GELAR AKSI ANTI MIHOL di DPRD, TUNTUTAN NU SURABAYA DISETUJUI

Gelar Aksi Anti Mihol Di DPRD, Tuntutan NU Surabaya Disetujui.

"Surabaya- Santrionline"

 Sebanyak hampir seribu orang massa yang terdiri dari gabungan Badan Otonom (Banom) NU Kota Surabaya, menggelar aksi unjuk-rasa di depan kantor DPRD Kota Surabaya, Senin pagi (25/04/2016). Aksi tersebut menuntut segera disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pelarangan peredaran minuman beralkohol (Mihol) di kota Surabaya.

Satu per satu perwakilan Banom, antara lain dari GP (Gerakan Pemuda) Anshor, Banser (Barisan Anshor Serbaguna), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Fatayat NU, Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh NU (LazisNU), NU Urban, dan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Surabaya berorasi menyampaikan aspirasinya tentang bahaya minuman beralkohol bagi generasi bangsa.

Yusuf, salah satu orator menandaskan, agar wakil rakyat memperhatikan betul aspirasi masyarakat yang menolak mihol beredar di Surabaya. "Kami menolak adanya kesan tarik-ulur Raperda yang ujung-ujungnya menguntungkan kepentingan cukong mihol. Ingat, tindakan kriminal yang sering dilakukan anak muda di Surabaya, lebih karena mereka mengkonsumsi mihol dan narkoba terlebih dahulu", seru Yusuf.

DPRD Tanda-Tangani Surat Tuntutan Aksi

Selama kurang lebih satu jam berada di luar gedung DPRD Kota, akhirnya perwakilan Banom NU Surabaya diterima oleh pimpinan dewan di ruang Banmus. Perwakilan Banom NU dipimpin oleh koordinator aksi sekaligus Ketua PC GP Anshor Surabaya, Muhammad Asrori, bersama Wakil Sekretaris PCNU, Faishol Muhammad. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, Armudji yang didampingi oleh Wakil Pansus Raperda Mihol, bersama semua ketua Komisi DPRD.

Pertemuan tersebut membahas dua hal. Antara lain klarifikasi peristiwa ditolaknya kehadiran rombongan Ketua PCNU Kota Surabaya, Dr.H.Ahmad Muhibbin Zuhri M.Ag saat sidang paripurna DPRD, pada Rabu (13/02/2016). Armudji membantah bahwa dirinya memerintahkan kepada oknum Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD untuk mengusir Ketua PCNU Surabaya. "Saya hanya memerintahkan kepada Pamdal, agar mengarahkan posisi duduk untuk beliau saja, supaya lebih dekat dengan berlangsungnya sidang. Tapi ternyata Pamdal salah persepsi menerima arahan saya. Sebagai pimpinan dewan, saya memohon maaf kepada NU Surabaya atas insiden ini", aku politisi dari PDIP ini.

Sementara ketika membahas mengenai komitmen DPRD mengenai hasil kerja Pansus Raperda mengenai pelarangan mihol, Armudji bilang, bahwa dirinya dan anggota dewan yang lain mendukung pelarangan peredaran minuman haram tersebut di Surabaya.
"Saya mendukung 100 persen Raperda ini segera disahkan. Persoalannya sekarang tinggal menunggu laporan hasil kerja Pansus. Apalagi masa kerja Pansus memang harus diperpanjang lagi, agar bisa juga mengkomunikasikan hal ini kepada Pemkot Surabaya. Saya meminta kepada Pansus untuk secepatnya melaporkannya kepada Banmus, hingga minggu depan kita sudah bisa mengagendakan sidang paripurna untuk pengesahan Raperda ini," terang Armudji.

Di akhir pertemuan tersebut, semua anggota DPRD yang hadir bersedia menanda-tangani surat tuntutan aksi. Setelah pertemuan perwakilan berakhir, dan Ketua DPRD juga menemui massa di depan gedung DPRD Surabaya, aksi pun selesai dengan tertib.

Reporter : Zamroni

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GELAR AKSI ANTI MIHOL di DPRD, TUNTUTAN NU SURABAYA DISETUJUI"

Post a Comment