Kajian Kitab Alala bag 2 (Mencari Teman)

MENCARI TEMAN

Kajian sebelumnya bisa di simak di sini

Ngaji Syair Kitab Alala bait keempat dan kelima

عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ # فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِيْ
فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْهُ سُرْعَةً # فَاِنْ كَانَ ذَا خَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَدِيْ
JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE.
KERONO SAKTEMENE KANCA MANUT KANG NGANCANI.
YEN ONO KONCO OLO LAKONE NDANG DOHONO.
YEN ONO KONCO BAGUS ENGGAL NDANG KANCANONO

Janganlah engkau bertanya tenteng kepribadian orang lain lihat saja temannya,karena seseorang akan mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya, bila temannya tidak baik maka jauhilah dia secepatnya, dan bila temannya baik maka temanilah dia kamu akan mendapatkan petunjuk.

Keterangan

Bait ke tiga dan kempat ini, masih berhubungan dengan bait sebelumnya. Karna dalam mencari ilmu peran teman dan lingkungan sangat berpengaruh dalam keberhasilan dan kegagalan santri menggapai cita-citanya,tidak sedikit santri yang berpotensi akhirnya gagal hanya karena salah pergaulan, maka kita harus pandai-pandai mencari teman bergaul,teman yang baik bukan teman yang selalu menuruti keinginan kita , tapi teman yang baik adalah teman yang mau menunjukkan jalan benar ketika kita  salah. pertemanan dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang menjadi baik maupun buruk. Persahabatan dan pergaulan dengan orang-orang yang saleh dan berbudi membawa manfaat, sedangkan persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang yang fasik dan durhaka membawa bahaya. Hanya saja manfaat persahabatan dengan orang saleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka tersebut terkadang tidak tampak secara langsung, akan tetapi secara bertahap dan setelah berlangsung lama.

“Permisalan teman duduk yang baik adalah seperti penjual parfum misk (parfum yang paling mahal dan harum). Bisa jadi dia memberimu, atau engkau membeli parfumnya, atau engkau mencium keharuman parfumnya. Sedangkan permisalan teman duduk yang buruk adalah seperti pandai besi. Bisa jadi dia membakar pakaianmu, atau engkau akan mencium aroma busuk darinya.”
Bait syair diatas sama halnya dengan sebuah maqolah yang berbunyi "Teman itu layaknya cermin, jika engkau ingin mengetahui dirimu, lihatlah dengan siapa engkau berteman".
Memilih teman bukanlah perkara remeh, dalam syair slanjutnya mengandung sebuah printah agar kita mau bersikap ketika menjumpai soraang teman. Kita di anjurkan  untuk memilih siapa yang menjadi teman kita. 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل
“Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

Barang siapa ingin mengetahui bagaimana pengaruh pergaulan dengan temannya tersebut, apakah ia memperkuat iman, kesadaran beragama dan amalnya, atau justru sebaliknya, maka hendaknya dia bandingkan keadaannya setelah bergaul dengan orang itu dengan keadaannya sebelum bergaul dengannya.

Jika setelah bergaul dengannya ternyata sendi-sendi iman, akhlak, niat-niat baik untuk beramal salehnya semakin kuat dan kokoh, sedangkan keburukan dan kejahatannya semakin kecil, maka pergaulan dan persahabatannya itu bermanfaat bagi agama dan hatinya. Jika persahabatan dan pergaulan tersebut ia lanjutkan, maka insyâ Allâh ia akan memperoleh manfaat yang sangat besar dan kebaikan yang sangat banyak.

Jika setelah bergaul dengannya ternyata sendi-sendi keagamaannya menjadi semakin lemah dan menurun, sedangkan kejahatan dan keburukannya semakin banyak, maka pergaulan tersebut telah membahayakan agama dan hatinya secara nyata. Jika pergaulan tersebut ia lanjutkan, maka akan membawa keburukan dan bahaya besar baginya, semoga Allâh melindungi kita darinya.

Timbanglah semua pergaulan dengan apa yang telah di  sebutkan di atas. Dan perlu diketahui, ketentuan di atas berlaku sesuai dengan mana yang lebih kuat.
Artinya, selama kebaikan lebih kuat, maka diharapkan pergaulan tersebut mampu menarik orang-orang jahat untuk menjadi baik. Dan selama keburukan lebih kuat, maka dikhawatirkan orang baik yang bergaul dengan pendurhaka tersebut akan mengikutinya dan menjadi buruk.

Permasalahan ini sangat pelik, orang-orang yang memiliki mata hati yang jernih akan memahaminya. Diperlukan waktu yang banyak untuk membahasnya secara terperinci. Sedangkan Rasûlullâh saw bersabda:
“Teman duduk yang baik lebih utama daripada menyendiri, dan menyendiri lebih baik daripada bergaul dengan teman yang buruk.”
(Ucapan Rasul saw yang singkat ini sarat dengan makna) Rasûlullâh saw telah dikaruniai Allâh kalimat-kalimat ringkas yang penuh makna yang tidak diperoleh orang-orang terdahulu dan yang akan datang kemudian.

Mari kita simak Nasehat Habib Zain bin Sumaith

واصحب لكل خير وعارف مذكر .. من ينهضنك حاله ويرشدك مقاله
Bertemanlah dengan setiap orang yang ahli kebaikan ,memiliki pengetahuan, dan orang yang suka mengingatkan, juga setiap orang yang keadaannya bisa membangkitkanmu. juga orang yang ucapannya bisa menunjukkanmu
فصحبة الأخيار للقلب دواء .. تزيد للقلب نشاطاً وقُوى
Berteman dengan orang orang baik bisa menjadi obat hati.Dan juga bisa menyemangati hati dan mengkuatkannya.
وصحبة الجهال داء وعمى .. تزيد للقلب السقيم سقما
Berteman dengan orang orang bodoh adalah penyakit juga kebutaan. yang bisa menambahi penyakit yang ada dalam hati.
ينبغي على كل مسلم ومسلمة أن يعتنوا في شأن الصحبة وآدابها ومن يصاحبون ويجلسون مع من ويتكلمون مع من ؟
Sudah seyogyanya bagi setiap orang Islam, baik laki laki maupun perempuan, untuk selalu memperhatikan dalam hal pertemanan juga adab adabnya, dengan siapa ia bergaul, dengan siapa ia duduk, dan dengan siapa ia bicara..
والصاحب ساحب أم إلى الجنة أو إلى النار
Teman adalah orang yang menarik kita, entah ke arah surga atau kea rah neraka..
واصحب ذو الخير والعلم والهدى .. وجانب ولا تصحب هُديت من افتتن..
Bertemanlah dengan orang2 yang memiliki kebaikan, memiliki ilmu, juga petunjuk. Jauhi dan jangan engkau temani, orang yang suka menimbulkan fitnah, maka engkau akan di beri petunjuk..
فالمرأ على دين خليله
Karena sesungguhnya seseorang itu tergantung agama orang yang ia sukai.
والمرأ مع من أحب .. ومثل من له اصطحب
Seseorang kelak akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai. Juga akan dikumpulkan dengan orang2 yang menjadi kawannya...

Wallahu A'lam Bishoab.
Sekian Kajian Kitab Alala bag 2 (Mencari Teman)Sampe jumpa di kajian bait syair selanjutnya.
SILAHKAN DI SHARE

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kajian Kitab Alala bag 2 (Mencari Teman)"

Post a Comment