Harlah NU Ke-93, PWNU Jatim Turut Tegaskan Kontribusi Untuk Islam Nusantara Dan NKRI

Harlah NU Ke-93, PWNU Jatim Turut Tegaskan Kontribusi Untuk Islam Nusantara Dan NKRI

Surabaya.Santrionline-Peringatan Harlah (Hari Lahir) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-93, yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, di kantor PWNU Jatim di Jl.Masjid Al-Akbar Surabaya, berlangsung khidmat dan meriah. Harlah yang diperingati pada setiap tanggal 16 Rojab Hijriyah, yang tahun ini bertepatan dengan hari Ahad (24/04/2016), dihadiri oleh undangan yang terdiri dari segenap pengurus Tanfidziyah cabang, pengurus Badan Otonom (Banom), para Kiai dan Habaib, tokoh masyarakat, dan juga perwakilan jajaran Muspida Provinsi.

Ketua PWNU Jatim, KH.Hasan Mutawakkil 'Alallah, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa peringatan Harlah tahun ini sangat straregis, menjelang satu abad NU untuk meneguhkan Islam di nusantara. NU, kata Kiai Hasan Mutawakkil, adalah organisasi keagamaan (Diniyah) dan organisasi kemasyarakatan (Ijtima'iyah) yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Aswaja), dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam konteks jam'iyah diniyah, NU adalah cermin perlawanan terhadap dominasi radikalisme Wahabi waktu itu di Makkah dan Madinah, lewat Komite Hijjaz. Sementara sebagai jam'iyah ijtima'iyah, kontribusi NU yang terbesar adalah mengkonstruksi kemerdekaan bangsa dan membangun masyarakat nusantara dalam bingkai NKRI.
"Walhasil, dalam Harlah ini kita harus mewarisi semangat dan keikhlasan para Muassis demi bangsa ini. Dalam konteks kekinian adalah berjuang membantu aparat melawan terorisme dan disintegrasi", tegas Kiai Hasan Mutawakkil.

Sementara itu, Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, KH.Agoes Ali Masyhuri, dalam taushiyahnya menyampaikan, bahwa sebuah organisasi bisa kuat dan bertahan lama, diukur oleh tiga hal. Antara lain mempunyai akar ideologi, akar budaya, dan harus moderat. Setelah memiliki tiga hal itu, soliditas dan solidaritas jama'ah harus semakin ditingkatkan. "Dan NU memiliki tiga modal besar ini untuk turut membangun Indonesia. NU tidak akan pernah bingung, NU tidak akan goyah oleh tantangan apapun, apabila antar warga NU memikiki solidaritas dan soliditas yang kuat", papar pengasuh PP Bumi Sholawat Sidoarjo ini.

Kiai yang kondang disebut Gus Ali ini juga menyoroti trend perang pemikiran di media sosial. Internet dan media sosial, kata Gus Ali, seolah-olah menjadi agama baru. "Orang sekarang gampang percaya mentah-mentah dengan hal yang tidak benar tentang Islam. Tugas NU dan warganya adalah meluruskan pembelokan opini umat ke arah yang salah. NU adalah payung umat dan payung bangsa", dawuh Gus Ali.

Perlu diketahui, disamping pembacaan sholawat, dzikir istighosah, dan mau'idhotil hasanah, acara peringatan Harlah NU ke-93 oleh PWNU Jatim kali ini juga diiiringi dengan acara pengukuhan pengurus Koperasi Syirkah Muawanah PWNU Jatim, launching Web PWNU Jatim, dan launching toko ritel Ma'arif Mart, dan acara makan bersama 93 tumpeng. Rangkaian acara ditutup doa dengan khidmat oleh sesepuh PWNU Jatim, KH.Sholeh Qosim.

Reporter : Zamroni

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harlah NU Ke-93, PWNU Jatim Turut Tegaskan Kontribusi Untuk Islam Nusantara Dan NKRI"

Post a Comment