Hukum Memegang Anjing Tanpa/Jika Ada Keperluan


Santrionline 
Sumedang, sekarang lagi ramai di social Media khususnya facebook. admin salah satu web santrionline.net ini yaitu Gus Abdul Wahab, menolong seekor anjing yang sedang sakit terlihat juga banyak luka luka pada tubuh anjing tersebut , secara Tasawuf (Ilmu Islam yang membahas masalah hati) itu malah merupakan perbuatan yang sangat terpuji, tapi bagaimana secara Hukum Fiqh Islam memandang hal tersebut?

berikut akan penjelasan dari Web Fiqh Aswaja terlengkap dan terpercaya yaitu www.piss-ktb.com , selamat membaca, semoga pemahaman kita bertambah :

HUKUM MENYENTUH ANJING TANPA ADA KEPERLUAN

Lalu bagaimana hukumnya jika menyentuh anjing tanpa adanya hajat atau keperluan ?

Jika kita yakin tangan kita atau anjing itu tidak basah alias kering, maka hukumnya tidak najis dan boleh namun makruh. Namun jika tangan kita basah dan sengaja menyentuh anjing, maka jelas hukumnya najis dan haram karena ada unsur kesengajaan menyentuh najis. Imam al-Malibari mengatakan :
( ﻭﻻ ﻳﺠﺐ ﺍﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﻨﺠﺲ ) ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻣﺤﻠﻪ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺘﻀﻤﺦ ﺑﻪ ﻓﻲ ﺑﺪﻥ ﺃﻭ ﺛﻮﺏ ﻓﻬﻮ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻼ ﺣﺎﺟﺔ
“– Dan tidak wajib menjauhi Najis – di selain sholat dan tempatnya, kecuali di selain melumurkan najis pada badan atau pakaian, maka perbuatan itu adalah haram “.
Imam An-Nawawi al-Bantani mengatakan :
ﻭﺍﻟﻤﻘﺼﺪ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﺻﺪ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﺇﺯﺍﻟﺔ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﻭﺇﺯﺍﻟﺘﻬﺎ ﻭﺍﺟﺒﺔ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﺍﻟﻤﻌﻔﻮ ﻋﻨﻬﺎ ﻭﻫﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻮﺭ ﺇﻥ ﻋﺼﻰ ﺑﻬﺎ ﻛﺄﻥ ﺗﻀﻤﺦ ﺑﻬﺎ ﻟﻐﻴﺮ ﺣﺎﺟﺔ
“Tujuan yang keempat dari tujuan-tujuan bersuci adalah menghilangkan najis. Menghilangkan najis hukumnya wajib kecuali pada najis yang dimaafkan, dan mensucikan najis itu dilakukan dengan segera jika terkena najis dengan berdosa seperti melumurkan najis tanpa adanya hajat “.

(arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum Memegang Anjing Tanpa/Jika Ada Keperluan"

Post a Comment