Habib Muzir Almusawa: Hikmah Membaca Doa Masuk Toilet



عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ :كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ، قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
(صحيح البخاري)

Dari Abdul Aziz bin Shuhaib berkata, kudengar Anas ra berkata : “Bahwa Nabi saw jika masuk ke toilet berdoa : Allahumma inniy Audzubika minal khubtsi walkhaba’its (wahai Allah Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan syaitan dari segala jenisnya)” (shahih Bukhari)
adits yang telah kita baca menunjukkan tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika masuk ke dalam toilet, dimana beliau mengucapkan :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
“ Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (gangguan) syaitan laki-laki dan syaitan perempuan”
Al Imam Ibn Hajar menjelaskan di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari, bahwa makna dari kalimat الخبث والخبائث adalah syaitan-syaitan jantan dan syaitan-syaitan betina yang mengganggu manusia di tempat-tempat yang kotor, yang diantaranya adalah toilet. Namun sebagian manusia tidak menyadari akan hal tersebut, sehingga banyak manusia dari kalangan ummat Islam yang lebih betah berdiam di toilet daripada membaca Al qur’an Al Karim, atau berdiam lama di tempat tersebut sehingga meninggalkan mengikuti shalat jamaah atau terlambat melakukan shalat atau yang lainnya yang mana hal tersebut terjadi di luar kesadarannya, yang mana di saat itu pemikirannya berada dalam cengkeraman syaitan yang sangat kuat. Al Imam Ibn Hajar juga menjelaskan bahwa makna kalimat الخبث والخبائث dalam ucapan atau perkataan bermakna cacian, adapun dalam agama maka kalimat tersebut bermakna kekufuran, adapun dalam perbuatan maka bermakna segala perbuatan buruk. Maka secara ringkas dalam doa ini nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memohon kepada Allah subhanahu wata’ala untuk menjaga kita dari godaan syaitan dimana pun kita berada, terlebih lagi di tempat-tempat kotor yang tidak selayaknya berdiam lama di dalamnya.

Selanjutnya dalam hal ini terdapat pertanyaan, yaitu kapankah doa tersebut diucapkan apakah sebelum masuk ke dalam toilet ataukah setelah masuk ke dalamnya. Maka Al Imam Ibn Hajar menjelaskan ketika yang akan dimasuki adalah tempat khusus untuk membuang air kecil atau air besar seperti toilet, maka doa tersebut dibaca sebelum masuk ke dalamnya. Adapun di tempat-tempat lain seperti ketika dalam perjalanan di hutan atau yang lainnya, maka doa tersebut dibaca ketika akan bersiap-siap membuang air kecil atau air besar agar terhindar dari gangguan syaitan. Jika dipadu makna kalimat dalam doa tersebut, maka kita telah berlindung kepada Allah dari godaan syaitan, dari perbuatan maksiat, dari kekufuran dan lainnya dari perbuatan-perbuatan buruk, sungguh demikian luas makna tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Padahal secara zhahir masuk ke dalam toilet adalah sesuatu yang remeh, namun bukanlah hal yang remeh jika mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Setiap memasuki toilet maka dengan doa tersebut berarti kita telah memohon kepada Allah agar dijauhkan dari ucapan yang buruk, dijauhkan dari perbuatan dosa, dijauhkan dari kekufuran, dijauhkan dari godaan syaitan, maka dengan mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal itu seseorang akan mendapatkan keberuntungan yang sangat besar. Jika hal tersebut akan didapati hanya karena memasuki toilet, maka terlebih lagi sesuatu yang lebih luhur dari setiap tuntunan manusia yang paling luhur dari semua makhluk Allah subhanahu wata’ala, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

(MajelisRasulullah.org/arifan) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Habib Muzir Almusawa: Hikmah Membaca Doa Masuk Toilet "

Post a Comment