Tentang Tarekah Alawiyah Oleh Habibana Munzir al Musawa

Santrionline-Suemdang, Tariqah belakang ini semakin berkembang pesat, semenjak kebangkitan dakwah Aswaja. dulu Tariqah terkesan angker, malah terkesan aliran sesat karena citranya dibikin buruk oleh saudara kita yang Hobby memfitnah tanpa mau memahami terlebih dahulu... dan tariqah juga terkesan ekslusif, padahal yang terjadi sebaliknya... tariqah ini bersifat "membumi" dan sebagai jalur/metode untuk menajalnkan Syariat Rasulullah melalui Guru Guru yang mempunyai Sanad (silsilah) keguruan sampai kepada Rasulullah Saw, dan benteng pertahanan dari paham paham radikal yang selama ini berkembang, sudah berapa banyak orang yang mengikuti paham radikal, setelah mengenal tariqah watak mereka berubah 180 derajad dan menyatakan diri bertaubat dari paham lamanya.

Kali ini dibahas tentang salah satu Tariqah Alawiyah yang menurpakan salah satu tariqah yang banyak pengikutnay di seluruh dunia termasuk di Indonesia, dibawakan oleh alm. Al-Habib Munzir bin fuad Alumsawa pimpinan Majelis Rasulullah , berikut Ulasannya :




"Majelis Rasulullah saw bukan ajang tarekat manapun, majelis taklim ini adalah Medan Dakwah Nabi saw, untuk siapa saja, semua yg diajarkan adalah bimbingan Rasul saw, semua yg disampaikan adalah yg sejalan dengan dakwah Rasul saw secara umum, bukan untuk kelompok tertentu.
dan saya bukan pula mursyid, istilah ini rasanya sudah tidak pernah terdengar dalam kalangan Tarekat alawiyyah, yang dikenal hanya Ulama, Fuqaha, Kyai, dll "
----------------
pertanyaan :
habib apakah bisa sy dekat dengan ALLAH SWT tanpa mengikuti thariqoh?
Jawaban habibana:
thoriqoh/tarekat, bukan merupakan hal yg harus, ini hanya salah satu cara untuk lebih mudah mencapai khusyu dan keridhoan Allah swt., bukan hal yg wajib atau mesti.
-----------------
saudaraku yg kumuliakan,
Dalam tarekat alawiyah yg ada adalah Ijazah, bukan bai'at, karena tarekat ini beda dg yg lainnya, tarekat ini berjalan sesuai hadits dan sunnah nabi saw, maka siapapun yg ingin megikutinya, mengambil sebagian saja, atau sesaat ikut2an saja, atau mengambil keseluruhannya, tak perlu dg bai;at, dan pada dasarnya hampir seluruh indonesia ini bahkan hampir seluruh dunia sudah berjalan dg tarekat alawiyah, yaitu maulid, ratib, tahlil, wird allathif, itu semua adalah bimbingan tarekat alawiyah, ia adalah induk dari semua tarekat lainnya, karena semua guru guru pembuat tarekat mestilah bersanad kepada tarekat alawiyah.
Induk semua tarekat ini, yaitu Tarekat Alawiyah tak perlu dg bai'at, yg ada hanyalah Ijazah sanad guru saja, yg besambung hingga Rasulullah saw.
----------------------
Dalam tarekat alawiyah yg ada adalah Ijazah, bukan bai'at, karena tarekat ini beda dg yg lainnya, tarekat ini berjalan sesuai hadits dan sunnah nabi saw, maka siapapun yg ingin megikutinya, mengambil sebagian saja, atau sesaat ikut2an saja, atau mengambil keseluruhannya, tak perlu dg bai;at, dan pada dasarnya hampir seluruh indonesia ini bahkan hampir seluruh dunia sudah berjalan dg tarekat alawiyah, yaitu maulid, ratib, tahlil, wird allathif, itu semua adalah bimbingan tarekat alawiyah, ia adalah induk dari semua tarekat lainnya, karena semua guru guru pembuat tarekat mestilah bersanad kepada tarekat alawiyah.
Induk semua tarekat ini, yaitu Tarekat Alawiyah tak perlu dg bai'at, yg ada hanyalah Ijazah sanad guru saja, yg besambung hingga Rasulullah saw.

semua dzikir, ratib atau apapun yg kita baca tanpa ijazah tidak sia sia, tak perlu izin dan ijazah untuk mengamalkan hal hal yg sunnah, seperti ratib, Alqur'an, dan dzikir dzikir sunnah lainnya, namun ijazah sangat perlu bila ingin mengamalkna dzikir dzikir khusus lainnya, bila saya perjelas misalnya spt ini :
anda ingin mengamalkan shalat malam sebanyak 100 rakaat setiap harinya, nah.. hal seperti ini boleh tanpa ijazah, namun lebih baiknya anda mencari guru untuk minta ijazah, karena Guru akan melihat apakah amalan itu cocok bagi anda atau akan mengganggu aktifitas anda, tentunya guru akan melihat keadaan anda, apakah sibuk bekerja atau santai, kalau sibuk bekerja maka tentunya guru akan melarang anda dan mungkin menggantikannya dg amalan lainnya,
kiranya hal semacam itulah diperlukannya ijazah, kalau amal amal sunnah maka hal itu tak perlu ijazah, karena sudah Ijazah langsung dari Rasulullah saw untuk mengamalkan sunnah beliau saw.
yg ada pada amalan sunnah itu bukan ijazah, tapi sanad, nah sanad ini memang sangat baik karena akan menambah cepatnya terkabul amalan kita oleh Allah swt bila kita sudah punya ijazah sanadnya, misalnya sanad membaca Alqur'an, sanad berdzikir, sanad bertasbih, dan doa doa lainnya.
karena sanad adalah menguatkan dan memastikan kebenaran apa apa yg kita amalkan, suci dari amal yg dipalsukan, yg mana bisa saja pada suatu amalan yg dipalsukan dan diada adakan, namun dengan adanya sanad maka hal itu dapat dihindari.

semua jawaban diatas di rangkum dari Arsip MajelisRasulullah.org

(Arifan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tentang Tarekah Alawiyah Oleh Habibana Munzir al Musawa"

Post a Comment