Ibadah adalah Buah Ilmu dan Faedah Umur


Santrionline~  اِنَّ الْعِبَادَةَ ثَمْرَةُ الْعِلْمِ وَفَائِدَةُ الْعُمْرِ …

Ilmu merupakan sesuatu yang abstrak tapi nyata. Abstrak karena kita mengetahui wujud dzatnya, dan nyata karena kenyataannya kita memahami dan meyakininya. Ilmu tidak bisa dirasakan dengan panca indera tapi bisa melalui perasaan, begitulah kira-kira.

Ilmu merupakan cahaya, sedangkan kebodohan adalah kegelapan. Dengan cahaya ilmu kita mampu menerangi jalan kehidupan yang kita lalui agar tidak tersesat atau bahkan terperosok ke dalam jurang kesesatan. Dengan ilmu kehidupan kita menjadi lebih bermakana. Kenapa? Karena setiap langkah yang kita tempuh tidaklah sia-sia.

Ilmu merupakan hiasan bagi pemiliknya. Ilmu merupakan kemuliaan bagi yang memakainya. Ilmu merupakan tongkat penuntun terbaik bagi orang yang membutuhkannya. Sebab ilmu juga-lah Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan kemuliaan kepada Nabi Adam ‘alaihis salam atas para malaikat-Nya. Sebab dengan ilmu pula-lah para Nabi Allah berdakwah mengajak kaumnya untuk beriman dan mampu mematahkan tantangan-tantangan orang-orang kafir. Sebab ilmu pula-lah Syekh Abdul Qadir Al-Jailany selamat dari godaan syetan yang terkutuk. Begitu banyak kemuliaan yang diperoleh melalui ilmu.

Namun bagaimanakah ilmu tersebut bisa memberikan manfaat sebagaimana tersebut di atas? Ilmu itu bisa diambil manfaatnya, yaitu buah ilmu itu sendiri. Lalu, apa buah dari ilmu tersebut? Buah ilmu adalah ibadah. Ulama’ mengatakan “sesungguhnya ibadah adalah buah dari ilmu dan merupakan faedah umur”.

Orang yang berilmu namun tidak beribadah itu sama halnya pohon buah yang tidak bisa berbuah yang tidak ada manfaatnya. Begitu berat usaha kita mencari ilmu, tetapi setelah kita dapatkan tidak kita manfaatkan. Itu berarti kita telah menyia-nyiakan umur kita. Cara memanfaatkan ilmu hanya dengan diamalkan sebagai ibadah. Begitu pula ketika kita beribadah tanpa didasari dengan ilmu maka ibadah kita menjadi sia-sia belaka.

Oleh karena itu hubungan antara ilmu dengan amal ibadah tidaklah terpisahkan. Kita memiliki ilmu harus diamalkan sebagai ibadah, dan kita beribadah harus didasari dengan ilmu. Dengan kita memiliki ilmu dan beribadah maka umur kita menjadi berfaedah/bermanfaat, hidup kita menjadi lebih bermakna. Tanpa ilmu dan ibadah hidup ini menjadi sia-sia, dan umur kita berlalu begitu saja tanpa ada manfaatnya.

Bukankah kita hidup ini hanya diperintahkan untuk menyembah Allah ta’ala?. Hal ini diungkapkan dengan jelas di dalam ayat al-Quran yang artinya “tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

Oleh karena itu, marilah wahai ikhwanul Islam wal Muslimin, kita semua berusaha untuk menggapai ilmu sebanyak-banyaknya kemudian kita amalkan sebagai ibadah secara sungguh-sungguh agar tujuan hidup kita tercapai dan umur kita berlalu dengan penuh makna. Wa billahit-taufiq, Wallahu a’lam.

(Suarapesantren/ Irma Andriyana)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ibadah adalah Buah Ilmu dan Faedah Umur"

Post a Comment