Berbakti kepada Orang Tua




Berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib. Allah SWT., telah berfirman: 1) "Jika salah seorang dari keduanya atau keduanya sampai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik". (Q.S. Al-Isra'[17]: 23); 2) "dan pergaulilah keduanya di dunia dengan pergaulan yang baik." (Q.S. Luqman [31]:15); 3) "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang orang (ibu dan bapakmu), hanya kepada-Ku lah kembalimu" (Q.S. Luqman[31]:14).
Diriwayatkan dari ibnu Abbas r.a., sesungguhnya beliau SAW., bersabda, "Barang siapa pada pagi hari membenci kedua orang tuanya, maka pada pagi hari itu dibukakan baginya dua pitu neraka. Barang siapa pada sore hari membenci kedua orang tuanya, maka pada sore hari itu dibukakan baginya dua pintu ke neraka. jika satu orang tua, maka satu pintu neraka. Meskipun mereka menganiayanya, meskipun mereka menganiayanya, meskipun mereka menganiayanya." Dari Abdullah bin Umar r.a., dia berkata bahwa Rasullah SAW., bersabda, "Ridha Tuhan tergantung pada ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Tuhan bergantung pada kemurkaan kedua orang tua".
Dari Abdullah bin Umar r.a., dia berkata, "Seseorang lelaki telah daang kepada Nabi SAW., lalu berkata, "sesungguhnya aku ingin berjihad" kemudian Rasullullah bersabda "apakah kamu mempunyai orang tua?" dijawab "Ya wahai Rasullullah". Kemudian Rasullullah bersabda "Berjihadlah dengan melayani mereka".
Adapun cara berbakti kepada mereka adalah dengan mencukupi keperluan mereka, menghindarkan mereka dari hal yang menyakitkan, dan merawat mereka seperti merawat anak kecil. Janganlah bersikap kasar pada mereka, janganlah menolak apa yang mereka inginkan, dan menjadikan pelayan kepada sebagai ganti memperbnyak sholat nafil dan puasa. Hendaknya memohonkan ampun untuk mereka seusai sholat. Janganlah membuat mereka lelah, jangan membebani dan menyakiti mereka, jangan membantah perintah mereka selama tidak melanggar agama, misalnya perintah untuk meninggalkan kefardhuan seperti haji, sholat lima waktu, puasa, zakat, kafarah, adzar, dan tidak pula melanggar dosa seperti zina, mium arak, membunuh, menuduh palsu, dan mengambil harta dan gashab.
Nabi SAW., bersabda "tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam hal mendurhakai Allah SWT.". Allah SWT., berfirman, "dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan AKU, sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan pergaulan yang baik". (Q.S. Luqman[31]:15)
Ayat dan hadist di atas bersifat umum, yakti tidak boleh menaati orang tua dalam meninggalkan perintah atau menjalankan larangan ALlah SWT. Imam Ahmad rah.a., telah meriwayatkan mengenai hal ini dari Abi thalib, mengenai seorang lelaki yang dilarang sholat berjamaah oleh kedua orang tuanya. Maka beliau bersabda "tidak ada kewajiban untuk menaati mereka dalam hal meninggalkan sholat fardhu". Adapun berkaitan dengan sholat nafil, boleh meninggalkannya untuk menaati kedua orang tua. Bahkan yang lebih baik adalah menaati mereka.
Jika hati kita ingin marah kepada orang tua, ingatlah bahwa mereka telah merawat kita dengan susah payah dan penuh kasih sayang. Allah SWT., berfirman "dan katakanlah kepada mereka perkataan yang baik" (Q.S. Al-Isra[12]:23). Sungguh, betapa lama mereka telah mementingkan kita, mereka rela lapar demi mengenyangkan kita, dan mereka terjaga sepanjang malam dikala kita sedang sakit. InsyaAllah, dengan melakukan hal-hal yang telah dijelaskan di atas, kita akan mendapat petunjut.
Sumber: kitab Al-ghunyah (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berbakti kepada Orang Tua"

Post a Comment