Ibrahim alaihis salam diperintahkan oleh Allah untuk menguji istrinya (Sayyidatuna Sarah) untuk ditinggalkan di satu negeri yang dhalim. Negeri yang tidak ada muslimnya, negeri yang dikuasai penguasa dan raja yang jahat. “Tinggal istrimu disana”,Nabi Ibrahim berkata “sami’na wa athana ala amri Rabbiy” aku dengar dan aku taat perintah Tuhanku. “wahai istriku sarah, aku diperintahkan untuk meninggalkanmu disini sendiri”. Kenapa? Karena Allah ingin agar iman istrinya ini tidak bergantung selalu kepada sang suami tetapi bertawakkal selalu kepada Allah. Maka istrinya berkata “wahai Ibrahim aku disini sendiri?, ini negeri orang dhalim..!, rajanya adalah raja yang dhalim..!”. Maka Nabi Ibrahim berkata “inilah perintah Allah”, maka ia (Nabi Ibrahim) meninggalkan istrinya. Tidak lama sang raja melihat Sayyidatuna Sarah, seorang wanita berparas indah maka ia menginginkannya untuk dibawa ke istana. “bawa ke istanaku”, dibawa oleh pasukan. Tentunya Sayyidatuna Sarah seorang wanita yang lemah, tidak bisa membela diri maka ia dibawa kehadapan raja itu.
Dan tentunya sudah diketahui olehnya niat buruknya seorang raja dhalim tersebut, yang jika ditolak keinginannya berarti mengorbankan nyawa, bagaimana kalau ia wafat sedangkan suaminya Nabiyullah Ibrahim alaihissalam belum kembali. Lantas apa yang diperbuat Sayyidatuna Sarah?, seraya berwudhu ia berdoa “Wahai Allah jika betul – betul Kau yakini dan Kau ketahui aku beriman kepada-Mu wahai Rabb maka jangan Kau jadikan kekuasaan pada raja dhalim itu, kalau imanku ini benar Kau akui sebagai orang yang Islam, tidak menduakan-Mu dan mengakui Nabi Ibrahim adalah utusan-Mu (karena di masa itu) maka jangan Kau jadikan raja itu menguasai aku”. Maka ketika ia jumpa dengan raja itu, tiba – tiba raja itu melihat Sayyidatuna Sarah seraya bergetar lututnya dan raja itu roboh tanpa tahu kenapa. Karena ditundukkan oleh kekuatan Allah Swt. Raja itu berkata “keluarkan wanita ini, bebaskan..bebaskan!!”. Ketika aku berhadapan dengannya, aku bagaikan berhadapan dengan singa yang akan menghancurkanku. Seakan – akan ada belasan ekor singa yang menjaganya, keluarkan ia dari hadapanku, aku tidak mampu lagi berhdapan dengannya. Seorang raja dhalim tunduk. Sedangkan seorang wanita lemah, ia mempunyai kekuatan Illahi. Mana pasukanmu, mana kekuatanmu, semua tunduk dengan kekuatan Rabbul Alamin. Penguasa langit dan bumi, Dialah Allah Swt.

(MajelisRasulullah.org/arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sayyidatuna Sarah dan Raja yang Dzolim "

Post a Comment